Advertisement

Agar Orang Tak Berobat ke Luar Negeri, Ini yang Perlu Dilakukan..

Abdul Hamied Razak
Selasa, 15 November 2022 - 10:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Agar Orang Tak Berobat ke Luar Negeri, Ini yang Perlu Dilakukan.. Direktur Kortex Indonesia Adjunct Professor Hananiel Prakasya Widjaya saat diskusi Medical Toursm di Jogja akhir pekan lalu. Ist

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA- Salah satu alasan orang berobat ke luar negeri karena tidak puas dengan sarana dan prasarana layanan kesehatan di Indonesia. Dengan inovasi dan transformasi layanan kesehatan, minat orang berobat ke luar negeri bisa ditekan.

Direktur Kortex Indonesia Adj Prof Hananiel Prakasya Widjaya mengatakan kesenjangan fasilitas penunjang yang tersedia di setiap rumah sakit, keterbatasan jumlah tenaga medis spesialis, kekurangan sistem manajemen yang terpadu, dan ketidaktersediaan professional branding menyebabkan layanan rumah sakit di Indonesia menjadi tidak optimal dan relatif rendah.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Kondisi tersebut menimbulkan ketidakpuasan bagi sebagian masyarakat yang akhirnya mendorong banyak warga Indonesia memilih berobat ke luar negeri," katanya kegiatan hybrid webinar bertajuk Physician Network Inovasi dalam Medical Tourism Indonesia melalui rilisnya, Selasa (15/11/2022).

Hanan merujuk pada data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021. Di mana jumlah penduduk Indonesia sebanyak 272,68 juta jiwa meningkat menjadi 275,77 juta jiwa pada pertengahan 2022. Jumlah tersebut sangat jauh dari ketersediaan layanan rumah sakit yang berjumlah 3.112 unit pada tahun 2021. Meskipun jumlah tersebut telah mengalami kenaikan sebesar 5,17% dibanding tahun 2020.

Baca juga: Posisi Tidur Bisa Redakan Batuk, Ini Penjelasannya

"Dengan perbandingan rasio 1 88.650, maka dapat diasumsikan setiap unit rumah sakit mampu melayani sebanyak 88.650 penduduk agar pelayanan kesehatan dapat diterima oleh seluruh warga negara Indonesia," paparnya.

Adapun jumlah warga negara Indonesia yang berobat ke luar negeri mencapai kisaran 600.000 hingga satu juta orang. Total arus dana keluar (capital outflow) warga Indonesia yang berobat ke luar negeri dapat mencapai lebih dari Rp110 triliun setiap tahunnya. Kunjungan pasien di wilayah Asia terutama berada di 3 negara yaitu Malaysia, Republik Rakyat Tionghoa (RRT), dan Thailand.

Oleh karenanya, kebangkitan medical tourism di Indonesia perlu diimbangi dengan sarana dan prasarana penunjang yang memadai. Untuk mendukung itu, Kortex Indonesia membuka klinik di Jogja mulai akhir bulan ini. "Nah, inovasi Physician Network di Indonesia kami harapkan dapat turut berkontribusi dalam transformasi layanan kesehatan melalui kebangkitan Medical Tourism di Indonesia," ujarnya.

Advertisement

Konsep Physician Network, lanjut Hanan, tidak hanya mengintegrasikan jejaring dokter, namun juga layanan klinik medis dengan layanan non-medis. Strategi tersebut dapat mengeliminasi kendala layanan kesehatan di Indonesia selama ini dan memastikan keberlangsungan layanan berkualitas yang memadukan pengetahuan, tenaga ahli berpengalaman, teknologi canggih, dan sistem manajemen kesehatan terpadu.

"Paradigma layanan tenaga medis yang selama ini lebih mengarah pada Individual Figure juga akan bergeser menjadi Professional Brand sehingga prestise tenaga medis ahli tidak terletak pada satu sosok tertentu melainkan secara keseluruhan dinilai sama," katanya.

Baginya, hal tersebut sangatlah penting terutama di era Patient Centric Care dimana pelayanan kesehatan terfokus pada pasien dan pasien memiliki keterlibatan aktif dalam pengobatan yang diterima. Physician Network Kortex dapat mendukung dan membantu Rumah Sakit dalam melayani target market. Terutamq warga Indonesia yang selama ini berobat ke luar negeri agar beralih menjalani perawatan dan pengobatan di Rumah Sakit dalam negeri.

Advertisement

Salah satu upaya pengembangan Physician Network di Indonesia diwujudkan melalui kolaborasi Kortex Indonesia dengan Rumah Sakit "JIH" berupa layanan JIH Kortex Clinic yang akan mulai buka pada akhir November. "Alat-alat medis canggih dan berteknologi tinggi juga disiapkan dan sudah mulai uji mutu hari ini untuk memastikan pasien dapat menerima layanan berkualitas yang sama,". “Alat medis berteknologi canggih sudah kami siapkan, dan mulai hari ini dilakukan uji mutu," ujar Direktur Utama PT Unisia Medika Farma, Bambang Pediantoro. 

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Cek Sederet Situs Live Streaming Gratis untuk Nonton Piala Dunia 2022

News
| Sabtu, 26 November 2022, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Unik! Hindari Bajak Laut, Rumah di Pulau Ini Dibangun di Bawah Batu Raksasa

Wisata
| Sabtu, 26 November 2022, 17:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement