Advertisement
Prospek Sangat Cerah, 6 Hotel dan 4 Restoran DIY Kurang Modal untuk Buka Lagi
Ilustrasi lobi hotel - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Enam hotel dan empat restoran yang tersebar di DIY kekurangan modal untuk buka lagi setelah pandemi. Status hotel dan restoran tersebut nonbintang dengan kapasitas 60-100 kamar untuk hotel dan 60 tempat duduk untuk restoran.
Modal yang dibutuhkan hotel dan restoran tersebut untuk buka lagi sekitar Rp100 juta. Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY sudah mengakomodasi hotel dan restoran tersebut untuk mendapat bantuan pendanaan.
Advertisement
Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono menyebut organisasinya sudah mengomunikasikan kebutuhan modal hotel dan restoran tersebut kepada perbankan. “Di Rakernas PHRI kemarin kami juga sudah kerja sama dengan bank BUMN agar dapat memberikan bantuan permodalan dan permintaan kami disanggupi,” katanya, Minggu (26/2/2023).
Hotel dan restoran butuh modal tambahan untuk memperbaiki fasilitasnya. “Sudah kami ingatkan untuk semua hotel dan restoran DIY yang buka lagi setelah pandemi agar memperbaiki fasilitasnya karena ini kunci agar pengunjung tidak kecewa. Jangan sampai buka setelah pandemi tapi fasilitas buruk karena tutup pas pandemi, ini kami tidak inginkan,” ujarnya.
Enam hotel dan empat restoran tersebut tersebar merata di kabupaten dan kota DIY. “Mereka mau buka lagi karena prospek sudah semakin cerah,” ucap Deddy.
Prospek cerah bisnis hotel dan restoran di DIY, lanjut Deddy, terlihat dari okupansi Februari ini. “Biasanya Februari itu kan low seasons, tetapi ini ternyata seperti high seasons tingkat okupansi rata-rata DIY 80%,” ujar dia.
BACA JUGA: Sepi Orderan, Pabrik di Gunungkidul Pilih Kurangi Hari Kerja Karyawan
Deddy menyebut okupansi Februari di Gunungkidul sebesar 70%, Kulonprogo dan Bantul 65%, serta Sleman dan Jogja 90%. “Rata-rata 80% pada Februari ini, kalau dibanding Februari tahun lalu jelas sanga meningkat karena Februari 2022 itu hanya 65% rata-rata okupansi DIY,” jabarnya.
Pertumbuhan hotel dan restoran, sambung Deddy, juga pesat. “Sekarang tidak hanya di Sleman dan Jogja. Kulonprogo dan Gunungkidul ini sekarang banyak hotel dan restoran baru artinya ini pertumbuhan positif,” katanya.
Deddy menyebut sudah ada 300-an hotel di DIY, baik berstatus bintang maupun nonbintang. “Jumlah kamarnya mungkin sudah tembus angka 7.000 kamar, karena di Gunungkidul dan Kulonprogo terus bertambah hotelnya,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Terbaru KRL Jogja Solo 1 April 2026, Pagi hingga Malam
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 1 April 2026
- Pemkot Jogja Tegaskan Larangan Siswa Tanpa SIM Bawa Motor ke Sekolah
- Dari Kelompok Tani, Sekar Arum Ubah Sampah Jadi Prestasi di Jogja
- Larangan Parkir Bus Senopati Picu Keresahan Juru Parkir
Advertisement
Advertisement







