Advertisement

Kisah Warga Pasar Kepek Bantul Merawat Bocah yang Pergi dari Rumah Selama 25 Tahun karena Takut Disunat

Taufiq Sidik Prakoso
Kamis, 26 Januari 2023 - 08:27 WIB
Budi Cahyana
Kisah Warga Pasar Kepek Bantul Merawat Bocah yang Pergi dari Rumah Selama 25 Tahun karena Takut Disunat Keluarga dan warga menyambut kepulangan Ag, warga Kecamatan Polanharjo, Klaten, yang menghilang selama 25 tahun terakhir, Rabu (25/1/2023) sore. Ag selama ini tinggal di Pasar Kepek, Sewon, Bantul. - JIBI/Solopos/Taufiq Sidik Prakoso

Advertisement

Harianjogja.com, KLATEN—Pria berinisial Ag, warga Kecamatan Polanharjo, Klaten, yang pergi dari rumahnya selama 25 tahun akhirnya dibawa pulang kepada keluarganya. Selama ini, Ag yang kabur dari rumah karena takut disunat tinggal di Pasar Kepek, Sewon, Bantul.

Oleh para pedagang di pasar tersebut, Ag sudah dianggap seperti keluarga mereka. Selama puluhan tahun, pedagang Pasar Kepek kompak merawat pria tersebut. Kekompakan pedagang itu terlihat ketika mengantar Ag pulang ke Klaten, Rabu (25/1/2023) siang.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Perwakilan pedagang yang berjumlah hampir 20 orang menumpang tiga mobil datang ke Klaten dan bertemu keluarga kandung Ag. Beberapa di antara pedagang itu tak kuasa menahan tangis setelah bisa mempertemukan Ag dengan ibu kandung serta keluarganya.

BACA JUGA: Akhirnya Konstruksi Tol Jogja Solo Segera Dibangun di Kalasan, Ini Petanya

Mereka juga membawakan berbagai barang milik Ag di pasar. Salah satunya satu stoples bekas wadah sosis berisi uang milik Ag. Uang itu dikumpulkan Ag dari pemberian para pedagang maupun pembeli di Pasar Kepek.

Sejumlah pedagang mengatakan ketika kali pertama datang ke Pasar Kepek, Ag hanya memakai seragam Pramuka. Kala itu, dia masih SD.

Wong pasar wargane enten 150 uwong, boten enten sing boten tresna. Kabeh tresna kaliyan Mas Ag [warga pasar yang jumlahnya 150 orang tidak ada yang tidak sayang. Semuanya sayang dengan Mas Ag],” kata salah satu pedagang, Miya, saat ditemui di rumah keluarga Ag.

Ag selama ini tidak bekerja di pasar. Dia hanya beraktivitas di pasar tersebut. Ag juga dikenal jujur. Rasa iba menggerakkan warga Pasar Kepek bersama-sama merawat Ag. Warga mencukupi kebutuhan makan hingga pakaian. Ketika Ag sakit, warga pasar tersebut membawa Ag ke pelayanan kesehatan.

BACA JUGA: Atasi Kemiskinan di DIY, Sultan Jogja Ingin Beri Bansos Seumur Hidup

Pedagang lainnya, Sarjiyati, mengatakan selama ini Ag tidur di pasar. Dia juga menjelaskan warga pasar selama ini merawat Ag seperti keluarga mereka sendiri. Sarjiyati disebut-sebut sudah seperti ibu bagi pria yang menghilang dari keluarganya selama 25 tahun itu.

Saban pagi, Sarjiyati membawa bekal nasi yang kemudian dicarikan sayur serta lauk untuk Ag. “Dari rumah saya biasanya bawa nasi. Sampai di pasar saya belikan sayur serta lauk tahu kesukaannya. Saya tunggu dia makan sampai minum obat,” kata Sarjiyati.

Selama beberapa waktu terakhir, Ag sakit. Warga Pasar Kepek membawa Ag ke puskesmas setempat. Ag didiagnosis kena penyakit gula dan mengalami luka pada kakinya.

Pedagang lainnya, Tri Pujasto, 35, mengatakan sebelumnya warga Pasar Kepek menghubungi salah satu Youtuber yang kerap mengurusi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Hal itu dilakukan warga pasar lantaran kebingungan ketika ingin memeriksakan Ag ke pelayanan kesehatan.

“Mas Ag itu tidak punya KTP. Kalau tidak punya KTP sulit untuk dibawa periksa ke rumah sakit. Kemudian kami menghubungi Mbak Sinyo Official,” kata Tri.

BACA JUGA: Jogja Kian Macet, Kecepatan Rata-Rata di Jalan Hanya 16 Km per Jam

Warga Pasar Kepek selama ini tak tahu persis dari mana Ag berasal. Saat ditanya alamat asalnya, Ag menjawab dari Klepu, Wonosari. Namun, warga pasar tak mengetahui secara persis di mana rumah asal pria Klaten yang menghilang selama 25 tahun tersebut.

Hingga ketika video terkait kondisi Ag diunggah di Youtube, ada tetangga keluarga Ag yang menonton video itu. Lantaran mirip dengan wajah seorang anak asal desanya yang menghilang sejak 25 tahun lalu, warga itu kemudian menghubungi keluarga Ag.

Dibantu warga, keluarga menghubungi pemilik channel Youtube yang menayangkan video Ag. Setelah dilakukan pencocokan identitas serta ciri-ciri, ada kesamaan antara ciri-ciri orang yang hilang 25 tahun lalu dengan Ag yang tinggal di Pasar Kepek.

Alhasil, Ag bisa dipertemukan dengan keluarga. Tri senang akhirnya Ag bisa dibawa pulang. Dia juga menjelaskan Ag selama ini sudah dianggap seperti keluarga sendiri oleh pedagang Pasar Kepek.

BACA JUGA: Sultan Tegas Tak Akan Melepas Kepemilikan Tanah untuk Tol Jogja Solo dan Jogja Bawen

Ibunda Ag, Am, menceritakan Ag merupakan bungsu dari tiga bersaudara. Ag pergi dari rumah pada 1998 saat berumur kurang lebih 10 tahun. Saat ini, Ag berumur sekitar 35 tahun. Keluarga menduga saat itu Ag pergi tanpa pamit karena takut akan disunat. Awalnya, Ag pergi berdua dengan teman sekampungnya.

Beberapa waktu kemudian, teman Ag itu ditemukan di Stasiun Solo Balapan. Sementara Ag tak diketahui keberadaannya dan disebut-sebut saat itu berpisah dengan temannya naik kereta api dari Stasiun Solo Balapan.

“Saya mencari ke mana-mana. Sampai Jogja, Stasiun Balapan Solo, serta Brebes. Saya dikuatkan bahwa suatu saat anak saya pasti pulang ke rumah,” kata Am di rumahnya, Rabu.

Am mendapatkan kabar keberadaan putra ketiganya dari kakak Ag. Dia bersyukur Ag selama ini dirawat oleh warga Pasar Kepek Bantul. “Alhamdulillah, senang banget matur nuwun banget. Anak saya sudah dirawat,” kata Am.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Solopos

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Begini Cara Pangeran Arab Saudi Nikmati Kekayaan

News
| Senin, 06 Februari 2023, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Kunjungan Malioboro Meningkat, Oleh-oleh Bakpia Kukus Kebanjiran Pembeli

Wisata
| Senin, 06 Februari 2023, 10:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement