Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Pengenalan sejumlah sponsor mendukung PSIM Jogja di Liga 2 2022/2023, di Wisma PSIM Jogja, Sabtu (13/8/2022) siang / Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, JOGJA—Manajemen PSIM dan kelompok suporter keberatan dengan uang sewa yang diminta Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jogja atas penggunaan Wisma PSSI Jogja Soeratin Sosrosoegondo. Penarikan uang sewa tersebut sebesar Rp358 juta per tahun atas kompensasi pemakaian wisma oleh PSIM dan suporter.
CEO PSIM Bima Sinung Widagdo menjelaskan kondisi klubnya tengah menghadapi situasi sulit. “Ini Liga 2 dihentikan otomatis pemasukan PSIM menurun drastis, yang ada hanya pengeluaran saja ini,” katanya, Selasa (18/1/2023).
Sinung menyebut sebelumnya tidak ada penarikan uang sewa yang dilakuka Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jogja. “BPKAD menyampaikan ke kami kalau uang sewanya Rp358 juta dan ada eskalasi kenaikan tiap tahunnya. Angka sebesar itu saya juga tidak tahu dari mana asalnya, tapi BPKAD menyebut dari appraisal-nya [tim penilai aset],” jelasnya.
Penarikan uang sewa, jelas Sinung, tak keberatan dalam jumlah tertentu asal mendapat legalitas yang jelas dari penggunaannya. "Tapi perlu ditimbangkan lagi besarannya, Rp358 juta ini bagi kami besar sekali mungkin kalau perusahan swasta lain kecil ya tapi kami tidak seperti itu" ujarnya.
BACA JUGA: Viral Usai Samakan Jokowi dengan Firaun, Ini Sederet Kontroversi Cak Nun
Selama ini PSIM yang menempati Wisma Soeratin, kata Sinung, juga melakukan renovasi, perawatan, hingga perbaikan. “Itu harusnya juga dinilai apa yang kami lakukan atas bangunan ini juga banyak,” katanya.
Tak hanya manajemen PSIM, Wisma Soeratin juga ditempati kelompok suporter PSIM salah satunya Mataram Independent (The Maident). Ketua The Maident Budi Item menyebut wisma tersebut sebagai bagunan bersejarah. "Jika memang jadi cagar budaya, saya kira lebih baik jadi museum saja sekalian biar khalayak luas juga bisa mengaksesnya. Lalu PSIM termasuk manajemen dan kelompok suporternya dicarikan tempat yang baru,” jelas Budi, Senin (17/1/2023).
Penarikan uang sewa Wisma Soeratin, jelas Budi, perlu didiskusikan bersama tidak bisa sepihak. "Penginnya pengelolaannya profesional dan punya desain tujuan yang jelas. Apakah ini bangunan heritage atau seperti apa, kalau heritage yang sekalian dilindung saja," katanya.
Tempat baru untuk manajemen PSIM, jelas Budi, akan lebih menunjang kinerja tata organisasi agar lebih profesional. “Masalahnya ontran-ontran mau dikenakan uang sewa ini jadi bikin bingung, apa tujuannya, feedbacknya apa, dan terutama soal bangunan bersejarah bagaimana,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, Harianjogja.com masih berupaya mengonfirmasi hal ini ke BPKAD Kota Jogja, selaku pengelola Wisma Soeratin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Prabowo targetkan pembangunan 5.000 desa nelayan lengkap SPBU khusus, cold storage, dan fasilitas es batu hingga 2027.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Kemhan siapkan Bandara Kertajati menjadi pusat MRO pesawat Hercules Asia untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia