Bank Jateng Borong Prestasi di Frontliner Championship BPDSI 2026
Dalam kompetisi yang menguji kompetensi, profesionalisme, serta kualitas pelayanan insan perbankan tersebut, Bank Jateng berhasil meraih podium
Sub Koordinator Perencanaan Teknis Jalan dan Jembatan DPUPKP Kabupaten Sleman, Fauzan Ma'ruf ditemui di kantornya, Selasa (15/11/2022)./Harian Jogja
SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus berupaya meningkatkan perekonomian warganya melalui kemudahan akses, salah satunya akses jalan melalui pembangunan jembatan. Tahun ini Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman telah merampungkan pembangunan enam jembatan.
Sub Koordinator Perencanaan Teknis Jalan dan Jembatan DPUPKP Kabupaten Sleman, Fauzan Ma'ruf mengatakan enam jembatan yang dibangun tahun ini diantaranya jembatan merah di Gejayan, di Minggir, di Turi dua jembatan, Pakem, dan jembatan Paitan yang menghubungkan Bantul dengan Sleman.
"Pembangunan jembatan untuk tahun ini sudah rampung semua. Memang kondisi jembatan sudah rusak semua, sehingga mendesak untuk ditangani," ucapnya, Selasa (15/11/2022).
DPUPKP menurutnya setiap tahun melakukan survei ke semua jembatan yang ada di Sleman sejumlah 354 jembatan. Berdasarkan hasil survei 2021 jumlah jembatan yang rusak mencapai 10 jembatan. Namun baru tertangani enam karena keterbatasan dana.
"Bulan-bulan ini sudah selesai survei. Pihak konsultan yang survei semua jembatan di Sleman, ada 354 jembatan," lanjutnya.
Sementara survei 2022 tercatat ada 13 jembatan yang rusak. Akan tetapi pembangunan jembatan tahun depan hanya empat. Kendalanya sama, yakni keterbatasan anggaran.
"Makanya pembangunan jembatan kami ada prioritas, mana yang lalu lintasnya tinggi. Empat jembatan yang akan dibangun tahun depan di antaranya di Godean, Tempel, Cangkringan, dan daerah Ngemplak," jelasnya.
Rata-rata kerusakan jembatan karena bangunannya sudah tua dan terkena gerusan air. Kerusakannya bertambah, bisa jadi tahun ini belum rusak, tahun depan sudah rusak. Pembangunan jembatan menurutnya tidak melulu karena rusak, terkadang karena jembatannya sempit, maka dibangun kembali.
Lebih lanjut die menjelaskan, prioritas pembangunan jembatan berdasarkan tingkat kerusakan. Lalu jembatan mana yang lebih banyak dilalui masyarakat.
"Misalnya yang di Tajem ke Utara kan jalannya ramai, biasanya kan gitu, sama-sama rusak tapi lalu lintas sedikit, kami ambil yang banyak [ramai]. Lalu lihat juga kemanfaatan misal akses ke lokasi wisata."
Melalui pembangunan jembatan ini diharapkan perekonomian masyarakat bisa meningkat. Misalnya dulu truk tidak bisa lewat, namun setelah dibangun jadi bisa lewat, otomatis angkutan barang dan jasa akan lebih mudah.
"Jembatan Merah/Prayan sekarang sudah lebar, truk bisa lebih mudah mendekat ke konsumen. Sehingga masyarakat diuntungkan." (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dalam kompetisi yang menguji kompetensi, profesionalisme, serta kualitas pelayanan insan perbankan tersebut, Bank Jateng berhasil meraih podium
Sebanyak 152 pendaki Gunung Sumbing berhasil turun dengan selamat saat karhutla belum padam. Polisi menutup jalur dan menyiapkan evakuasi.
DPRD Sleman mendorong UMKM Padukuhan Sedogan meningkatkan kualitas produk dan pemasaran untuk menangkap peluang ekonomi Exit Tol Banyurejo.
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, realisasi Program 3 Juta Rumah tercatat 324.213 unit. Pemerintah menggenjot FLPP, BSPS, dan KUR Perumahan.
Pemkab Gunungkidul mengkaji sterilisasi monyet ekor panjang untuk menekan populasi dan konflik dengan warga setelah program pemberian pakan dinilai kurang efekt
Polisi mengevakuasi enam aktivis Greenpeace Indonesia dari Monumen Selamat Datang di Bundaran HI. Seorang aktivis perempuan mendapat penanganan medis.