Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Sejumlah warga mengikuti sosialisasi penambahan lahan Tol Jogja Bawen, di kantor Kalurahan Tambakrejo, Kapanewon Tempel, Selasa (6/9/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Sosialisasi rencana pengadaan tanah penambahan lahan untuk pembangunan Tol Jogja Bawen hari terkhir berlangsung di Kantor Kalurahan Tambakrejo, Kecamatan Tempel, Sleman, Selasa (6/9/2022). Warga tak menolak proyek jalan tol, tetapi meminta ganti rugi lebih tinggi karena harga tanah di sekitarnya sudah telanjur naik.
Salah satu warga terdampak, Sumarlan, mengatakan satu bidang lahannya di Tambakrejo akan tergusur penambahan lahan Tol Jogja Bawen. Namun ia belum memastikan berapa luas tanah yang terdampak. “Belum tahu karena belum diukur,” ujarnya.
BACA JUGA: Duh, Data 3.000 PNS Bocor dan Dijual Bebas! Isinya NIK hingga Rekening
Tak hanya pada penambahan lahan, tanahnya pun juga terkena kepras pada rencana awal pembangunan tol Jogja-Bawen, meski hanya sedikit. “Dulu cuma kena sedikit, tujuh meter, dapetnya [ganti rugi] cuma Rp6,9 juta,” ungkapnya.
Ia kini lebih senang dan berharap mendapatkan ganti rugi yang lebih besar karena kemungkinan lahan yang terdampak pun lebih luas. “Kalau bisa lebih besar dari yang dulu,” katanya.
Hal serupa juga diungkapkan warga lainnya, Rini. Ia menceritakan tanahnya sudah terkena proyek sebelum ada penambahan lahan Tol Jogja Bawen, tetapi ganti rugi yang diterima menurutnya terhitung kecil. Apalagi, harga tanah di sekitar lahan tol kini kian meningkat.
Ia sempat kesulitan mencari lahan pengganti dengan luas dan status yang sama. “Yang kemarin kami tukar tanah, kami kesulitan mencari tanah pengganti karena harganya lebih tinggi,” ungkapnya.
Dia berharap ganti rugi penambahan lahan ini bisa lebih bagus daripada sebelumnya. “Kami mohon harganya lebih bagus dari yang kemarin. Karena tanah di sini sudah mahal sejak ada proyek tol," ujar dia.
Sosialisasi hari terakhir ini mengundang masyarakat dari Kalurahan Sumberejo dan Tambakrejo, dengan jumlah bidang masing-masing 12 dan 59 . Selama, sosialisasi tidak adanya warga yang menolak rencana tersebut.
PPK Pengadaan Lahan Tambahan Tol Jogja Bawen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Muhammad Mustamir, menjelaskan penambahan lahan diperlukan demi pelestarian cagar budaya Selokan Mataram.
BACA JUGA: Siap-Siap! Bansos BBM di Sleman Cair Dua Sampai Tiga Hari Lagi
“Yang kedua, ada beberapa alasan teknis, seperti penyesuaian desain drainase, perubahan sebagian area yang elevated [melayang], juga pada area timbunan,” ungkapnya.
Dengan kebutuhan tersebut, penambahan yang diperlukan sebesar 23,12 hektare di tiga kecamatan, yakni Mlati, Seyegan dan Tempel. “Tetapi hanya di titik tertentu sesuai dengan kebutuhan tadi. Mudah-mudahan bisa berjalan lancar sampai warga menerima uang ganti rugi,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Update prakiraan cuaca Jogja dan sekitarnya untuk Rabu, 13 Mei 2026. Cek daftar wilayah yang berpotensi hujan ringan serta pantauan suhu udara di seluruh DIY.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.