Satgas Dorong Inovasi Pembiayaan untuk Perkuat Konservasi Taman Nasion
Jakarta, 5 Agustus 2026 — Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik menggelar dialog bersama para pemimpin redaksi
Ilustrasi./Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Kantor Kalurahan atau Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo, Bantul, dirusak orang tidak dikenal pada Jumat (26/8/2022) dini hari lalu. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kaca ruang lurah pecah karena dilempar batu. Kasus tersebut kini masih dalam penyelidikan kepolisian.
Lurah Muntuk, Marsudi membenarkan kejadian perusakan kantor kalurahan tersebut, namun pihaknya tidak mengetahui persis karena tidak ada di lokasi kejadian. Akan tetapi ada dua orang saksi yakni Sungkowo dan Tukimin yang keduanya warga Muntuk, Dlingo, melihat dua orang berhenti di Balai Kalurahan Muntuk dengan mengendarai sepeda motor jenis matik dan menggunakan helm warna hitam.
Setelah melihat dua orang tersebut saksi kemudian mendekati dan dua orang tidak dikenal itu pergi, “Saksi kemudian melihat kaca ruang lurah sudah pecah,” kata Marsudi, saat dihubungi Minggu (28/8/2022). Saat ini kasus tersebut diakui Marsudi sudah dilaporkan ke Polsek Dlingo. Pihaknya menyerahkan penanganan kasus tersebut pada polisi.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry mengatakan saat ini kasus perusakan kantor Kalurahan Muntuk masih dalam penanganan dari Polsek Dlingo, “Laporan juga sudah diterima oleh Polsek Dlingo dan masih dalam proses penyelidikan,” katanya.
Sementara Sekretaris Komisi A DPRD Bantul yang membidangi pemerintahan, Jumakir menyayangkan adanya tindakan perusakan terhadap kantor Lurah Muntuk. Menurutnya tindakan tersebut merupakan teror yang harus ditangani serius oleh kepolisian karena masuk tindak pidana yang menganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kalau sudah tidak pidana, kami minta polisi segera mengungkap dan menangkap pelakunya dan diproses sesuai aturan yang ada,”katanya.
BACA JUGA: NASA Temukan Planet \'Surga\', Berisi Air Jernih Mirip di Film
Terpisah Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK), Bantul, Kurniantoro mengaku sudah mendapatkan informasi terkait adanya pelemparan jendela kantor Lurah Muntuk yang menyebabkan kaca pecah. Menurutnya, kasus tersebut saat ini sedang ditangani oleh aparat kepolisian.
Ia mengaku memang situasi di kalurahan Muntuk sedang menghangat. Namun ia tidak menjelaskan yang dimaksud menghangat tersebut, “Saat ini situasi dan kondisi di Muntuk sedang hangat,” ucapnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Harianjogja.com, sebelum peristiwa pelemparan kantor kalurahan, ada sejumlah warga dari salah satu dusun di Muntuk yang mendatangi kantor Kalurahan Muntuk. Mereka meminta lurah setempat untuk mundur karena tidak memenuhi janji politik. Salah satu janjinya dalam kampanye lurah adalah memberikan Rp20 juta tiap RT.
Lurah Muntuk, Marsudi saat dimintai konfirmasi terkait informasi tidak menampik isu tersebut dan pihaknya akan segera menyampaikan klarifikasi pada Selasa mendatang, “Saya akan menyamapiakn rilis resmi Selasa besok ya, biar jelas dan tidak terjadi simpang siur,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jakarta, 5 Agustus 2026 — Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik menggelar dialog bersama para pemimpin redaksi
Aleix Espargaro comeback di MotoGP Mandalika 2026 menggantikan Joan Mir. Honda menargetkan adaptasi RC213V sekaligus pengembangan motor.
KPK akan memeriksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid pekan ini terkait perkara dugaan korupsi pengurusan HGB Summarecon di Bogor.
Ideologi ekstrem menyasar ruang digital. Amir Mahmud menilai Pancasila, literasi, dialog dan ketahanan sosial penting menjaga persatuan bangsa.
Nomor tak dikenal terus menelepon? Cek melalui Aduan Nomor Komdigi, identifikasi spam, blokir, dan hindari memberikan data pribadi.
Pantai Baron Gunungkidul mendapat program Kampung Nelayan Merah Putih sekitar Rp3 miliar. Salah satunya pembangunan pabrik es berkapasitas 1 ton per hari.