Advertisement
Jalan Menuju Kaliurang Kemungkinan Dibuat Satu Arah

Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Jalan menuju objek wisata Kaliurang, Sleman, kemungkinan dibuat satu arah. Pos Pelayanan Polda DIY di sejumlah jalur wisata sudah mulai didirikan pada Jumat (23/12/2022).
Di jalur menuju Kaliurang, peningkatan volume kendaraan diprediksi terjadi setelah natal dan akan dibuat satu arah bila sampai terjadi kemacetan. Perwira Pos Pelayanan (Paposyan) Kaliurang, Ipda Nugroho Jati Purnomo, menjelaskan berdasarkan pantauan pada Jumat (23/12/2022) pagi, belum terlihat adanya peningkatan volume kendaraan di sepanjang jalur menuju Kaliurang.
Advertisement
Posyan Kaliurang ditempatkan di simpang tiga Pakem, tepatnya di seberang Gereja Katolik Santa Maria Assumpta Pakem. Menurutnya, peningkatan volume kendaraan kemungkinan baru akan terjadi setelah perayaan natal.
Pada Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sudah semakin dilonggarkan serta bertepatan dengan libur sekolah sehingga lalu lintas bisa sangat padat.
“Perkiraan saya, puncak arus mudik tanggal 23, 24, 25 [Desember]. Terus untuk wisatawan yang akan menuju ke objek wisata Kaliurang atau Lava Tour, setelah perayaan Natal, 28, 29, 30, sampai 2 Januari [2023],” katanya.
BACA JUGA: Harus Menanggung Beban Sendiri, Ibu di Bantul Karang Cerita Temukan Bayi di Depan Rumah
Pengalihan jalur akan diterapkan tergantung. Jika terjadi kemacetan, jalur akan dialihkan ke arah timur atau barat. “Jalurnya kan ada tiga ke objek wisata [Kaliurang]. Lewat barat bisa, lewat timur melalui Cangkringan bisa,” ungkapnya.
Dengan tiga jalur tersebut, dimungkinkan pula penerapan sistem satu arah bagi wisatawan agar kendaraan menuju objek wisata dan dari objek wisata tidak bersinggungan. “Nanti misal berangkatnya lewat sini [Jalan Kaliurang], pulangnya lewat jalur yang berbeda,” kata dia.
Posyan yang didirikan di jalur wisata ini fokus pada pengamanan Natal dan pengaturan lalu lintas selama masa liburan. Sementara penindakan pada pelanggaran lalu lintas tidak dilakukan. “Kami hanya pengaturan dan pengawasan. Penindakan atau tilang tidak ada,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Korban Gempa di Myanmar Terperangkap Enam Hari, Diselamatkan Tim SAR Malaysia
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sempat Jadi Pintu Masuk, Exit Tol Tamanmartani Dialihkan Jadi Pintu Keluar Kembali
- Ribuan Orang Padati Pantai Parangtritis, Mayoritas Rombongan Keluarga
- Dishub Kota Jogja Pasang APILL Portable, Ini Lokasinya
- Setelah Lebaran, Mobilitas Warga DIY untuk Silaturahmi
- Mau ke Malioboro? Parkir di Gor Amongraga, Ada Shuttle Bus Siap Mengantar
Advertisement
Advertisement