Advertisement

Ketum PP Muhammadiyah Ingatkan Mahasiswa untuk Selalu Gunakan Akal Pikiran

Sunartono
Selasa, 13 September 2022 - 13:47 WIB
Budi Cahyana
Ketum PP Muhammadiyah Ingatkan Mahasiswa untuk Selalu Gunakan Akal Pikiran Pembukaan Program Pengenalan Kampus UAD di GOR Among Rogo, Selasa (13/9/2022). - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengingatkan kepada mahasiswa agar selalu menggunakan akal dan pikiran dalam bertindak. Hal itu disampaikan di hadapan ribuan mahasiswa dalam Pengenalan Kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Gor Among Rogo, Selasa (13/9/2022).

Haedar mengatakan ada 23 pahlawan nasional yang lahir dari organisasi Muhammadiyah. Ia meminta mahasiswa merawat tradisi besar itu dengan memelihara akhlak mulia. Karena orang yang berakhlak mulia akan senantiasa dicintai oleh siapa pun, orang yang jujur, terpercaya ada bagian dari akhlak.

"Setelah lulus jadilah sarjana yang berakhlak mulia. Jadi presiden sampai ke pejabat di bawah jika berakhlak mulia akan merawat bangsa ini penuh cinta," kata Haedar.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Ia meminta mahasiswa menjadi sosok menjadi pencari kebenaran sejati dengan menemukan kebenaran dari banyak jalan melalui multiperspektif, sudut pandang dan ilmu. Haedar juga meminta agar mahasiswa tidak hanya menemukan kebenaran parsial dan serpihan karena hanya akan membuat sempit cakrawala ilmunya.

"Hindari hanya menyalahkan orang lain karena kebenaran yang dimiliki hanya kebenaran serpihan. Untuk bisa mencapai kebenaran berperspektif perlu kemampuan cerdas dan berilmu," katanya.

BACA JUGA: Tol Jogja-Solo Seksi Kartasura-Purwomartani Selesai Agustus 2023

Belajar ilmu di fakultas apa pun, katanya, mahasiswa harus mengedepankan pemikiran cerdas. "Gunakan akal pikiran untuk selalu bertanya dan mencari jawaban dalam horison yang luas. Jangan merasa cukup, harus haus ilmu," ujar dia.

Sebagai generasi muda, mahasiswa memiliki peran penting ke depan dalam membangun negara yang berkeadaban utama. Menurut Haedar, indeks pembangunan manusia di Indonesia masih rendah dibandingkan enam negara ASEAN lainnya. "Generasi muda harus menjadi sosok, pelopor kebenaran maka Indonesia akan dihuni membawa kemajuan Indonesia," ucapnya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Ini Alasan Nasdem Pilih Anies Jadi Capres 2024 daripada Ganjar atau Andika Perkasa

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 11:27 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement