PAD Wisata Gunungkidul Melejit, Dewan Minta Target Dinaikkan
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Ilustrasi. /Solopos-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Sedikitnya 22 keluarga di Kalurahan Nglindur, Girisubo sempat terendam banjir setinggi 20 Sentimeter. Peristiwa ini terjadi karena hujan yang mengguyur sejak Rabu (19/10/2022) siang.
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, dampak dari cuaca ekstrem sudah mulai terlihat. Hujan yang terus menguyur sejak Rabu siang mengakibatkan genangan air setinggi 20 sentimeter di permukiman warga di Kalurahan Nglindur, Girisubo.
“Kejadiannya sekitar pukul 21.00 WIB, tapi kondisi sekarang sudah kering sehingga warga yang terdampak bisa kembali lagi ke rumah,” katanya, Kamis (20/10/2022).
Menurut dia, genangan air terjadi karena gorong-gorong saluran air tersumbat. Selain itu, curah hujan yang tinggi mengakibatkan luapan sampai ke rumah warga.
Total ada 22 keluarga terdampak. Adapun rincianya, empat keluarga di Dusun Gangsalan Lor, sembilan keluarga di Dusun Gangsalan Kidul. Sedangkan di Dusun Wuni ada tujuh keluarga dan dua keluarga lainnya di Dusun Tekik.
“Tidak hanya rumah, tapi air juga menggenangi tempat ibadah,” katanya.
Meski demikian, Purwono memastikan kondisi pada saat sekarang sudah terkendali. Pasalnya, seluruh warga terdampak sudah kembali ke rumah masing-masing.
Dia menambahkan, potensi cuaca ekstrem masih akan terjadi. Oleh karenanya, ia meminta kepada masyarakat untuk waspada dengan melakukan antisipasi sehingga dampaknya bisa ditekan sekecil mungkin.
Salah satu antisipasi yang dilakukan dengan cara menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Selain itu, juga dapat dilakukan dengan gerakan pembersihan saluran air sehingga tidak menyebabkan terjadinya banjir.
“Kita tidak tahu kapan akan terjadi bencana. Namun yang bisa dilakukan dengan melakukan antisipasi agar dampaknya tidak besar,” katanya.
BACA JUGA: Pria Sleman Ikat dan Rampok Teman Kencannya, Lalu Menusuk Saksi dengan Pisau
Kepala Bidang Pengendalian dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan sudah mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi di awal musim penghujan. Selain menyiagakan ratusan petugas dari lintas sektor, juga sudah menyiapkan status siaga darurat bencana.
Dia menjelaskan, untuk penanggulangan juga sudah menyiapkan anggaran senilai Rp1,1 miliar. Menurut Sumadi, dana yang dimiliki masih bisa bertambah apabila terjadi bencana yang besar.
Sesuai dengan ketentuan, pada saat terjadi bencana besar sehingga membutuhkan upaya pemulihan, maka BPBD bisa mengakses anggaran BTT yang dimiliki Pemkab Gunungkidul. Salah satu syarat mengakses dana ini dengan menetapkan status tanggap darurat.
“Mudah-mudahan tidak ada bencana besar. Tapi, kami tetap waspada baik melalui penyiagaan personel maupun dukungan anggaran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Rute Trans Jogja 2026 lengkap dengan tarif dan sistem pembayaran digital. Solusi transportasi murah dan bebas macet di Jogja.
Harga emas hari ini di Pegadaian naik. Antam tembus Rp2,91 juta per gram, UBS dan Galeri24 juga menguat.
Top 10 berita Jogja hari ini 31 Mei 2026. Dari api misterius di Sleman hingga daftar pemain Timnas U19 AFF 2026.
PSG juara Liga Champions 2026 dan sukses back to back. Les Parisiens kini masuk daftar elite klub Eropa dengan gelar beruntun.
Jadwal DAMRI Jogja–YIA 31 Mei 2026 lengkap. Cek tarif, rute, dan jam keberangkatan ke bandara dan Semarang.