Advertisement

Puluhan Rumah di Gunungkidul Terendam Air Setinggi 20 Sentimeter

David Kurniawan
Kamis, 20 Oktober 2022 - 15:27 WIB
Bhekti Suryani
Puluhan Rumah di Gunungkidul Terendam Air Setinggi 20 Sentimeter Ilustrasi. - Solopos/Sunaryo Haryo Bayu

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Sedikitnya 22 keluarga di Kalurahan Nglindur, Girisubo sempat terendam banjir setinggi 20 Sentimeter. Peristiwa ini terjadi karena hujan yang mengguyur sejak Rabu (19/10/2022) siang.

Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, dampak dari cuaca ekstrem sudah mulai terlihat. Hujan yang terus menguyur sejak Rabu siang mengakibatkan genangan air setinggi 20 sentimeter di permukiman warga di Kalurahan Nglindur, Girisubo.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

“Kejadiannya sekitar pukul 21.00 WIB, tapi kondisi sekarang sudah kering sehingga warga yang terdampak bisa kembali lagi ke rumah,” katanya, Kamis (20/10/2022).

Menurut dia, genangan air terjadi karena gorong-gorong saluran air tersumbat. Selain itu, curah hujan yang tinggi mengakibatkan luapan sampai ke rumah warga.

Total ada 22 keluarga terdampak. Adapun rincianya, empat keluarga di Dusun Gangsalan Lor, sembilan keluarga di Dusun Gangsalan Kidul. Sedangkan di Dusun Wuni ada tujuh keluarga dan dua keluarga lainnya di Dusun Tekik.

“Tidak hanya rumah, tapi air juga menggenangi tempat ibadah,” katanya.

Meski demikian, Purwono memastikan kondisi pada saat sekarang sudah terkendali. Pasalnya, seluruh warga terdampak sudah kembali ke rumah masing-masing.

Dia menambahkan, potensi cuaca ekstrem masih akan terjadi. Oleh karenanya, ia meminta kepada masyarakat untuk waspada dengan melakukan antisipasi sehingga dampaknya bisa ditekan sekecil mungkin.

Advertisement

Salah satu antisipasi yang dilakukan dengan cara menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Selain itu, juga dapat dilakukan dengan gerakan pembersihan saluran air sehingga tidak menyebabkan terjadinya banjir.

“Kita tidak tahu kapan akan terjadi bencana. Namun yang bisa dilakukan dengan melakukan antisipasi agar dampaknya tidak besar,” katanya.

BACA JUGA: Pria Sleman Ikat dan Rampok Teman Kencannya, Lalu Menusuk Saksi dengan Pisau

Advertisement

Kepala Bidang Pengendalian dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan sudah mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi di awal musim penghujan. Selain menyiagakan ratusan petugas dari lintas sektor, juga sudah menyiapkan status siaga darurat bencana.

Dia menjelaskan, untuk penanggulangan juga sudah menyiapkan anggaran senilai Rp1,1 miliar. Menurut Sumadi, dana yang dimiliki masih bisa bertambah apabila terjadi bencana yang besar.

Sesuai dengan ketentuan, pada saat terjadi bencana besar sehingga membutuhkan upaya pemulihan, maka BPBD bisa mengakses anggaran BTT yang dimiliki Pemkab Gunungkidul. Salah satu syarat mengakses dana ini dengan menetapkan status tanggap darurat.

“Mudah-mudahan tidak ada bencana besar. Tapi, kami tetap waspada baik melalui penyiagaan personel maupun dukungan anggaran,” katanya.  

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Gunung Semeru Masih Luncurkan Awan Panas

News
| Senin, 05 Desember 2022, 11:57 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement