Advertisement

Dinkes Sleman Kampanyekan Pencegahan Covid-19 di Pasar Tradisional

Media Digital
Jum'at, 30 Desember 2022 - 23:17 WIB
Anisatul Umah
Dinkes Sleman Kampanyekan Pencegahan Covid-19 di Pasar Tradisional Kampanye pencegahan Covid-19 dan vaksinasi di Pasar Gentan, Jumat (30/12/2022) - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman menggelar kampanye pencegahan Covid-19 di Pasar Cebongan, Kapanewon Mlati dan Pasar Gentan, Kapanewon Ngaglik, Jumat (30/12/2022). Kampanye pencegahan Covid-19 dilakukan dengan membagikan masker, sabun cuci tangan, serta vaksinasi di pasar.

Kepala Bidang Bagian Kesehatan Masyarakat Dinkes Sleman, Esti Kurniasih mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengingatkan dan menghimbau menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Ini menjadi upaya pencegahan Covid-19 dan penyakit menular lainnya.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

"Masker juga untuk tangkal Tuberkulosis (TBC), cuci tangan untuk mencegah penularan diare, penularan tipes, penularan hepatitis. Sekaligus melakukan pembagian 1.000 masker di masing-masing pasar. Kami serahkan sabun pencuci tangan mudah-mudahan bisa dimanfaatkan dengan baik," ucapnya, Jumat (30/12/2022).

BACA JUGA: Kritik Penerbitan Perppu Cipta Kerja oleh Jokowi, Pakar: Pola Pikir Pro Pengusaha

Dia menjelaskan pasar dipilih karena komunitasnya luas menjangkau pedagang dan pengunjung. Beberapa pasar lainnya, kata Esti, masih dalam proses perencanaan.

Menurutnya ke depan kampanye pencegahan Covid-19 tidak hanya akan dilakukan di pasar, namun juga kelompok-kelompok masyarakat di luar pasar, seperti di tempat ibadah dan lainnya. Tidak menutup kemungkinan juga untuk diadakan di mal.

"Hari ini ada 50 dosis. Cebongan dan Gentan. Jadi pedagang bisa [vaksin] tetap bekerja tanpa libur."

Menurutnya peminat vaksin di dua pasar tadi lumayan banyak, karena aksesnya dekat. Pedagang dan pengunjung bisa vaksin di pasar. "Kami jemput bola ke pasar ternyata antusiasme pedagang dan pengunjung banyak," lanjutnya.

Salah satu peserta vaksin Abiyu,18 mengatakan dia memanfaatkan upaya vaksinasi dengan jemput bola ke pasar karena dia akan melakukan perjalanan. Dimana booster saat ini menjadi syarat untuk bisa bepergian jarak jauh.

Dia mengaku bukan pedagang atau pembeli dari pasar, namun warga luar yang mendapatkan informasi dari puskesmas jika ada vaksinasi di pasar. Sehingga dia datang ke pasar untuk melakukan vaksin booster.

"Dapat info dari puskesmas, memang sudah ada rencana mau booster. Ini mau mudik ke Jakarta biar tidak perlu antigen," ucapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

OJK Cabut Izin Bank Bagong

News
| Jum'at, 03 Februari 2023, 23:47 WIB

Advertisement

alt

Pemugaran Candi Perwara Prambanan Bakal Tambah Daya Tarik Wisatawan

Wisata
| Jum'at, 03 Februari 2023, 21:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement