Advertisement

DIY Siapkan Retribusi Wisata Terintegrasi

Sunartono
Jum'at, 02 Desember 2022 - 07:27 WIB
Sunartono
DIY Siapkan Retribusi Wisata Terintegrasi Suasana TPR Parangtritis, Rabu (4/5/2022) siang. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY akan menyiapkan konsep retribusi wisata terintegrasi. Sistem ini untuk mencegah terjadinya retribusi berulang demi memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

Kepala Bappeda DIY Beny Suharsono mengatakan ke depan perlu ada perencanaan supaya setiap satu objek wisata tidak terkena berbagai macam retribusi, sehingga kabupaten dan kota diminta agar saling terintegrasi. Ia mencontohkan suatu destinasi wisata yang berada di perbatasan agar tidak disertai dengan retribusi yang kecil-kecil akan tetapi dapat dijadikan satu retribusi saja.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA: Rekomendasi Wisata Malam di Jogja

Menurutnya saat ini di DIY masih banyak ditemukan objek wisata yang ditarik retribusi di beberapa titik, ada yang berada di jalan kabupaten dan di jalan desa atau bahkan di jalan nasional. Sistem retribusi terintegrasi ini sebagai bentuk jaminan terhadap wisatawan bahwa ketika datang ke suatu objek wisata cukup satu retribusi.

"Ini kami upayakan diintegrasikan agar retribusi cuma satu demi kepentingan bersama harus dijaga kerja sama antara desa dan kabupaten atau antar kabupaten kota misalnya objek wisata itu jangan sampai ada retribusi berulangkali kali," katanya, Kami (1/12/2022).

Ia menilai untuk mengkoordinasikan itu tidak hanya butuh kerja sama lintas sektor namun juga level pemerintah antara kabupaten. "Kita pernah ada juga yang Gua Cerme itu kan objek wisatanya dan akses jalannya berbeda wilayah, ini kalau tidak ada kerja sama integrasi kan jadi dua pungutan," ucapnya.

Ia menyatakan untuk mendukung pengembangan ekonomi 2023, Pemda DIY akan mendayagunakan sektor pariwisata yang saat ini sudah mulai pulih setelah pandemi. Melalui pengelolaan tersebut harapannya dapat meningkatkan sektor ekonomi masyarakat di level bawah seperti banyaknya UMKM yang ikut terkena dampak positif dari membanjirnya wisatawan. Berbagai antisipasi dan program penanganan infrastruktur dilakukan untuk mendukung kelancaran pariwisata DIY.

"Salah satunya terkait longsor di jalur Piyungan, ini juga kami pikirkan bagaimana akses menuju Gunungkidul ini ke depan menjadi lebih lancar. Artinya kami kan perlu mengkoordinasikan antara Gunungkidul dengan Bantul atau Gunungkidul dengan Sleman dan pusat. Jangan sampai pariwisata Gunungkidul ini berhenti misalnya karena terkendala itu," katanya.

BACA JUGA: Ini Empat Objek Wisata Gratis di Jogja

Selain pariwisata, DIY juga memaksimalkan sektor anggaran pemerintah melalui belanja daerah dengan penggunaan produk dalam negeri. Semua organisasi perangkat daerah (OPD) didorong agar membelanjakan penggunaan APBD lewat program dan pengadaan barang produk dalam negeri.

Sektor pendidikan juga perlu dikoordinasikan untuk dapat memberikan sumbangsih bagi pertumbuhan ekonomi DIY. Kondisi Covid-19 yang sudah mulai landai, diharapkan membuat mahasiswa semakin banyak yang datang untuk melakukan kuliah tatap muka. "Semua harus digerakkan untuk dapat mencapai laju pertumbuhan ekonomi yang diharapkan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Catat Rekor, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tertinggi dalam Sewindu

News
| Senin, 06 Februari 2023, 15:27 WIB

Advertisement

alt

Kunjungan Malioboro Meningkat, Oleh-oleh Bakpia Kukus Kebanjiran Pembeli

Wisata
| Senin, 06 Februari 2023, 10:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement