Mau Bebas Jelajah Jogja Bersama Keluarga? TRACtoGo Solusinya
TRACtoGo menawarkan layanan sewa mobil lepas kunci untuk liburan keluarga di Jogja yang lebih nyaman, privat, fleksibel, dan bebas menentukan rute perjalanan.
Sosialisasi tentang program pengabdian masyarakat LPPM UAD Yogyakarta di Balai Kalurahan Pengkok, Patuk, Selasa (20/12/2022)./Istimewa
GUNUNGKIDUL—Tim insentif Pengabdian Masyarakat LPPM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta serius berpartisipasi dalam Peningkatan Kemandirian Ekonomi di Gunungkidul. Salah satunya dengan menggelar pendampingan dan pelatihan melalui optimalisasi lahan kering dan Pekarangan bagi masyarakat di Kalurahan Pengkok, Patuk.
Tim pengabdian ini terdiri dari tiga akademisi UAD di antaaranya Dosen Akutansi Indah Shofiyah, S.E., M.Sc; serta dua dosen dari Teknik Industri Utaminingsih Linarti, S.T., M.T dan Okka Adiyanto, S.TP., M.Sc . Selain itu, pelaksanaan juga melibatkan lima mahasiswa dari berbagai jurusan.
Pengabdian masyarakat ini merupakan implementasi dari Hibah Program Insentif yang didanai oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan PengabdianKepada Masyarakat (DRTPM) Kemdikbudristek Tahun Anggara 2022.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Dini Yuniarti mengatakan, program pengabdian masyarakat dilaksanakan di Kalurahan Pengkok, Patuk, Selasa (20/12/202). Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat melalui optimalisasilahan kering dan pekarangan.
Menurut dia, program ini sangat cocok dilaksanakan di Pengkok. Pasalnya, sebanyak 27,6% wilayah di Kalurahan Pengkok merupakan daerah kering. Selain itu, mayoritas lahan yang dikelola merupakan sawah tadah hujan.
“Jadi saat musim kemarau banyak lahan yang tidak bisa dimanfaatkan karena keterbatasan sumber air untuk pemeliharaan. Praktis ini berdampak terhadap pendapatan warga,” katanya.
Dia menjelaskan, di tahap awal ini diberikan sosialisasi tentang pentingnya penampungan bak air. Dini menilai fasilitas penampungan ini bisa memberikan dampak signifikan terhadap upaya meningkatkan produktivitas pertanian di masyarakat, khususnya saat musim kemarau.
“Diharapkan adanya bak tampung air dapat meningkatkan produktifitas masyarakat pada musim kemarau sehingga pendapatannya tetap bisa bertambah sehingga kemandirian ekonomi bisa diwujudkan,” katanya.
Menurut dia, sosialisasi ke masyarakat Pengkok masih di tahap awal. Diharpakan pengabdian dilakukan secara berkelanjutan sehingga dapat melakukan pendampingan secara intensif untuk memecahkan permasalahan dan kendala yang dihadapi warga Pengkok. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TRACtoGo menawarkan layanan sewa mobil lepas kunci untuk liburan keluarga di Jogja yang lebih nyaman, privat, fleksibel, dan bebas menentukan rute perjalanan.
Ditjenpas memeriksa Ferdy Sambo dan 54 warga binaan lain usai temuan Ombudsman RI terkait fasilitas mewah di Lapas Cibinong.
Harga bahan bakar pesawat melonjak, AirAsia menaikkan tarif tiket baru 20%-25% atau lebih. Ini alasan tiket lama tak bisa dinaikkan.
Renault 8 Gordini Concept hadir sebagai coupe listrik 270 HP bergaya café racer. Ikon balap 1964 ini tidak diproduksi massal, simak detailnya.
Lansia belum punya akta kelahiran tetap bisa mengurus ke Disdukcapil. Gunakan SPTJM F-2.03 dan F-2.04 bila dokumen hilang.
Poktan Swa Katon Asri Wirobrajan menanam padi dalam ratusan galon bekas. DPRD Kota Jogja menilai inovasi ini layak direplikasi.