Advertisement

Mahasiswa UGM Pehobi Esport Diminta Tetap Rajin Kuliah, Ini Alasannya

Sunartono
Kamis, 22 Desember 2022 - 19:17 WIB
Budi Cahyana
Mahasiswa UGM Pehobi Esport Diminta Tetap Rajin Kuliah, Ini Alasannya Mahasiswa UGM saat menerima beasiswa untuk pengembangan esport, Kamis (22/12/2022). - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Pehobi e-sport di kalangan anak muda seperti mahasiswa terus meningkat. Komunitas e-sport di UGM juga terus bertambah dan hampir merata di setiap fakultas. Para mahasiswa pehobi olahraga ini diimbau agar tetap rajin kuliah, karena kebiasaan bermain game berpotensi mengurangi energi untuk mengikuti kegiatan akademik.

“Dari daftar yang saya pegang, perkembangan pehobi e-sport di UGM ini luar biasa, hampir menyebar di semua fakultas, semoga saja ini produktif,” kata Direktur Kemahasiswaan UGM Sindung Tjahyadi di sela-sela pemberian beasiswa dari Moonton Indonesia kepada mahasiswa pehobi e-sport di UGM, Kamis (22/12/2022).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA: 50 Player PUBG Ikuti Preevent Diplomat Jogja eSport Arena

Sindung mengakui aktivitas para gamers tersebut memang berpotensi menguras energi dan pikiran. Oleh karena itu, ia meminta kepada mahasiswa penhobi e-sport agar tetap rajin mengikuti perkuliahan, sehingga terjadi keseimbangan antara prestasi e-sport dengan prestasi akademik. Ia berkomitmen terus mengarahkan para mahasiswa tersebut ke depan.

“Memang ini perlu pengawalan, bahayanya dalam tanda petik itu energi dan pikiran tercurah ke sana [kegiatan e-sport], tetapi tadi kami apresiasi bahwa syarat menerima beasiswa e-sport ini ada batasan IPK, ini mengunci sekaligus mendorong para gamers lebih serius juga untuk menempuh kuliah,” ucapnya.

Mahasiswa penerima beasiswa e-sport Fakultas Ekonomi UGM Hasna Hanansari mengaku tertarik pada dunia e-sport sejak beberapa tahun terakhir karena olahraga ini memiliki potensi yang besar untuk berkembang. Selain itu akan menjadikan e-sport sebagai batu loncatan untuk dapat terjun ke dunia industri digital ke depannya. Ia pun menyatakan tetap berkomitmen untuk mengikuti kegiatan akademik seperti perkulihan.

“Saya sangat tertarik dengan dunia industri ini karena dinamis, kreatif dan mengakselerasi transformasi digital,” kata.

BACA JUGA : Kembangkan eSport, Konten Kreator dan Pemusik AMD  

Jumlah mahasiswa UGM yang mendapatkan beasiswa dari Moonton sebanyak 20 orang. Mereka sudah melewati sejumlah tahapan selama empat bulan mulai dari registrasi, wawancara, hingga pengumuman penerimaan beasiswa. Persyaratan yang harus dipenuhi adalah jurusan yang diambil relevan dengan industri e-sport atau game seperti desain grafis, bisnis, pemasaran, pengembangan game, teknologi informasi. Selain itu, mahasiswa harus memiliki IPK minimal 3,5 pada semester akhir, aktif dalam kegiatan organsasi baik di dalam maupun di luar kampus, serta memiliki prestasi akademik.

"Kami berharap dapat terus konsisten dalam mendukung ekosistem esports di Indonesia dan berkontribusi bagi kelangsungan pendidikan. Ke depannya, kami juga membuka internship bagi mahasiswa yang sudah terpilih sehingga tidak membatasi bahwa esports harus menjadi atlet. Kami sepakat bahwa mahasiswa tetap harus memiliki kemampuan akademik yang memadai,” kata Azwin Nugraha, Public Relations & Communications Manager Moonton Indonesia.

E-sport memiliki potensi yang besar untuk berkembang dan membuka lapangan pekerjaan. Karena esport dapat merangkul industri lain seperti Pendidikan, ekonomi kreatif. “Tidak hanya menjadi atlet e-sport, karena banyak yang bisa diisi, bahkan sekarang ada wasit e-sport juga,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Meriah! Archipelago Menggelar Kompetisi Mini Soccer

News
| Selasa, 07 Februari 2023, 17:27 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Kampung Batik Giriloyo yang Sempat Terpuruk Karena Gempa 2006

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 13:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement