Advertisement

Perayaan Malam Natal di Gereja HKTY Pugeran Digelar dengan Akulturasi Budaya Jawa

Stefani Yulindriani Ria S. R
Minggu, 25 Desember 2022 - 10:17 WIB
Jumali
Perayaan Malam Natal di Gereja HKTY Pugeran Digelar dengan Akulturasi Budaya Jawa Suasa perayaan malam natal di Gereja HKTY Pugeran, Sabtu (24/12/2022) malam. - Harian Jogja/Stefani Yulindriani

Advertisement

Harianjogja.com,JOGJA—Ratusan umat umat Kristiani merayakan ibadah malam Natal di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran. Dalam perayaan kali ini misa diselenggarakan dengan akulturasi budaya Jawa. 

BACA JUGA: Tradisi Natal di 7 Negara Arab

Advertisement

Romo Emanuel Martasudjita, pastor misa menyampaikan apresiasinya terhadap umat yang merayakan misa.

"Suasana sukacita yang terasa di hati umat, semangat yang berkobar untuk datang ke misa, untuk mengalami kebersamaan dalam ekaristi untuk mengalami perjumpaan bersama Tuhan yang hadir dalam ekaristi, terutama dalam perayaan kelahiran Tuhan," katanya, Sabtu (24/11/2022) malam.

Menurutnya, setiap bayi yang lahir selalu membawa sukacita bagi keluarga, sehingga kelahiran Yesus juga membawa sukacita bagi dunia. 

"Supaya dimaknai betul kelahiran Tuhan sebagai pembawa sukacita, pembawa damai, dan semua umat manusia saling mencintai," katanya.

Misa malam Natal diselenggarakan dengan akulturasi budaya Jawa terlihat petugas liturgis mengenakan pakaian adat Jawa, gamelan juga dimainkan sebagai instrumen pengiring misa, bahasa Jawa pun digunakan selama misa. 

"Suasana Jawanya kuat sekali, pakaian petugas liturgi menggunakan pakaian Jawa itu sangat baik sekali," katanya.

Menurut Romo Emanuel, melalui akulturasi tersebut berusaha menggambarkan kehadiran Tuhan dalam tiap budaya. "Itu menjadi simbol Tuhan hadir, disetiap budaya punya nilai yang harus diapresiasi. Supaya kita saling mengasihi, saling menghormati dan membawa kebaikan bagi sesama," imbuhnya.

Sebelumnya Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) telah menetapkan tema natal 2022 yaitu Pulanglah Mereka ke Negerinya Melalui Jalan Lain. Menurut Romo Emanuel melalui tema tersebut umat Katolik diharapkan dapat memberikan alternatif yang lebih baik bagi dunia. 

"Supaya kita selalu memiliki pengharapan dan selalu memberi alternatif pada pilihan-pilihan yang tidak hanya begitu-begitu saja, tapi membawa pilihan yang membawa kebaikan yang lebih besar bagi bangsa dan negara ini," katanya.

Romo FX. Sukendar, Pastor Paroki Gereja HKTY Pugeran menyampaikan sebagai gereja sejak dulu digunakan umat Jawa beribadah, diharapkan mampu terus menjaga budayanya.

"Maka sampai sekarang kita harus terus nguri-nguri itu dan terus mengembangkannya, supaya umat, teman-teman muda ora kelangan le Jowo [tidak kehilangan budaya Jawanya]," katanya.

Sebelumnya, Tim Gegana Jibom Sat Brimob Polda DIY telah melakukan sterilisasi area Gereja HKTY Pugeran, Sabtu (24/11/2022) pagi. Hasilnya, area gereja dinyatakan aman

Kapolsek Mantrijeron Kompol Rapiqoh menyampaikan sterilisasi area gereja sebelum rangkaian ibadah natal sebagai upaya menjaga keamanan selama perayaan natal.

Dari sterilisasi tersebut, tidak ditemukan adanya bahan peledak maupun bahan kimia yang berbahaya.

"Harapannya kegiatan sterilisasi yang merupakan antisipasi dari pengamanan gereja, harapannya akan aman pada pelaksanaan kegiatan ibadah maupun sampai malam tahun baru 2023," katanya.

Gereja HKTY Pugeran melangsungkan dua kali misa malam natal dan empat kali untuk perayaan natal dengan umat sekitar 1600 orang. Tahun ini tidak ada pembatasan kapasitas umat yang dapat mengikuti misa, namun sejalan dengan arahan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas tidak ada tambahan tenda untuk pelaksanaan ibadah natal. Untuk memastikan identitas umat, umat yang hadir wajib menunjukkan barcode yang sudah terdaftar dengan identitasnya atau kartu identitas tiap akan mengikuti misa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Demo Aremania Ricuh, Polisi: Ada 3 Orang Alami Luka-Luka

News
| Minggu, 29 Januari 2023, 18:37 WIB

Advertisement

alt

Tanggal Tua tapi Pengin Piknik? Bisa kok

Wisata
| Minggu, 29 Januari 2023, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement