Seleksi Sekda Sleman Masuk Tahap Akhir, Tiga Nama Disiapkan

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Kamis, 21 Mei 2026 13:37 WIB
Seleksi Sekda Sleman Masuk Tahap Akhir, Tiga Nama Disiapkan

Lelang jabatan - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN—Proses seleksi calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman kini memasuki tahap akhir. Hasil seleksi terhadap 10 pejabat eselon II yang mengikuti tahapan uji kompetensi dan wawancara telah diserahkan kepada Bupati Sleman, Harda Kiswaya.

Kepala Bidang Pengembangan, Pendidikan, dan Pelatihan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Sleman, Yanuar Purnomo Putro, mengatakan seluruh kandidat telah menyelesaikan proses seleksi yang dilakukan panitia seleksi.

“Kalau pengisian jabatan Sekda kemarin sudah dilakukan wawancara sama tim panitia seleksi. Hasilnya sudah diajukan ke Bapak Bupati,” kata Yanuar saat dihubungi, Kamis (21/5/2026).

Dari total peserta yang mengikuti seleksi, terdapat tiga pejabat perempuan dan tujuh pejabat laki-laki. Seluruhnya merupakan pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Yanuar menjelaskan proses seleksi dilakukan melalui tahapan uji kompetensi teknis serta wawancara. Dalam proses tersebut, Bupati Sleman juga ikut memantau jalannya seleksi secara langsung.

Berbeda dengan pola seleksi terbuka sebelumnya, pengisian jabatan Sekda kali ini menggunakan sistem manajemen talenta melalui aplikasi Sistem Manajemen Talenta (SIMATA) milik Badan Kepegawaian Negara.

Melalui sistem tersebut, ASN tidak mendaftarkan diri secara langsung untuk mengikuti seleksi. Penilaian dilakukan berdasarkan rekam jejak kinerja serta potensi pegawai yang tersimpan dalam sistem.

Data tersebut kemudian digunakan untuk memetakan ASN ke dalam sembilan kategori manajemen talenta. Pegawai dengan potensi dan kinerja terbaik masuk kategori tertinggi dan berpeluang dipilih sebagai kandidat jabatan strategis yang kosong.

Setelah proses penyaringan melalui aplikasi selesai, kandidat yang masuk kategori terpilih diundang mengikuti uji kompetensi dan wawancara oleh panitia seleksi.

Menurut Yanuar, penggunaan sistem manajemen talenta dinilai lebih efektif dibandingkan metode seleksi terbuka karena prosesnya lebih cepat serta membutuhkan biaya lebih rendah.

Selain itu, sistem tersebut juga dianggap mampu menjaring ASN potensial tanpa terkendala keterlambatan informasi pendaftaran sebagaimana sering terjadi dalam mekanisme seleksi terbuka.

Saat ini Pemkab Sleman masih menunggu rekomendasi teknis dari BKN sebelum proses dilanjutkan ke tahap berikutnya. Setelah rekomendasi diterbitkan, pemerintah daerah akan mengajukan izin kepada Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta untuk proses penetapan dan pelantikan Sekda definitif.

Pemkab Sleman menargetkan pelantikan Sekda baru dapat dilakukan pada 2 Juni 2026. Jadwal tersebut dipilih sehari setelah Sekda saat ini memasuki masa pensiun pada 1 Juni 2026.

Dengan target tersebut, Pemkab Sleman berharap proses pergantian jabatan dapat berlangsung lancar tanpa perlu menunjuk pelaksana tugas (Plt) Sekda.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online