Sri Sultan Dukung Pengembangan AI, Tapi Manusia Harus Tetap Kendali
Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan pengembangan AI harus tetap menempatkan manusia sebagai pengendali dalam Center of Excellence AI di Jogja.
Ilustrasi ketika puluhan warga Balong Bimomartani Ngemplak mendatangi bangunan yang selama ini digunakan untuk kegiatan LDII, Minggu (11/9/2022)/Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN - Warga Tegal Balong dan jemaah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang tinggal di Tegal Balong hari ini menggelar silaturahmi di Kalurahan Bimomartani, Ngemplak, Rabu (5/10/2022).
Warga Kompleks Tegal Balong, Sumijo mengatakan nantinya dilakukan pelepasan spanduk yang terpasang di sekitar bangunan masjid. "Isi kesepakatan akan diserahkan bersamaan pelepasan spanduk," ucapnya kepada Harianjogja.com, Rabu.
Dia mengatakan sampai saat ini di masjid LDII belum ada kegiatan sama sekali. Untuk mendinginkan suasana pasca adanya penolakan kegiatan jamaah LDII dialihkan ke luar Tegal Balong.
"Masih cooling down dulu, sementara. Sampai sekarang enggak ada kegiatan, tidak ada pembangunan. Kegiatan di kompleks sudah dialihkan," ujar dia.
Dia berharap agar warga Tegal Balong bisa hidup berdampingan dengan damai dan beribadah sesuai keyakinan masing-masing. Sumijo mengatakan dia sendiri kurang paham akar permasalahan penolakan tersebut.
"Masjid LDII di sini sudah berjalan, beberapa tahun tidak ada apa-apa. Masjid dibangun sejak Maret 2017 lalu renovasi kemarin. Sementara dihentikan [renovasi]," jelasnya.
BACA JUGA: Warga di Sleman Turun ke Jalan Tolak Keberadaan LDII
Pengurus LDII Bimomartani, Suraji mengharapkan hal yang sama. Agar bisa terjalin hidup damai dan saling toleransi. Undangan hari ini menurutnya untuk warga LDII yang tingga di Tegal Balong bukan atas nama lembaganya.
"Setelah pertemuan damai ini terus mau membuka segel yang ditutup warga di masjid Tegal Balong," ucapnya.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan pemerintah kabupaten (Pemkab) akan melakukan upaya mediasi semaksimal mungkin. Keberadaan masjid yang ditolak warga menurutnya sudah punya Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
"Jadi kami kan gak mungkin diam saja, carikan yang terbaik. Mediaasi ada dua hal kubu warga yang tidak menghendaki adanya bangunan itu, dan ternyata sudah ber IMB kan kami gak mungkin diam," paparnya.
Danang mengaku terus memantau proses penyelesaian kasus ini. Kasus sensitif semacam ini perlu dilakukan mediasi beberapa kali karena banyak pihak yang terlibat di dalamnya.
"[kasus semacam ini] dulu pernah ada tetapi bisa selesai. Soal pembangunan gereja. Makanya kami bentuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dalam rangka memfasilitasi setiap perwakilan umat beragama," paparnya.
Silaturahmi warga Tegal Balong di Kalurahan Bimomartani, Ngemplak digelar tertutup. Harianjogja.com yang hadir di lokasi tidak diizinkan masuk untuk mengikuti kegiatan yang digelar sejak jam 08.00 WIB sampai jam 13.00 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan pengembangan AI harus tetap menempatkan manusia sebagai pengendali dalam Center of Excellence AI di Jogja.
Manajer PSS Sleman Agus Purwoko menilai training ground penting untuk meningkatkan kualitas dan prestasi Super Elja. Ini perkembangannya.
Rusia memanggil Dubes Jepang Akira Muto setelah Putin mengunjungi Etorofu. Sengketa Kepulauan Kuril kembali memanas.
Vaksin HPV kini menyasar siswa laki-laki kelas 5 SD di Sleman dalam BIAS 2026. Total 16.291 siswa menjadi sasaran imunisasi.
Eks Menag Yaqut minta dibebaskan dari dakwaan korupsi kuota haji 2023-2024. Tim hukum menilai dakwaan jaksa kabur
Pesawat tempur Dassault Rafale ikut manuver 81 pesawat pada HUT Ke-81 RI. Simak spesifikasi, performa, mesin, dan persenjataannya.