REMBAG KAISTIMEWAN: Keistimewaan DIY Berawal dari Ketahanan Keluarga
Penanaman budaya, karakter, dan nilai moral harus dimulai dari lingkungan keluarga agar keistimewaan DIY tetap terjaga di tengah perubahan zaman.
Suasana keramian Festival Kampung Wisata yang diselengarakan Dinas Pariwisata Jogja, Sabtu (11/2/2023)./Istimewa
JOGJA—Dinas Pariwisata (Dinpar) Jogja menyelenggarakan Festival Kampung Wisata pada Sabtu (11/2/2023). Diikuti empat kampung wisata, festival tersebut dimaksudkan untuk mendorong peningkatan jumlah wisatawan dan memperpanjang waktu kunjungan wisata, khususnya di kampung wisata.
Empat kampung wisata yang berpartisipasi adalah Kampung Wisata Cokrodiningratan, Kampung Wisata Sosromenduran, Kampung Wisata Suryatmajan, dan Kampung Wisata Ratmakan. Semua peserta tersebut menampilkan potensi wisatanya masing-masing, terutama atraksi seni budaya.
Seperti Kampung Wisata Suryatmajan yang menampilkan Calung Funk, Tari Maumere, dan Band West Code. Lalu Kampung Wisata Sosromenduran menampilkan Barongsai Singo Mataram dan tarian kreasi. Kemudian, Kampung Wisata Cokrodiningratan menampilkan dolanan anak, Band Klangenan Suworo, dan Tari Kenes Arum. Terakhir, Kampung Wisata Ratmakan menampilkan ketoprak humor.
Berlokasi di Jalan I Dewa Nyoman Oka Kotabaru, festival kampung wisata tersebut juga dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat melalui sektor industri pariwisata. Kepala Dinpar Jogja Wahyu Hendratmoko menyebut kampung wisata butuh event untuk meneguhkan eksistensinya.
“Kegiatan ini bertujuan untuk membuat sebuah event yang mampu menunjukkan eksistensi dan menambah wawasan masyarakat terkait potensi yang terdapat di Kampung Wisata se-Jogja sehingga kita lebih mengerti dan turut serta dalam melestarikannya,” jelasnya, Selasa (14/2/2023).
Wahyu menjelaskan festival tersebut bertajuk Masyarakat Kreatif Kampung Wisata Produktif dimana agar semangat kampung wisata supaya menumbuhkembangkan kreativitas untuk mendukung kegiatan wisata di wilayahnya.
Total Kampung Wisata di Jogja sendiri ada 25. “Di Kotabaru ini jadi yang pertama di tahun ini, selanjutnya total ada enam festival yang sudah kami agendakan agar kampung wisata tetap bersemangat,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penanaman budaya, karakter, dan nilai moral harus dimulai dari lingkungan keluarga agar keistimewaan DIY tetap terjaga di tengah perubahan zaman.
Prof Sarwidi menilai mitigasi gempa menjadi penentu dampak bencana. Perbedaan kerusakan di Venezuela dan Jepang menjadi pelajaran bagi Indonesia.
Simak contoh surat referensi kerja yang benar, fungsi, manfaat, serta format resmi yang dapat meningkatkan peluang diterima di perusahaan.
Rektor Prof. Hari Purnomo mengajak alumni membangun growth mindset untuk menghadapi AI dan tantangan global.
Video Pos Polisi Nampu Saradan viral di media sosial. Warganet membagikan kenangan melintasi jalur lama Madiun–Nganjuk sebelum era jalan tol.
Gempa Pacitan Magnitudo 5,3 mengguncang Jawa Timur dan terasa hingga DIY. BMKG memastikan gempa akibat subduksi ini tidak berpotensi tsunami.