Pilur di 31 Kalurahan, DPRD Gunungkidul Minta Warga Cerdas Memilih
Pilur serentak digelar di 31 kalurahan Gunungkidul September 2026. DPRD meminta warga aktif mengawasi tahapan dan cerdas memilih.
FGD bersama ormas yang diselenggarakan oleh Badan Kesbangpol Kota Jogja beberapa waktu lalu./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jogja mengajak seluruh elemen organisasi masyarakat (ormas) untuk menjaga kondusifitas wilayah dan mencegah konflik. Ormas di Jogja diharapkan bisa menjadi agen pembangunan serta mitra pemerintah dalam memelihara ketertiban.
Kepala Badan Kesbangpol Kota Jogja Budi Santoso mengatakan ormas harus ikut aktif dalam memelihara dan menciptakan suasana yang kondusif di dalam kehidupan masyarakat, bukan sebaliknya justru membuat keadaan menjadi semakin kacau dengan tindakan atau perilaku meresahkan masyarakat.
"Ormas sebagai wadah masyarakat harus ikut aktif dalam perannya mensukseskan pembangunan serta ikut menjaga kedaulatan negara dan ketertiban sosial. Sebagai pendukung dalam menciptakan keamanan dan ketertiban wilayah masing-masing," kata Budi, Jumat (11/11/2022).
Budi menambahkan ormas dapat berperan sebagai juru damai dan mendukung terciptanya suasana kondusif yang dapat mengantisipasi kemungkinan konflik antar kepentingan dalam masyarakat. Mereka turut andil dalam menumbuhkembangkan kesadaran kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang berorientasi pada pembangunan nasional.
"Ormas harus tetap menjaga kemandirian menjadi organisasi yang mampu menjalankan peran pendorong kepentingan publik," lanjutnya.
Hal ini juga telah diamanatkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 3/2002 tentang Pertahanan Negara dan Undang-Undang No.17/2013 tentang Organisasi Masyarakat. Masyarakat berhak dan wajib turut serta dalam bela negara. Ormas dapat berperan sebagai katalisator dan penggerak masyarakat dalam upaya-upaya bela negara, terlebih ketika negara dalam keadaan darurat.
"Oleh karena itu dalam sosialisasi Ormas ini kami berharap agar Ormas mampu berkontribusi dengan cara masing-masing untuk menjaga Jogja tetap kondusif apalagi menjelang tahun politik pada 2024 mendatang," urainya.
Dalam kesempatan itu ada sejumlah ormas yang ikut serta dalam sosialisasi baik kemahasiswaan, suporter, serikat pekerja, dan lain sebagainya yakni HMI, IMM, GMKI, PMII, SMI, Buruh KSPSI, BEM SI, BEM Nusantara, Maident, Brajamusti, Merkid, Merkade, FPPKI, Sniper, Taruna Bangsa, dan Senkom.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak digelar di 31 kalurahan Gunungkidul September 2026. DPRD meminta warga aktif mengawasi tahapan dan cerdas memilih.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.
Iran menolak menghentikan perang dan membuka Selat Hormuz sebelum AS memenuhi tuntutan terkait perang, aset, dan gencatan senjata.