Lansia di Ngawen Gunungkidul Tewas Terbakar Saat Membakar Sampah
Lansia asal Ngawen, Gunungkidul, tewas terbakar saat membakar sampah. Hingga September 2026 tercatat 154 kasus kebakaran.
Ilustrasi angin kencang./Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Masyarakat Gunungkidul diminta mewaspadai bahaya embusan angin kencang. Kewaspadaan dibutuhkan agar potensi pohon tumbang yang menyebabkan kerusakan bisa dikurangi.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Surisdiyanto, mengatakan sejak Kamis (22/12/2022), embusan angin di kawasan pesisir lebih kencang dari biasanya. Bahkan pada Jumat (23/12/2022) siang sempat terjadi hujan deras yang disertai dengan angin kencang. Sejumlah pohon tumbang di jalur menuju pantai.
Meski demikian, ia memastikan pohon-pohon tersebut sudah dievakuasi. “Masih aman dan tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” kata Suris kepada wartawan, Jumat sore.
Ia berharap fenomena angin kencang tidak sampai menyebakan musibah atau bencana alam. “Mudah-mudahan semua tetap aman dan tidak terjadi apa-apa,” katanya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul Sumadi mengatakan sudah mendapatkan informasi resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berkaitan dengan perkembangan cuaca. Diperkirakan mulai 22-24 Desember 2022 terjadi hujan deras yang disertai angin kencang di wilayah Gunungkidul.
Menurut dia, kondisi ini terjadi karena adanya anomali suhu muka laut di laut Jawa dan Samudera Hindia, serta sirkulasi siklonik di utara Australia.
“Sudah mulai terlihat karena sejak Kamis wilayah Gunungkidul diguyur hujan disertai dengan angin kencang,” katanya.
Berdasarkan dari peta kerawanan bencana yang dibuat BPBD, potensi angin kencang tersebar merata di seluruh wilayah. Oleh karenanya, Sumadi berharap masyarakat mewaspadai potensi bencana yang diakibatkan terjadinya embusan angin kencang.
“Sebenarnya tidak hanya angin kencang yang bisa menyebabkan pohon tumbang, tapi juga banjir dan longsor juga tetap harus diwaspadai,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan di sekitar rumah dengan memangkas dan memotong ranting pohon yang telah lampuk maupun lebat.
Selain itu, upaya menjaga aliran drainase tetap lancar juga dibutuhkan sehingga tidak menimbulkan terjadinya genangan. “Upaya mitigasi bencana harus dilakuan agar dampaknya bisa ditekan sekecil mungkin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lansia asal Ngawen, Gunungkidul, tewas terbakar saat membakar sampah. Hingga September 2026 tercatat 154 kasus kebakaran.
Tren menggunakan ampas kopi untuk membersihkan kloset viral di media sosial. Benarkah efektif? Ini manfaat dan risiko ampas kopi bagi saluran pembuangan.
YK Rebelfest Vol. 3 digelar di Maguwoharjo dengan 23 penampil, mengusung tema Welcome Home Saudaraku dan konsep Lebaran Punk Rock.
Cristiano Ronaldo mengejar 1.000 gol karier dan ingin membawa Portugal menjuarai UEFA Nations League 2026/2027 bersama Jorge Jesus.
Cari mobil Jerman bekas dengan harga terjangkau? Ini 9 pilihan BMW, Mercedes-Benz, Volkswagen, dan Audi mulai Rp50 jutaan hingga di bawah Rp200 juta.
Ditjenpas Jabar mendalami dugaan pungutan Rp150.000 per pekan di Lapas Cibinong serta temuan fasilitas mirip apartemen dan dugaan minuman beralkohol.