Petani Bantul Andalkan Sumur Bor Saat Kemarau Mulai Datang
Petani Bantul mulai mengandalkan sumur bor untuk mengairi sawah saat musim kemarau 2026 mulai berlangsung lebih kering.
Sejumlah pengendara melintas di Jalan Gejayan, Gondokusuman, Kota Jogja, Rabu (25/1/2023)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Jalan di Jogja kian hari kian padat dan sering macet. Kecepatan rata-rata kendaraan saat mengikuti arus lalu lintas di kota ini bahkan hanya 16 kilometer (km) per jam.
Jalan Affandi atau yang lebih dikenal dengan Jalan Gejayan di Kelurahan Demangan, Kemantren Gondokusuman, Jogja, menjadi ruas jalan terpadat pada 2022 dengan derajat kejenuhan atau volume capacity (VC) ratio mencapai 1,23. Rasio ini menunjukkan perbandingan volume kendaraan dan kapasitas jalan yang sudah tidak memadai lantaran melewati ambang batas.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Jogja Golkari Made Yulianto menjelaskan, hasil kajian itu diperoleh melalui survei terhadap 110 ruas jalan. Selain Jalan Gejayan, hasil survei menunjukkan pula sejumlah ruas jalan lain yang hampir mendekati derajat kejenuhan di angka 1. Data itu akan dijadikan dasar untuk melakukan intervensi prioritas berkaitan dengan manajemen lalu lintas.
BACA JUGA: Sering Macet, Gejayan Sah Jadi Jalan Terpadat di Jogja
“Sacara teori, Jalan Gejayan itu pasti macet kalau rasionya sudah segitu. Di sana menjadi pertemuan kendaraan dari Sleman, ditambah dengan adanya pasar. Jalan juga cukup sempit karena ada dua jalur dan beberapa lajur,” kata Golkari, Rabu (25/1/2023).
Sejumlah ruas jalan lain yang cukup padat adalah Jalan Suroto dari utara ke selatan dengan kejenuhan 0,9, kemudian Jalan Laksda Adisucipto dari timur ke barat dengan kejenuhan 0,8 dan dari barat ke timur 1,05. Sementara, Jalan Pierre Tendean dari utara ke selatan memiliki derajat kejenuhan 1,1 dan Jalan Taman Siswa dengan derajat kejenuhan 0,9.
Derajat kejenuhan terendah berada di ruas Jalan Polisi Istimewa yaitu 0,08 atau sangat lengang. Ruas jalan tersebut cukup lebar dan tidak banyak kendaraan yang melintas.
Secara umum, jalanan di Kota Jogja cenderung padat. Survei dan kajian dari Dinas Perhubungan Jogja menunjukkan rata-rata kecepatan sesaat kendaraan masih cukup tinggi di angka 36,32 km/jam. Namun, kecepatan perjalanan saat kendaraan mengikuti arus lalu lintas hanya 16 km/jam.
Sebagai contoh, di Jalan Kusumanegara kendaraan memiliki kecepatan rata-rata 38,7 km/jam dan di Jalan Malioboro kendaraan memiliki kecepatan rata-rata 28,8 km/jam.
“Itu dalam kondisi puncak arus lalu lintas. Dari angka-angka itu dapat disimpulkan lalu lintas Jogja masih relatif lancar,” kata Golkari.
Ruas jalan dengan kecepatan kendaraan tertinggi adalah Jalan Ki Penjawi dengan rata-rata 56,2 km/jam, dan ruas jalan dengan kecepatan terendah adalah Jalan Prapanca dengan rata-rata 18 km/jam.
BACA JUGA: Akhirnya Konstruksi Tol Jogja Solo Segera Dibangun di Kalasan, Ini Petanya
Dibandingkan dengan 2020 atau 2021, terjadi penurunan kinerja lalu lintas seperti meningkatnya derajat kejenuhan dan berkurangnya kecepatan rata-rata kendaraan.
“Pada 2020 dan 2021 masih pandemi sehingga volume kendaraan yang melintas berkurang cukup banyak. Tetapi di 2022 semua kegiatan sudah berjalan hampir normal begitu pula dengan kepadatan di jalan,” kata Golkari.
Namun, survei itu belum memproyeksikan angka derajat kejenuhan lalu lintas di Jogja selama beberapa tahun ke depan setelah sektor pariwisata kembali bergeliat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petani Bantul mulai mengandalkan sumur bor untuk mengairi sawah saat musim kemarau 2026 mulai berlangsung lebih kering.
Perguruan tinggi didorong mencetak lulusan adaptif, inovatif, dan berjiwa wirausaha untuk menghadapi era Society 5.0.
Prabowo meresmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di desa dan menargetkan 30.000 koperasi beroperasi pada Agustus 2026.
Kabupaten Klaten bakal menjadi tuan rumah penyelenggaraan event berskala internasional bernama Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026.
Kapal induk Prancis Charles de Gaulle bergerak menuju Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan Iran, AS, dan Israel.
Prediksi Persik vs Persija di Super League 2026, tim tamu diunggulkan meski tuan rumah dalam tren positif.