256 RTLH Gunungkidul Diperbaiki, Target Tuntas Akhir September
Pemkab Gunungkidul perbaiki 256 RTLH dengan anggaran Rp5,12 miliar. Target rampung akhir September melalui program APBD 2026.
Ilustrasi angin kencang./Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Masyarakat Gunungkidul diminta mewaspadai bahaya embusan angin kencang. Kewaspadaan dibutuhkan agar potensi pohon tumbang yang menyebabkan kerusakan bisa dikurangi.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Surisdiyanto, mengatakan sejak Kamis (22/12/2022), embusan angin di kawasan pesisir lebih kencang dari biasanya. Bahkan pada Jumat (23/12/2022) siang sempat terjadi hujan deras yang disertai dengan angin kencang. Sejumlah pohon tumbang di jalur menuju pantai.
Meski demikian, ia memastikan pohon-pohon tersebut sudah dievakuasi. “Masih aman dan tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” kata Suris kepada wartawan, Jumat sore.
Ia berharap fenomena angin kencang tidak sampai menyebakan musibah atau bencana alam. “Mudah-mudahan semua tetap aman dan tidak terjadi apa-apa,” katanya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul Sumadi mengatakan sudah mendapatkan informasi resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berkaitan dengan perkembangan cuaca. Diperkirakan mulai 22-24 Desember 2022 terjadi hujan deras yang disertai angin kencang di wilayah Gunungkidul.
Menurut dia, kondisi ini terjadi karena adanya anomali suhu muka laut di laut Jawa dan Samudera Hindia, serta sirkulasi siklonik di utara Australia.
“Sudah mulai terlihat karena sejak Kamis wilayah Gunungkidul diguyur hujan disertai dengan angin kencang,” katanya.
Berdasarkan dari peta kerawanan bencana yang dibuat BPBD, potensi angin kencang tersebar merata di seluruh wilayah. Oleh karenanya, Sumadi berharap masyarakat mewaspadai potensi bencana yang diakibatkan terjadinya embusan angin kencang.
“Sebenarnya tidak hanya angin kencang yang bisa menyebabkan pohon tumbang, tapi juga banjir dan longsor juga tetap harus diwaspadai,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan di sekitar rumah dengan memangkas dan memotong ranting pohon yang telah lampuk maupun lebat.
Selain itu, upaya menjaga aliran drainase tetap lancar juga dibutuhkan sehingga tidak menimbulkan terjadinya genangan. “Upaya mitigasi bencana harus dilakuan agar dampaknya bisa ditekan sekecil mungkin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul perbaiki 256 RTLH dengan anggaran Rp5,12 miliar. Target rampung akhir September melalui program APBD 2026.
Pemda DIY ungkap masalah pengadaan mesin susu Rp4,6 miliar berasal dari vendor, Kejati masih lakukan penyidikan.
Kesepian kronis terbukti berdampak pada otak dan meningkatkan risiko demensia. Simak penjelasan ahli dan cara mencegahnya.
Menkeu ungkap efisiensi anggaran MBG berlanjut, namun kualitas gizi tetap terjaga dan pengawasan diperketat.
Wabah Ebola di RD Kongo tewaskan 300 orang, WHO tetapkan darurat global karena risiko penyebaran tinggi.
Psikolog mengungkap 9 kalimat yang sering diucapkan orang tidak bahagia serta cara mengubahnya menjadi pola pikir lebih positif.