Buruh DIY Desak Pesangon Dijamin dalam RUU Pelindungan Ketenagakerjaan
Buruh DIY meminta jaminan pesangon masuk RUU Pelindungan Ketenagakerjaan dalam audiensi dengan Pemda DIY, Kamis (17/9/2026).
Tangkapan layar perkelahian sesama mahasiswa Fakultas Teknologi Minyak UPN./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Pertandingan futsal antarprodi di Fakultas Teknologi Mineral UPN Veteran Yogyakarta berujung tawuran. Dalam video yang beredar Rabu (5/6/2022) kemarin, mahasiswa terlihat saling dorong dan tunjuk di kampus UPN. Sejumlah mahasiswa terluka.
Dekan Fakultas Teknologi Mineral UPN Veteran Sutarto mengatakan dua prodi yang bertanding berasal dari Fakultas Teknologi Mineral UPN Veteran. Kegiatan ini diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Tujuan pertandingan futsal adalah mengakrabkan prodi. Namun, pertandingan tidak berjalan sesuai rencana dan tujuan kerana malah ricuh. Sutarto mengaku sudah melakukan komunikasi dengan ketua tim terkait kegiatan ini.
"Pertandingan futsal semua prodi. Sebenarnya kegiatan ini agar mahasiswa lebih guyub lagi karena selama pandemi tidak ada kegiatan, baru ini mulai kegiatan lagi," kata dia saat dihubungi Harian Jogja, Kamis (6/10/2022).
Pertandingan futsal sebenarnya digelar di luar kampus. Sementara keributan terjadi di dalam kampus. Akibat kejadian ini ada lima sampai sepuluh mahasiswa yang mengalami luka ringan. Kejadian itu diawali saling teriak dan saling tuding sehingga berakhir dengan keributan. Sutarto enggan menyebut dua prodi yang bertanding kemarin untuk meredam konflik.
BACA JUGA: Dua Kelompok Suporter Bentrok di Jogja, Begini Kronologinya
"Kemarin saat kejadian masih ada acara, saya minta hentikan kegiatan yang datangkan banyak mahasiswa. Dua hari ini sama besok kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring lagi. Semua pintu kami tutup, enggak ada mahasiswa dari dua prodi yang datang ke kampus," jelasnya.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh BEM ini menurutnya tidak hanya futsal, tetapi juga olahraga yang lain. Tim telah dibentuk untuk mencari tahu siapa saja yang terlibat karena di kode etik mahasiswa setiap pelanggaran harus ada sanksi, baik ringan maupun berat.
"Sementar minggu ini perkuliahan daring karena minggu depan sudah UTS, nanti akan kami lihat, kami kumpulkan banyak masukan, kami evaluasi. Kalau belum kondusif UTS daring," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Buruh DIY meminta jaminan pesangon masuk RUU Pelindungan Ketenagakerjaan dalam audiensi dengan Pemda DIY, Kamis (17/9/2026).
Pemkab Sleman menyalurkan hibah Rp166,5 juta kepada 32 LKS pada 11 Juni 2026. Dana diberikan melalui rekening masing-masing lembaga.
Mendag Budi Santoso meninjau harga bahan pokok di Pasar Potrojayan Sleman dan menekankan pentingnya menjaga harga wajar bagi produsen dan konsumen.
Leica Al-Humaira Lubis meraih perunggu Asian Games 2026, sementara Kanurian Al Ghozi menembus final Men’s 10m Air Rifle.
Keluarga mengenang Den Baguse Ngarsa sebagai sosok serius, jarang mengeluh sakit, dan sehari sebelum meninggal masih sempat ngangkring.
Polresta Jogja memeriksa pemilik food truck dan dua jukir terkait dugaan pungli saat berjualan di Alun-Alun Kidul Jogja.