Mayat Misterius di Sungai Bedog Bantul Masih Diidentifikasi
Polisi masih mengidentifikasi mayat tanpa identitas yang ditemukan di Sungai Bedog Bantul. Kondisi jasad sudah membusuk dan sulit dikenali.
Mario Dandy Satriyo/Twitter
Harianjogja.com, JOGJA—Mario Dandy Satriyo, anak bekas pejabat Direktorat Jenderal Pajak yang tersandung kasus penganiayaan, hanya menjawab singkat saat ditegur warga Timoho, Jogja, karena kebut-kebutan naik moge.
Mario Dandy menghabiskan sebagian masa remajanya di Jogja. Dia mengenyam pendidikan sekolah menengah pertama di SMP Pangudi Luhur I Jogja kemudian meneruskan sekolah di SMA Taruna Nusantara sebelum dikeluarkan. Semasa SMA, Mario Dandy sering pulang ke rumah bapaknya, Rafael Alun Trisambodo, di Jogja.
Rafael adalah eks Kepala Bagian Umum Kanwil DJP Jakarta II yang punya kekayaan tercatat Rp50-an miliar. Gaya hidup keluarga Rafael menjadi sorotan setelah Mario Dandy menganiaya David, anak salah satu pengurus GP Ansor, hingga koma. Di akun medsosnya, Mario Dandy kerap memamerkan kekayaan bapaknya, seperti naik moge.
Kebiasaan Mario Dandy naik moge itu pernah mengganggu tetangganya di Timoho. Warga di seputar kompleks salah satu rumah milik Rafael Alun Trisambodo mengaku hanya beberapa kali bertatap muka dengan anggota keluarga kaya itu saat bertandang ke Jogja.
Beberapa kali Rafael Alun dan keluarganya, termasuk Mario Dandy, mampir ke salah satu rumahnya yang terletak di Jalan Ganesha II bernomor 12 RT 50 RW 5, Kelurahan Muja Muju, Kemantren Umbulharjo Kota Jogja.
Tokoh masyarakat setempat, Sugiharto, Senin (27/2/2023) mengatakan Mario Dandy Satriyo, 20, beberapa kali mampir ke rumah mewah itu saat dirinya bersekolah di SMA Taruna Nusantara Magelang. Saat liburan sekolah, Mario Dandy, selalu berkunjung ke rumah bapaknya.
"Liburan saja mungkin. Anaknya juga sering ke sini. Waktu dulu anaknya [Mario Dandy] kan di SMA Taruna beberapa kali juga ke sini," kata Sugiharto.
BACA JUGA: Mario Dandy Satriyo Lulusan SMP di Jogja, Begini Kesaksian Para Guru tentang Perilakunya
Rumah Sugiharto terletak persis di depan rumah milik Rafael Alun yang berada di sisi selatan jalan. Sugiharto menjelaskan, ia beberapa kali melihat Mario Dandy berkeliling kompleks sambil membawa hewan peliharaan.
"Pernah juga kebut-kebutan lewat jalan sini sambil bawa motor gede. Saya tegur, tapi ya dia cuma bilang 'ya'," kata dia.
BACA JUGA: Bak Istana! Begini Penampakan Rumah Rafael Alun Orangtua Mario Dandy di Timoho Jogja
Sebelum terlibat insiden penganiayaan yang kemudian viral tersebut, Mario Dandy disebutkan pernah sekali berkunjung ke rumah itu. Sugiharto bertemu sekitar Januari silam atau dua sampai tiga pekan lalu.
"Terakhir ketemu pas itu, dia keluar kompleks sambil bawa hewan peliharaan jalan-jalan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi masih mengidentifikasi mayat tanpa identitas yang ditemukan di Sungai Bedog Bantul. Kondisi jasad sudah membusuk dan sulit dikenali.
Perencanaan dana kurban sejak dini membantu meringankan beban finansial dan membuat ibadah Iduladha lebih teratur dan tenang.
PT KAI Daop 4 Semarang tutup 6 perlintasan sebidang tidak dijaga sepanjang 2026. Langkah tegas diambil demi menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang.
Google uji coba penyimpanan Gmail gratis 5 GB untuk akun baru. Cara dapat 15 GB penuh: tautkan nomor telepon. Simak detailnya.
Film Hello Kitty garapan Hollywood dijadwalkan tayang 2028 dengan sutradara Moana 2 dan Ultraman: Rising.
TPR lama Parangtritis dibongkar di Bantul, akses wisata dialihkan sementara dan jalur utama ditata ulang untuk kelancaran lalu lintas.