Parkir QRIS di Bantul Belum Berjalan, Dishub Masih Siapkan Sistem
Penerapan parkir QRIS di Bantul belum direalisasikan. Dishub masih mematangkan aplikasi, koordinasi dengan BPD DIY, dan kesiapan juru parkir.
Suasana peresmian Grha Padmanaba di kompleks SMAN 3 Jogja, Sabtu (17/9/2022). Banguan dengan tujuh lantai itu menelan biaya sekitar Rp17 miliar./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, meresmikan Grha Padmanaba yang berada di kompleks SMAN 3 Jogja, kawasan Kotabaru. Sultan berpesan agar pelestarian kawasan heritage di Kotabaru tetap dijaga dan dilestarikan sebagai bagian dari ciri khas Kota Jogja.
Pembangunan gedung Grha Padmanaba bertujuan menambah ruang kelas yang kurang di sekolah itu. Luas dan tinggi bangunan yang cukup representatif diharapkan dapat menunjang proses belajar mengajar. Selain itu, Sultan juga menyebut fasilitas yang memadai akan memudahkan murid dalam menyerap pelajaran.
"Harapan kami bisa jadi wadah dan sarana pelengkap bagi murid untuk belajar lebih nyaman dan baik," katanya, Sabtu (17/9/2022).
Sultan juga mengapresiasi upaya alumni Padmanaba dan sekolah yang mematuhi aturan pembangunan di kawasan cagar budaya Kotabaru. Lantaran di wilayah ini banyak bangunan peninggalan Belanda dan masuk dalam area heritage, syarat yang diberlakukan dalam pembangunan gedung baru harus memenuhi ketentuan yang ketat.
"Dalam proses perencanaan tentu bangunan sudah diperhitungkan agar sesuai dengan aturan di kawasan cagar budaya. Karena ini kan bukan mengubah bangunan yang sudah ada, tapi menambah," ucap Sultan.
Ketua Panitia Pembangunan Grha Padmanaba, Triyanto, mengatakan rencana pembangunan gedung itu sudah dimulai sejak 2012 lalu. Peletakan batu pertama dimulai pada 2020 dan pada 2021 mulai dibangun. Total biaya pembangunan gedung Grha Padmanaba mencapai hampir Rp17 miliar dengan tinggi tujuh lantai dan fasilitas yang memadai untuk digunakan sebagai pelengkap pembelajaran murid.
Triyanto menyebut lantaran berada di kawasan cagar budaya pihaknya berulang kali merevisi bentuk rancangan bangunan Grha Padmanaba. Awalnya desain bangunan yang hendak dibuat bukan seperti yang telah dibangun sekarang. Rancangan bangunan awal diminta agar direvisi oleh dinas terkait dan disesuaikan dengan langgam bangunan indies.
"Proses desain 2019 memang sampai tiga atau empat kali karena dievalusi terus sama dinas. Karena Kotabaru kawasan heritage. Kami ubah dan akhirnya disetujui, artinya sudah sesuai dengan syarat bangun di Kotabaru. Memang aturannya banyak dan harus indies," katanya.
Menurutnya selain menambah ruang kelas sekolah, Grha Padmanaba menjaga kelestarian bangunan cagar budaya yang ada di sekolah itu. "Dengan gedung yang representatif harapannya murid bisa belajar lebih optimal," ujarnya.
Tujuh lantai yang dibangun di gedung itu akan dimanfaatkan untuk berbagai macam kegiatan. Agenda-agenda workshop, penampilan, dan juga perpustakaan atau laboratorium tersedia di bangunan tersebut."Beberapa lantai sudah dipakai untuk ruang kelas dan nanti rencananya peralatan yang di laboratorium lama mungkin bisa dipindah ke sini," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penerapan parkir QRIS di Bantul belum direalisasikan. Dishub masih mematangkan aplikasi, koordinasi dengan BPD DIY, dan kesiapan juru parkir.
KPK minta Bupati Kuansing dan Sekda menyerahkan diri usai OTT, 10 orang diamankan.
Modus sewa ilegal TKD Condongcatur terbongkar, 17 penyewa setor Rp1,3 miliar, negara rugi Rp1,7 miliar.
Eks pegawai bank di Banyumas jadi tersangka pemalsuan surat dan penipuan Rp25 miliar, korban lebih dari 100 orang.
Nadiem ajukan banding atas vonis 10 tahun kasus Chromebook, bantah terima Rp809 miliar dan singgung kriminalisasi.
Mobil listrik dan mobil mewah beralih ke kabel aluminium menggantikan tembaga karena harga dan efisiensi.