Guru Tewas Diduga Dipukul Kakak Kandung, Pelakunya Pernah Dirawat di RS Ghrasia

CRA22
CRA22 Senin, 10 Oktober 2022 20:07 WIB
Guru Tewas Diduga Dipukul Kakak Kandung, Pelakunya Pernah Dirawat di RS Ghrasia

Ilustrasi kekerasan./Pixabay

Harianjogja.com, BANTUL — Seorang guru bernama Muliya Rahayu, 41, asal Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul meninggal dunia diduga akibat dianiaya kakak kandungya sendiri yang bernama Kenedi, 44 Senin, (10/10/2022) sekitar pukul 04.45 WIB.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry mengatakan kejadian berawal ketika Suriyah, tetangga korban, mendengar suara orang dipukul dari dalam rumahnya.

Suriyah yang keluar rumah lantas mendapati Muliya tergeletak di halaman rumah. Dia kemudian menelepon Sri Pariningsih, memberitahukan bahwa adiknya terlihat pergi dari lokasi kejadian sesaat setelah korban tergeletak dengan kondisi kepala berlumuran darah. 

BACA JUGA: Tidak Mudah Implementasikan Visi Misi Gubernur DIY

Hasil pemeriksaan dari dokter Puskesmas Kasihan I dan Tim Inafis Polres Bantul menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia. Kepala korban sebelah kiri mengalami dua luka yang mengeluarkan darah akibat pukulan benda tumpul, dan lengan tangan sebelah kiri mengalami patah akibat pukulan.

Korban kemudian dibawa oleh PMI Kabupaten Bantul ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda DIY guna dilakukan otopsi.

Kakak kandung korban yang pernah menjadi pasien di RS Grhasia tersebut, kini telah diamankan Polres Bantul dan akan dilakukan observasi kejiwaan di RS Sardjito.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online