Advertisement

Kerap Meluap dan Merendam Permukiman, Sungai di Tengah Kota Jogja Akan Diperlebar

Yosef Leon
Senin, 07 November 2022 - 14:27 WIB
Budi Cahyana
Kerap Meluap dan Merendam Permukiman, Sungai di Tengah Kota Jogja Akan Diperlebar Petugas BPBD Kota Jogja memantau aliran Kali Belik yang sempat meluap saat hujan berintensitas tinggi pada Minggu (5/11/2022) malam. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja berencana  mempelebar Sungai Belik yang berada di kawasan Klitren, Gondokusuman. Sungai itu kerap meluap dan merendam permukiman warga saat hujan berintensitas tinggi. 

Minggu (6/11/2022) kemarin saat hujan deras, Sungai Belik yang alirannya melintas di pemukiman warga meluap dan merendam sejumlah perumahan di area Klitren. Kepala BPBD Kota Jogja Nur Hidayat mengatakan banjir diperkirakan sempat merendam rumah warga selama satu sampai dua jam di sore hari. Selepas Magrib, air perlahan-lahan mulai surut. 

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Dari rekaman video yang tersebar di media sosial, luapan air sungai masuk ke permukiman warga terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat hujan turun deras di Kota Jogja. Tinggi air yang merendam rumah diperkirakan sampai perut orang dewasa. Berdasarkan laporan yang dikirim BPBD Kota Jogja, air sudah surut dan pemukiman penduduk tidak lagi terendam pada pukul 20.00 WIB. 

"Kali Belik itu selalu meluap, karena jalurnya sudah tertutup di daerah Sleman, sehingga kapasitasnya enggak mencukupi. Kami akan mencoba berkoordinasi dengan provinsi," kata Nur, Senin (7/11/2022). 

Menurut Nur, pemukiman warga yang dilintasi oleh Kali Belik selalu jadi langganan banjir saat musim penghujan seperti sekarang. Nur menyebut bakal ada pelebaran Kali Belik untuk mengatasi luapan air. Jawatannya masih berkoordinasi dengan Pemda DIY dan instansi terkait lainnya untuk membuat kajian penanganan terhadap persoalan di wilayah tersebut. Dia belum memastikan kapan pelaksanaannya akan dimulai. 

"Memang perlu pelebaran atau pendalaman lagi, kalau terus menerus seperti itu pasti akan jadi persoalan. Kami belum tahu kapan bisa dimulai, karena perlu perencanaan yang lebih detail lagi," ungkapnya.

BACA JUGA: Bus Tabrak Truk di Ring Road Selatan, Satu Orang Tewas

Untuk sementara waktu, Nur meminta kepada warga yang berada di sekitar Sungai Belik untuk waspada dan siaga terhadap ancaman banjir yang sewaktu-waktu bisa terjadi. Sebisa mungkin barang dan juga peralatan yang penting diamankan supaya tidak terkena  luapan air sungai.

Advertisement

"Antisipasi sementara kewaspadaan warga sekitar situ, ketika ada banjir atau arus deras, harus siap siaga dan mempersiapkan diri," pungkasnya. 

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dubes AS Kritik KUHP Soal Zina: Bisa Pengaruhi Hubungan RI-AS

News
| Kamis, 08 Desember 2022, 04:27 WIB

Advertisement

alt

Jalan Layang Paling Membingungkan di Dunia, Perlu 10 Menit Keluar Kalau Salah Jalur

Wisata
| Rabu, 07 Desember 2022, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement