Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Pentas wayang di Pondok Pesantren Budaya Kaliopak, Kamis (18/8/2022) malam-Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Perayaan Hari HUT ke-77 Kemerdekaan Indonesia tahun ini punya makna yang mendalam bai komunitas Pondok Pesantren Budaya Kaliopak.
Guna mensyukuri 77 tahun kemerdekaan Indonesia, Pondok Pesantren Budaya Kaliopak menggelar Umbul Doa Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon Pandawa Kumpul dengan dalang Ki Angga Dwi Kurniantoro, Kamis (18/8/2022) malam lalu.
Pengasuh Ponpes Kaliopak, KH. M. Jadul Maula, menjelaskan ada dua momentum yang diangkat dalam Umbul Doa ini, yakni tahun baru Hijriah dan 77 tahun kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, perayaan HUT kemerdekaan kali ini merupakan momentum menarik karena kita bertemu dengan sejumlah angka kembar.
Selain 77 tahun kemerdekaan, saat ini dalam kalender Masehi juga menunjukkan angka kembar yakni 2022. Pada kalender Islam malah menunjukkan kembar tiga, yakni 1444 Hijriah. Sementara pada kalender Jawa, saat ini memasuki 1956, setelah sebelumnya melewati tahun kembar 1955.
Ia memaknai 77 tahun kemerdekaan sebagai dua hal, yakni pituduh dan pitulung. “Mudah-mudahan dengan kita syukuri pada malam hari ini, kita mendapat pituduh dan pitulung, yang serba kembar itu kita menemukan kesatuannya,” ujarnya.
Demikian pula dengan lakon yang diangkat dalam pagelaran wayang kulit ini, Pandawa Kumpul. Ia menjelaskan lakon ini dapat dimaknai sebagai sesuatu yang tercerai-berai akan berkumpul kembali mengarah kepada satu kebenaran.
“Melalui peringatan ini kita bersyukur atas HUT ke-77 Kemerdekaan Indonesia dan tahun baru Hijriah 1444 atau tahun baru Jawa 1956. Mudah-mudahan kita mendapat petunjuk, bimbingan, pertolongan, sehinga bisa mengatasi sesuatu yang samar-samar, saling bertabrakan antar kebenaran kejahatan saling campur aduk,” ungkapnya.
BACA JUGA: Polisi Tetapkan Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi Sebagai Tersangka
Ketua Tanfidziyah PWNU DIY, KH. A. Zuhdi MuMuhdlor, mengapresiasi para santri Kaliopak yang masih menekuni dan nguri-uri budaya. Menurutnya, tidak ada permasalahan antara persilangan ajaran agama dan budaya. Budaya bagi warga Nahdlatul Ulama (NU) justru diterima dan dimanfaatkan untuk sarana dakwah.
“Budaya bagi kita warga NU justru bisa memperkuat sarana untuk berdakwah. Walisongo dalam tempo 100 tahun bisa mengislamkan Jawa. Melalui sarana budaya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 9 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Minggu 9 Agustus 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Harga emas Pegadaian hari ini, Minggu 9 Agustus 2026. Cek harga jual dan buyback emas Antam, Galeri 24, serta UBS lengkap.
GIIAS 2026 diprediksi mencatat pengunjung lebih banyak dari tahun lalu. Pameran menghadirkan lebih dari 65 merek dan 37 kendaraan baru.
Samsung Galaxy Z Fold8, Flip8, dan Fold8 Ultra resmi hadir. Simak spesifikasi layar, kamera, chipset, serta harga terbarunya di Indonesia.