Advertisement

Pemkot Jogja Patok Kemiskinan Turun di Angka 7,1 % pada 2022

Yosef Leon
Selasa, 23 Agustus 2022 - 14:47 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Pemkot Jogja Patok Kemiskinan Turun di Angka 7,1 % pada 2022 Ilustrasi. - Ist/Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA - Pemerintah Kota Jogja menargetkan jumlah penduduk miskin di wilayahnya bisa turun di angka 7,1 % pada 2022 ini. Dampak pandemi Covid-19 yang menghantam perekonomian warga membuat jumlah penduduk miskin meningkat cukup signifikan selama dua tahun terakhir. 

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jogja melaporkan bahwa, angka kemiskinan pada masa pandemi Covid-19 sempat naik dari 6,84% pada 2019 menjadi 7,27% di 2020 lalu. Hal ini disebabkan pelemahan kelompok pendapatan 40% terbawah selama pandemi Covid-19 akibat menurunnya pendapatan yang juga berdampak pada turunnya daya beli masyarakat. 

Dampak terpuruknya perekonomian masih berlanjut pada 2021 lalu dimana angka kemiskinan merambat naik di level 7,69%, sehingga Pemerintah Kota Jogja pada 2022 ini menargetkan angka kemiskinan mampu ditekan sebesar 7,1% sesuai target RPJMD Kota Jogja 2017-2022. 

"Rencana kerja pemerintah di 2022 ini mengusung tema pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. Tahun ini masih menjadi momentum pemulihan akibat pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap pembangunan pada aspek kesehatan, ekonomi dan sosial," kata Kepala Bappeda Kota Jogja, Agus Tri Haryono, Selasa (23/8/2022). 

Baca juga: Waduh, Persentase Penduduk Miskin di DIY Lampaui Angka Nasional

Agus menjelaskan, fokus Pemkot Jogja dalam menurunkan angka kemiskinan nantinya akan diupayakan lewat penajaman kelembagaan TKPK Kemantren dan Kelurahan menjadi Tim Penanggulangan Kemiskinan (Tim Penangkis). Selain itu juga mengintensifkan kolaborasi prioritas sasaran dan kegiatan antara Tim Penangkis Kemantren dan Tim Penangkis Kelurahan. 

Ada beberapa program strategis yang akan dijalankan untuk penanggulangan kemiskinan di wilayah Jogja yakni melalui program perlindungan sosial seperti Bantuan Sosial, Jaminan Pendidikan Daerah (JPD), Jaminan Kesehatan (UHC), Asistensi Lanjut Usia Miskin (Aslum) dan jaminan hidup (Jadup); program pemberdayaan masyarakat melalui kampung dan lorong sayur, mitra jamuan Pemkot melalui Nglarisi, kegiatan padat karya, kelompok rintisan usaha; serta peningkatan kualitas perumahan melalui perbaikan rumah tidak layak huni dan bantuan sanitasi, pelatihan ketrampilan serta penyaluran tenaga kerja untuk memberdayakan masyarakat miskin salah satunya melalui program magang. 

"Kita juga telah mengalokasikan sebanyak Rp84,3 miliar lebih yang terdiri dari APBD Kota Jogja dan Pemda DIY untuk program penanggulangan kemiskinan," ungkap Agus. 

Realisasi Penurunan

Menurut Agus, sampai dengan triwulan kedua 2022 ini realisasi penurunan angka kemiskinan baru mencapai angka 7,69% atau 28.728 jiwa penduduk yang masuk ke dalam kategori miskin. Ia mengklaim bahwa angka itu menurut data BPS 2021 masih lebih rendah dibandingkan angka kemiskinan DIY yang sebesar 12,28% dan kemiskinan nasional yang berada di angka 9,71%. 

Advertisement

Sementara Sekretaris Daerah Kota Jogja, Aman mengungkapkan, pihaknya juga bersinergi dengan perusahaan melalui Forum TSLP dalam mendukung pengentasan kemiskinan di 2022 ini. Partisipasi perusahaan dalam program pembangunan seiring dengan meningkatnya jumlah perusahaan yang bergabung dalam forum TSLP dari 32 perusahaan pada 2020 meningkat sebanyak 93 perusahaan (48 perusahaan yang sudah tergabung di forum TSLP dan 45 perusahaan potensial).

"Strategi atau obat penanggulangan coba akan kita rumuskan secara tepat yakni dengan menurunkan beban pengeluaran, meminimalkan wilayah kantong kemiskinan serta meningkatkan produktivitas dan pendapatan," kata Aman. 

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Mengapa Gas Air Mata Bisa Mematikan dan Bagaimana Cara Mengatasi Efeknya

News
| Minggu, 02 Oktober 2022, 16:17 WIB

Advertisement

alt

3 Rekomendasi Glamcamp Seru di Jogja

Wisata
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement