Advertisement

Meski Dapat Ancaman, SMA Bosa Jogja Tetap Laporkan Insiden Perusakan ke Polisi

Yosef Leon
Rabu, 28 Desember 2022 - 15:27 WIB
Bhekti Suryani
Meski Dapat Ancaman, SMA Bosa Jogja Tetap Laporkan Insiden Perusakan ke Polisi Ilustrasi. - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA– Kasus perusakan SMA Bokpri Satu (Bosa) Jogja yang terjadi pada akhir pekan lalu memasuki babak baru. Pihak sekolah disebut telah melaporkan insiden yang menyebabkan dua orang satpam dipukul oleh orang tak dikenal itu ke Polda DIY meski diancam untuk dibunuh. 

Ancaman itu dilontarkan oleh sekelompok orang yang melakukan penganiayaan kepada dua orang satpam yang tengah berjaga. Setelah merusak fasilitas sekolah dan mencabut kabel CCTV, kelompok orang tak dikenal tersebut mengancam satpam untuk tidak melaporkan kejadian itu kepada aparat kepolisian. 

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Kapolresta Jogja Kombes Pol Idham Mahdi mengatakan, korban atau pihak sekolah telah melayangkan laporan ke Polda DIY. Sekolah meminta agar insiden itu diusut tuntas. "Baru dilaporkan di Polda dari korban namun jajaran Reskrim dan Polsek turut serta dalam penyelidikan tersebut," kata Idham, Rabu (28/12/2022). 

BACA JUGA: Penemuan Mayat Bayi dalam Plastik Tempat Sampah Gegerkan Warga

Menurutnya, saat ini petugas telah melakukan serangkaian pemeriksaan kepada para saksi. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa para terduga pekaku menggunakan lima unit sepeda motor saat melakukan aksinya. "Dari pemeriksaan saksi ada lima motor dan nanti akan kita kembangkan dan koordinasikan karena Polda yang menangani," jelasnya. 

Sementara Jogja Police Watch (JPW) mendesak jajaran kepolisian untuk mengusut tuntas kasus perusakan ruang sekolah dan penganiayaan terhadap petugas keamanan di SMA Bosa Jogja. "Polisi tidak perlu takut terhadap para pelaku perusakan. Siapapun yang terlibat ditindak tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Kasus perusakan di sekolah SMA BOSA Yogyakarta harus diusut tuntas tanpa pandang bulu," ungkap Baharuddin Kamba, Kabid Humas JPW. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Update Gempa Turki: 1.504 Orang Dilaporkan Tewas, 592 di Antaranya di Suriah

News
| Senin, 06 Februari 2023, 20:17 WIB

Advertisement

alt

Kunjungan Malioboro Meningkat, Oleh-oleh Bakpia Kukus Kebanjiran Pembeli

Wisata
| Senin, 06 Februari 2023, 10:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement