Advertisement

Kreatif! Siswa SD Gedongkiwo Bikin Kostum Karnaval HUT Jogja dari Limbah

Triyo Handoko
Selasa, 04 Oktober 2022 - 17:27 WIB
Arief Junianto
Kreatif! Siswa SD Gedongkiwo Bikin Kostum Karnaval HUT Jogja dari Limbah Pembukaan karnaval SD Gedongkiwo dalam rangka merayakan HUT ke-266 Jogja yang dibuka oleh Lurah Gedongkiwo Supriyono, Senin (3/9/2022). - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Sungguh kreatif. Sebanyak 287 siswa SDN Gedongkiwo mengkreasi limbah sampah tak terpakai untuk dijadikan kostum karnaval guna memeriahkan HUT ke-266 Jogja. Limbah yang dikreasi tersebut dari botol plastik, kertas sisa, hingga kardus, warga Gedongkiwo mengapresiasi kreasi tersebut.

Selain karnaval, pentas seni di Kantor Kelurahan Gedongkiwo juga memeriahkan HUT Jogja pada Senin (3/10/2022). Ribuan warga Gedongkiwo terhibur oleh perayaan tersebut.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Lurah Gedongkiwo, Supriyono mengapresiasi karnaval tersebut. “Apalagi yang melakukan adalah anak-anak, jadi partisipasi peringatan HUT ke-266 Jogja ini sangat meriah dan membuat warga antusias,” ucap dia, Selasa (4/10/2022).

BACA JUGA: Hajad Dalem Sekaten 2022 Kembali Digelar Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Supriyono juga mengapresiasi kreasi pemanfaatan limbah jadi kostum karnaval tersebut. “Kreasi ini sangat menginspirasi untuk turut memanfaatkan barang yang ada terutama yang sudah tidak bermanfaat,” katanya.

Pelaksana Harian Kepala SDN Gedongkiwo, Umi Hariyani menyebut penggunaan limbah untuk kostum tersebut dilakukan untuk menunjang tema karnaval. “Temanya SDN Gedongkiwo Mewujudkan Satu Bumi untuk Masa Depan, karena kami juga sekolah status Adiwiyata,” jelasnya, Selasa siang. 

Melalui pemanfaatan limbah sampah tersebut, kata Umi, juga dimaksudkan untuk mengampanyekan hidup ramah lingkungan ke masyarakat.

“Lewat siswa-siswa, kami ingin menyampaikan bahwa masalah sampah bisa dikelola siapa saja termasuk anak-anak,” ujarnya.

Advertisement

Umi menjelaskan status SD Gedongkiwo sebagai sekolah Adiwiyata harus bisa berkontribusi ke masyarakat sekitar. “Harapannya status tersebut juga bisa dijaga dan ditingkatkan terus,” ucap dia.

Lewat karnaval tersebut, lanjut Umi, juga diharapkan siswa mampu memiliki kebanggaan atas kotanya. “Supaya mereka sebagai generasi penerus bisa punya motivasi untuk terus mengembangkan Jogja sebagai katanya,” ucapnya.

Nilai-nilai tradisi, jelas Umi, juga turut dilestarikan lewat karnaval tersebut. “Siswa-siswa kami memakai adat istiadat yang dapat mendekatkan nilai-nilai tradisi supaya terus dilestarikan, terutama soal perilaku dan karakter yang bagus karena mereka masih anak-anak,” tandasnya.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Gunung Semeru Masih Luncurkan Awan Panas

News
| Senin, 05 Desember 2022, 11:57 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement