Advertisement
Warga Gunungkidul Diminta Waspadai Embusan Angin Kencang
Ilustrasi angin kencang. - Pixabay
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Masyarakat Gunungkidul diminta mewaspadai bahaya embusan angin kencang. Kewaspadaan dibutuhkan agar potensi pohon tumbang yang menyebabkan kerusakan bisa dikurangi.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Surisdiyanto, mengatakan sejak Kamis (22/12/2022), embusan angin di kawasan pesisir lebih kencang dari biasanya. Bahkan pada Jumat (23/12/2022) siang sempat terjadi hujan deras yang disertai dengan angin kencang. Sejumlah pohon tumbang di jalur menuju pantai.
Advertisement
Meski demikian, ia memastikan pohon-pohon tersebut sudah dievakuasi. “Masih aman dan tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” kata Suris kepada wartawan, Jumat sore.
Ia berharap fenomena angin kencang tidak sampai menyebakan musibah atau bencana alam. “Mudah-mudahan semua tetap aman dan tidak terjadi apa-apa,” katanya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul Sumadi mengatakan sudah mendapatkan informasi resmi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) berkaitan dengan perkembangan cuaca. Diperkirakan mulai 22-24 Desember 2022 terjadi hujan deras yang disertai angin kencang di wilayah Gunungkidul.
Menurut dia, kondisi ini terjadi karena adanya anomali suhu muka laut di laut Jawa dan Samudera Hindia, serta sirkulasi siklonik di utara Australia.
“Sudah mulai terlihat karena sejak Kamis wilayah Gunungkidul diguyur hujan disertai dengan angin kencang,” katanya.
Berdasarkan dari peta kerawanan bencana yang dibuat BPBD, potensi angin kencang tersebar merata di seluruh wilayah. Oleh karenanya, Sumadi berharap masyarakat mewaspadai potensi bencana yang diakibatkan terjadinya embusan angin kencang.
“Sebenarnya tidak hanya angin kencang yang bisa menyebabkan pohon tumbang, tapi juga banjir dan longsor juga tetap harus diwaspadai,” katanya.
Ia mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan di sekitar rumah dengan memangkas dan memotong ranting pohon yang telah lampuk maupun lebat.
Selain itu, upaya menjaga aliran drainase tetap lancar juga dibutuhkan sehingga tidak menimbulkan terjadinya genangan. “Upaya mitigasi bencana harus dilakuan agar dampaknya bisa ditekan sekecil mungkin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dalam Sepekan Sulawesi Utara Diguncang Puluhan Gempa, Ini Polanya
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Program Makan Gratis Gunungkidul Tuntas Tapi Dana Masih Tersisa
- Anggaran Diperketat, Status PPPK di DIY Tetap Aman
- Warga Mantrijeron Titip Motor Saat Mudik Malah Dicuri Tetangga Sendiri
- Puskesmas Tak Mampu, Damkar Lepas Cincin Bocah di Kulonprogo
- Cegah Gagal Panen, Bantul Perkuat Irigasi dengan 5.000 Pompa
Advertisement
Advertisement








