Kasus Daycare Little Aresha Jogja: 32 Anak Divisum, Ini Tujuannya
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Warga Kota Jogja bersepeda di Jl. Malioboro dalam pelaksanaan uji coba Malioboro full pedestrian pada Senin (1/12/2025). Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA— Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memastikan tidak akan menerapkan kebijakan Malioboro full pedestrian selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Keputusan tersebut diambil guna mengantisipasi potensi lonjakan kendaraan yang diprediksi memenuhi kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menjelaskan bahwa kepadatan lalu lintas yang terjadi dalam dua hari terakhir bukan dipicu uji coba Malioboro full pedestrian. Menurutnya, kemacetan timbul karena akses menuju Titik Nol Kilometer ditutup sementara akibat adanya kegiatan resmi di lokasi tersebut.
“Sebetulnya yang dua hari kemarin itu bukan karena uji coba full pedestrian. Itu karena ada penutupan jalan di Titik Nol yang tidak bisa diakses dari arah Malioboro karena ada kegiatan yang harus kita selenggarakan,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).
Hasto menegaskan bahwa kebijakan full pedestrian dipastikan tidak diberlakukan selama periode libur Nataru. Ia juga memastikan jika suatu saat ada uji coba, akses jalan tetap akan terbuka untuk berbagai moda transportasi.
“Ke depan, kalau ada uji coba itu tidak akan menutup jalan. Bus tetap ada, andong ada, becak ada, ambulans juga ada. Warga yang tinggal di situ juga tetap bisa akses,” katanya.
Ia menambahkan penutupan Titik Nol hanya akan dilakukan jika ada kebutuhan yang sangat mendesak. Hingga kini, tidak ada rencana penutupan kawasan tersebut sampai penghujung tahun.
“Tutup Titik Nol itu hanya kalau ada kepentingan yang sangat urgen. Kalau tidak ya tidak. Sampai hari ini belum ada rencana menutup Titik Nol sampai akhir tahun,” ujarnya.
Soal kemungkinan rekayasa lalu lintas pada masa liburan panjang, Hasto memastikan Malioboro tetap dapat dilalui kendaraan.
“Nataru tidak ada penutupan Malioboro,” tegasnya.
Terkait persoalan parkir liar yang muncul akibat keterbatasan kantong parkir resmi, Pemkot Jogja kini tengah menimbang sejumlah lokasi alternatif untuk menampung kendaraan wisatawan. Meski demikian, Hasto menilai rencana penambahan kantong parkir skala besar tidak dapat diselesaikan dalam waktu dekat.
“Penambahan parkir dengan space yang luas saya kira tidak bisa dalam waktu singkat karena akhir tahun tinggal beberapa minggu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.