Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Gunungkidul Kerahkan 120 Petugas
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Ilustrasi pedagang cabai/Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Harga cabai di Gunungkidul naik karena banyak hajatan. Cabai rawit merah saat ini dijual Rp60.000 per kilogram, padahal sepekan lalu masih Rp45.000 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada cabai rawit hijau dari Rp30.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Cabai merah keriting naik dari Rp25.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.
BACA JUGA: Duh, Data 3.000 PNS Bocor dan Dijual Bebas! Isinya NIK hingga Rekening
Salah seorang pedagang di Pasar Argosari, Wonosari, Sugiyanti, mengatakan berharap kenaikan harga tidak terlalu tinggi sehingga daya beli di masyarakat tetap terjaga.
“Mudah-mudahan tetap terkontrol dan tidak mencapai Rp100.000 per kilo,” kata Sugiyanti kepada wartawan, Selasa (6/9/2022).
Dia mengatakan dalam beberapa hari terakhir ada kenaikan permintaan karena banyak warga yang menggelar hajatan.
“Permintaannya masih tinggi. Jadi, ini yang menjadi salah satu penyebab naiknya harga cabai di pasaran,” katanya.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Gunungkidul, Hartini, mengatakan setelah pemerintah menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai 3 September 2022, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional mulai naik. Namun, ia membantah kenaikan harga cabai karena dampak kenaikan harga BBM.
BACA JUGA: Siap-Siap! Bansos BBM di Sleman Cair Dua Sampai Tiga Hari Lagi
Menurut dia, cabai menjadi mahal karena permintaan meningkat menyusul banyaknya hajatan. “Hajatan banyak sehingga permintaan barang kebutuhan pokok juga ikut naik. Sesuai dengan hukum ekonomi, harga-harga ikut naik,” katanya.
Dia memastikan stok bahan pangan masih mencukupi. “Sudah tugas kami untuk memantau harga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.