Menjaga Tradisi Sulam Kasab Aceh di Tengah Modernisasi Bersama Holding Ultra Mikro BRI
Asra menjaga tradisi sulam kasab Aceh selama lebih dari tiga dekade. Dukungan PNM Mekaar membantu mengembangkan usaha dan memberdayakan warga sekitar.
Suasana pameran seni dalam Muhammadiyah Expo Jogja (MJE) di Kampus utama Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta./Ist
Harianjogja.com, JOGJA-Muhammadiyah Jogja Expo (MJE) Kembali digelar dengan harapan membentuk pusat budaya Islam terbesar di Indonesia, tidak hanya di Jogja tetapi untuk seluruh daerah di Indonesia.
Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, dimulai dari hari Kamis (6/10/2022) sampai dengan Minggu (9/10/2022) bertempat di Kampus utama Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.
Taufik Ridwan selaku ketua panitia MJE mengatakan bahwa kegiatan ini akan diisi dengan ratusan rangkaian acara untuk menyemarakkan MJE ini. “Untuk kegiatan sendiri akan ada sebanyak 105 kegiatan yang akan memeriahkan MJE ini. Dan akan diperkirakan sekitar 5.000 pengunjung berada di MJE,” tuturnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (7/10/2022).
Di samping itu, ada hal yang menarik dari MJE kali ini. Terdapat pameran seni hasil karya seniman dari berbagai daerah dan juga seniman Muhammadiyah turut andil dalam kegiatan ini. Pameran seni ini bertempat di lantai dasar Masjid Islamic Center UAD. Pameran ini mengangkat tema “Bersama Membangun Bangsa”.
Baca juga: Pembukaan Muhammadiyah Jogja Expo #2 Berlangsung Meriah
Rina Wati selaku koordinator pameran seni mengatakan dengan adanya pameran ini mari bersama-sama bergandengan tangan dan membangun hal-hal yang postif. “Dengan mengangkat tema tersebut kami berharap mari kita bersama-sama untuk saling bergandeng tangan membangun bangsa ini dengan hal yang positif. Walaupun selama dua tahun ini kita dibatasi dengan pandemic, terus seniman dibatasi dengan berkarya dan sekarang mulai bangkit membangun bangsa ini dengan cara yang positif,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan pameran ini diikuti oleh perupa-perupa seni dari berbagai kalangan. “Pameran seni MJE ini diikuti oleh berbagai perupa seni dari lulusan sekolah seni di Yogyakarta, Padang, perupa seni dari ISI Yogyakarta dan Universitas Negeri Yogyakarta,” sambungnya.
Rina berharap para seniman harus mulai bangkit dan terus berkarya meski beberapa tahun yang lalu dibatasi oleh pandemi. “Harapannya untuk para seniman tetap selalu berkarya, berkarya untuk jalan yang selalu diridhoi oleh Allah. Intinya harus tetap berkarya dalam keadaan apapun dan jangan pernah putus semangat. Semoga nanti akan lebih banyak lagi peluang pameran-pameran yang lainnya,” tutupnya.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asra menjaga tradisi sulam kasab Aceh selama lebih dari tiga dekade. Dukungan PNM Mekaar membantu mengembangkan usaha dan memberdayakan warga sekitar.
Dayton resmi masuk pasar ban Indonesia dengan DT30 dan H/T100 untuk kendaraan penumpang, mengusung keselamatan dan daya tahan.
Iran vs Amerika memanas setelah Trump mengancam Iran. Pezeshkian menegaskan Iran siap merespons serangan AS dengan skala lebih besar.
KPK menerbitkan sprindik baru pada 22 September 2026 untuk pengembangan kasus dugaan korupsi Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq.
SPPG Patalan 2 Bantul ditutup permanen oleh BGN setelah dua kali kasus keracunan menimpa siswa dan guru penerima manfaat MBG.
KSAL Muhammad Ali menjelaskan alasan kapal induk pertama TNI diberi nama KRI Sriwijaya-100 yang terinspirasi kejayaan maritim Nusantara.