Ramadan dan Lebaran, Telkomsel Prediksikan Kenaikan Traffic 15%
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Ilustrasi pertunjukan keroncong/Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA-Sebuah pertunjukan kesenian Keroncong Pesisiran Mataraman digelar di Pantai Samas pada Sabtu (3/9/2022) sore hingga malam hari. Kegiatan ini untuk memperkuat branding destinasi pariwisata di Kabupaten Bantul.
“Kegiatan ini memiliki tujuan utama memperkuat branding destinasi pariwisata Kabupaten Bantul kepada publik, terutama para pelaku wisata, baik perorangan maupun organisasi melalui potensi seni yang ada. Melalui kegiatan ini pula diharapkan destinasi wisata di Bantul tetap menjadi top of mind wisatawan luas,” kata Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, belum lama ini.
Target Keroncong Pesisiran adalah masyarakat umum sebagai calon wisatawan, pelaku seni musik di Bantul, dan para penikmat seni musik, khususnya kalangan millenial.
Baca juga: Sudah Resmi Naik, Ini Harga Terbaru Pertalite, Solar, hingga Pertamax
Keroncong milenial menampilkan dua grup band keroncong potensi Bantul dari Sekolah Menengah Musik dan keroncong asli Bantul Kawula Alit. Kemudian band keroncong pengiring Paksi Katon Band dan band keroncong sekelasnya serta bintang tamu utama dari Bantul sekelas nasional.
Dilansir dari Wikipedia, berikut ini alat musik yang dimainkan dalam genre musik keroncong:
- ukulele cuk, berdawai 3 (nilon): sebagai alat musik utama yang menyuarakan crong - crong sehingga disebut keroncong
- ukulele cak, berdawai 4 (baja): ketika alat musik lainnya memainkan tangga nada C, cak bermain pada tangga nada F
- gitar akustik: sebagai gitar melodi, dimainkan dengan gaya kontrapuntis (anti melodi)
- selo: betot menggantikan kendang, dalam keroncong dimainkan secara khas dipetik/pizzicato
- kontrabas (menggantikan gong): bas yang dipetik
- biola (menggantikan rebab)
- flute (mengantikan suling bambu)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkomsel mematangkan persiapan menghadapi periode Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2024.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.