Advertisement

Liga 2 Terancam Dihentikan, PSIM Jogja Kini Ditagih Sewa Wisma PSSI Rp358 Juta

Triyo Handoko
Rabu, 18 Januari 2023 - 21:47 WIB
Bhekti Suryani
Liga 2 Terancam Dihentikan, PSIM Jogja Kini Ditagih Sewa Wisma PSSI Rp358 Juta Pengenalan sejumlah sponsor mendukung PSIM Jogja di Liga 2 2022/2023, di Wisma PSIM Jogja, Sabtu (13/8/2022) siang - Harian Jogja/Jumali

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Manajemen PSIM dan kelompok suporter keberatan dengan uang sewa yang diminta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jogja atas penggunaan Wisma PSSI Jogja Soeratin Sosrosoegondo. Penarikan uang sewa tersebut sebesar Rp358 juta per tahun atas kompensasi pemakaian wisma oleh PSIM dan suporter.

CEO PSIM Bima Sinung Widagdo menjelaskan kondisi klubnya tengah menghadapi situasi sulit. “Ini Liga 2 dihentikan otomatis pemasukan PSIM menurun drastis, yang ada hanya pengeluaran saja ini,” katanya, Selasa (18/1/2023).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Sinung menyebut sebelumnya tidak ada penarikan uang sewa yang dilakuka Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jogja. “BPKAD menyampaikan ke kami kalau uang sewanya Rp358 juta dan ada eskalasi kenaikan tiap tahunnya. Angka sebesar itu saya juga tidak tahu dari mana asalnya, tapi BPKAD menyebut dari appraisal-nya [tim penilai aset],” jelasnya.

Penarikan uang sewa, jelas Sinung, tak keberatan dalam jumlah tertentu asal mendapat legalitas yang jelas dari penggunaannya. "Tapi perlu ditimbangkan lagi besarannya, Rp358 juta ini bagi kami besar sekali mungkin kalau perusahan swasta lain kecil ya tapi kami tidak seperti itu" ujarnya.

BACA JUGA: Viral Usai Samakan Jokowi dengan Firaun, Ini Sederet Kontroversi Cak Nun

Selama ini PSIM yang menempati Wisma Soeratin, kata Sinung, juga melakukan renovasi, perawatan, hingga perbaikan. “Itu harusnya juga dinilai apa yang kami lakukan atas bangunan ini juga banyak,” katanya.

Tak hanya manajemen PSIM, Wisma Soeratin juga ditempati kelompok suporter PSIM salah satunya  Mataram Independent (The Maident). Ketua The Maident Budi Item menyebut wisma tersebut sebagai bagunan bersejarah. "Jika memang jadi cagar budaya, saya kira lebih baik jadi museum saja sekalian biar khalayak luas juga bisa mengaksesnya. Lalu PSIM termasuk manajemen dan kelompok suporternya dicarikan tempat yang baru,” jelas Budi, Senin (17/1/2023).

Penarikan uang sewa Wisma Soeratin, jelas Budi, perlu didiskusikan bersama tidak bisa sepihak. "Penginnya pengelolaannya profesional dan punya desain tujuan yang jelas. Apakah ini bangunan heritage atau seperti apa, kalau heritage yang sekalian dilindung saja," katanya.

Tempat baru untuk manajemen PSIM, jelas Budi, akan lebih menunjang kinerja tata organisasi agar lebih profesional. “Masalahnya ontran-ontran mau dikenakan uang sewa ini jadi bikin bingung, apa tujuannya, feedbacknya apa, dan terutama soal bangunan bersejarah bagaimana,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Harianjogja.com masih berupaya mengonfirmasi hal ini ke BPKAD Kota Jogja, selaku pengelola Wisma Soeratin. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Begini Penyebab Parahnya Gempa Bumi di Turki dan Suriah

News
| Selasa, 07 Februari 2023, 18:37 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Kampung Batik Giriloyo yang Sempat Terpuruk Karena Gempa 2006

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 13:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement