Geely Buka Dealer di Jogja, Bidik Penjualan hingga 60 Unit per Bulan
Geely menargetkan penjualan 50-60 unit per bulan di DIY meski ekonomi lesu. Dealer baru dibuka di Jl. Magelang KM 9,5.
Kampus Universitas Negeri Yogyakarta/uny.ac.id
Harianjogja.com, SLEMAN — Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang diduga seorang pelaku kekerasan seksual lolos mengikuti wisuda.
Hal itu dikabarkan oleh pemilik akun Twitter @rgantas. Dalam cuitannya, dia menyebut ada satu nama pelaku kekerasan seksual diwisuda oleh UNY.
"Kabar buruknya: Di antara lebih 2000-an wisudawan itu tersusup satu nama pelaku kekerasan seksual yang kasusnya belum selesai," tulisnya.
Kabar baiknya: Tepat hari ini teman kita yg baik baru saja mengenakan toga. Dari Juni-Agts, sekitar lebih dari 2000-an mahasiswa UNY telah wisuda
— Rachmad Ganta Semendawai (@rgantas) August 27, 2022
Kabar buruknya: Di antara lebih 2000-an wisudawan it tersusup satu nama pelaku kekerasan seksual yg kasusnya belum selesai
[Thread] pic.twitter.com/sIvBpLU2N1
Saat dihubungi Harianjogja.com, si pemilik akun yang bernama asli Rachmad Ganta Semendawai tersebut mengaku sebagai teman dari korban kekerasan seksual.
BACA JUGA: Ingin Berkontribusi Tingkatkan Ekonomi DIY, JBR 2022 Teken Kerjasama dengan UMKM
Rachmad mengatakan mulanya korban yang juga temannya frustasi saat mengalami kekerasan seksual. Namun, saat kasus Andini mencuat di 2021, mengungkap kasus kekerasan seksual di UNY membuat korban menjadi lebih berani.
"Kasus Andini kasih keberanian melaporkan kasus pelecehan seksualnya, setelah lapor ke UNY tapi tidak dapat respons yang baik," ucapnya kepada Harianjogja.com, Sabtu (3/9/2022).
Respons tidak baik menurutnya di mana korban ditanya detail-detail dari proses pelecehan itu terjadi. Bagian tubuh mana saja yang dipegang-pegang, bahkan memunculkan solusi untuk mempertemukan korban dengan pelaku.
Kemudian dari pihak kampus saling lempar tanggung jawab dari rektorat ke dekanat, begitu pun sebaliknya. Hingga akhirnya korban mencabut laporannya karena ragu kasusnya bakal selesai.
Saat berkas masih diproses kala itu, menurutnya Rektor UNY sempat berjanji untuk tidak meloloskan si pelaku. Namun nyatanya pelaku bisa lulus dari kampus UNY.
"Rektorat mungkin akan bilang kan laporannya sudah dicabut, jadi kami tidak bisa melanjutkan. Permasalahan ada di laporan yang dicabut. Si korban bilang, gak cukup po aku nemuin Rektor dua kali?" ucapnya.
Divisi Advokasi Ruang Aman UNY, Yunita Azizah mengaku tidak menangani kasus yang dimaksud Ganta. Tetapi berdasarkan informasi yang ia terima, prosesnya memang begitu rumit dan tidak ada kejelasan dari pihak kampus.
Masih ada ucapan-ucapan yang mestinya tidak diucapkan, seolah narasinya dibalikkan ke penyintas. Penyintas ditanya bagian tubuh mana saja yang disentuh.
Sejak 2019-2021, kata Yunita, Ruang Aman menerima laporan enam kasus dengan tujuh korban. Sayangnya dari semua laporan yang masuk tidak ada kasus yang selesai.
Lebih lanjut dia menyampaikan jika saat ini di UNY sudah ada Satgas Kekerasan Seksual, tetapi kurang terbuka sehingga kurang diketahui proses seleksi dan lainnya.
"Baru tahu bahwa Satgas sudah terbentuk. Pada 1 Agustus 2022 [terbentuknya], tetapi saya baru dapat suratnya pada 2 September," ucap dia.
Sementara itu, saat Harianjogja.com mencoba menghubungi pihak UNY, dalam hal ini Admisi dan Pokja Bidang Akademik ihwal adanya salah satu pelaku kekerasan seksual yang diwisuda, mereka menyebut tidak tahu menahu dan tidak berkenan dikutip.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Geely menargetkan penjualan 50-60 unit per bulan di DIY meski ekonomi lesu. Dealer baru dibuka di Jl. Magelang KM 9,5.
KPK mengecek aset glamping 1,5 hektare di Ciater, Subang, yang diduga milik polisi Yayat Sudrajat dan terkait kasus suap Pemkab Bekasi.
Komisi C DPRD DIY mengecek talud bronjong 74 meter di Kali Kuning Sleman sebagai antisipasi erosi dan longsor saat musim hujan.
Krisna Septiana lolos final kayak tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski finis peringkat 15 pada semifinal.
Polisi memperluas pemeriksaan kasus dugaan pungli food truck di Alkid Jogja. Hingga 30 September 2026, 14 orang telah dimintai keterangan.
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.