MLSC Jogja 2026 Jadi Panggung Bibit Sepak Bola Putri Menuju Timnas
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
GKR Hemas saat menghadiri Final GKR Hemas E-Sport Championship 2022 di Sleman City Hall, Minggu (4/9/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN — Menjadi tren, khususnya di kalangan anak muda, gim daring yang sekarang terwujud dalam e-Sport diharapkan tetap menitikberatkan pada kreativitas yang bisa membentuk kecerdasan generasi masa depan.
Menurut Permaisuri Raja Ngayogyakarta GKR Hemas, untuk mendukung e-Sport bagi generasi muda, dia menggelar GKR Hemas E-Sport Championship 2022. Hal itu dilakukan menjawab kebutuhan Gen Z terhadap kompetisi yang terbuka, fair dan bermanfaat.
Dia berharap e-Sport bisa menjadi ajang penyaluran kreativitas generasi muda, khususnya Gen Z. "Jumlah peserta yang membeludak dan sangat antusias menunjukkan Gen Z di Jogja tidak pernah ketinggalan teknologi, dan sangat mencintai dunia digital," katanya di sela -sela kegiatan GKR Hemas E-Sport Championship 2022 di Sleman City Hall, Minggu (4/9/2022).
BACA JUGA: Mahasiswa UNY yang Terlibat Kasus Dugaan Pelaku Kekerasan Ketahuan Ikuti Wisuda
Dijelaskan Hemas, kompetisi e-Sport banyak digelar hingga tingkat internasional, dan salah satu yang pernah menjadi juaranya berasal dari Indonesia.
Hemas berharap kompetisi e-Sport tersebut mampu menumbuhkan potensi sumber daya manusia (SDM) di DIY. "SDM kita bisa tumbuh pesat dan tentunya berkualitas. Kegiatan e-Sport adalah kegiatan yang positif dan bisa menjauhkan generasi muda dari ide negatif yang merusak, atau bahkan bersifat kriminal," katanya.
Hemas juga mengingatkan Gen Z agar mewaspadai budaya asing yang masih dominan dalam e-Sport. Dia berharap agar karakter asli Indonesia lebih sering digunakan, agar kecintaan terhadap Indonesia, dan juga budaya Jogja tetap tumbuh.
"Para kreator dan desainer game online diharapkan untuk bisa mengikutsertakan budaya lokal," ucap anggota DPD RI asal DIY ini.
Untuk itu, dia mengingatkan tentang pentingnya penguasaan masalah kesehatan dan pendidikan bagi generasi muda. Para peserta dan pencinta e-Sport tidak boleh lupa untuk beristirahat dan menjaga kesehatan.
"Banyak kabar bahwa anak-anak Gen Z ketika sudah terfokus pada gimnya, akan lupa makan dan lupa beristirahat, dan banyak yang sakit," katanya.
Begitu juga dengan masalah pendidikan yang menurutnya tidak boleh ditinggalkan. Meskipun e-Sport merupakan ajang prestasi yang bisa membawa Gen Z ke level internasional, tetapi semua harus tetap ingat sekolah, dan juga kuliah.
"Dengan tetap memperhatikan pendidikan, maka pencinta e-Sport akan bisa menjadi kreator dan desainer game online berikutnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Jadwal MotoGP Jepang 2026, Bagnaia harus melalui Q1. Cek jam FP2, Q1, Q2, Sprint, dan balapan utama di Motegi.
Ferran Torres meninggalkan Timnas Spanyol karena cedera pergelangan kaki. Carlos Espi dipanggil untuk laga Nations League.
HP hilang di kereta? Segera kunci perangkat, lacak lokasi, amankan akun, hubungi operator, dan hapus data jika diperlukan.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Mahasiswa UII mengembangkan RespiraTB, wearable berbasis sensor accelerometer untuk skrining awal gejala TBC secara real-time.