Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Mengarah ke DIY, Ini Imbauan Sultan
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau disebut tak mengarah ke DIY. Sultan dan Dinkes DIY mengimbau masyarakat tetap memakai masker.
Lahan cabai di Sleman./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman memperkirakan stok cabai di Sleman pada bulan puasa hingga Lebaran aman. Bahkan produksi cabai Sleman surplus dan bisa memasok kebutuhan di Jakarta.
Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman Suparmono menyampaikan produksi cabai rawit diperkirakan sebesar 350 ton saat Ramadan tiba. Sementara, produksi cabai besar termasuk cabai keriting 542 ton.
"Produksinya sudah melebihi konsumsi Sleman. Prediksi ini didasari luas tanam di November sampai Desember 2022," ucapnya, Selasa (28/2/2023).
Menurutnya, keberadaan pasar lelang dan titik kumpul cabai memiliki peranan penting bagi petani dalam meningkatkan posisi tawar. Rata-rata di titik kumpul ada lebih dari satu ton cabai.
"Perkiraan saya, di bulan puasa dan mendekati Idulfitri, produksi bisa lebih dari dua ton per hari. Itu baru satu titik kumpul, belum termasuk titik kumpul yang lain."
Kabupaten Sleman menjadi salah satu sentra produksi cabai nasional. Pada 2022, produksi cabai mencapai 11.406,6 ton atau naik 14,9 persen dari produksi cabai 2021 sebesar 9.923,3 ton. Sentra produksi cabai tersebar di beberapa kecamatan meliputi Ngaglik, Pakem, Ngemplak, Turi, Sleman dan Tempel.
"Cabai di Sleman relatif aman sepanjang tahun, rata-rata per bulan ada lahan cabai 300 hektare," ujar Suparmono.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian Swadaya dan Pengelola Titik Kumpul Lelang Cabai, Handayatman, mengatakan titik kumpul merupakan tempat sementara bagi cabai yang dipanen sebelum dikirim ke pembeli yang menang lelang.
Rata-rata cabai hasil lelang dikirim ke beberapa pasar induk di Jakarta. "Titik kumpul ini menaungi hasil panen dari 3.000 petani lebih, dengan rata-rata lahan 500-1.000 meter persegi," paparnya.
Harga cabai pekan lalu sempat melonjak di kisaran Rp64.000-70.000 per kilogram. Namun saat ini sudah mulai turun. Berdasarkan data harga pangan Disperindag Sleman, saat ini harga cabai di kisaran Rp39.000-57.000 per kg.
Kepala Bidang Usaha dan Perdagangan Disperindag Sleman Kurnia Astuti mengatakan kenaikan harga cabai tersebut dipengaruhi faktor musim.
"Minggu kemarin cabai rawit merah yang semula Rp65.000 per kilogram sekarang Rp57.000. Sudah mulai turun. Semoga tetap stabil sampai Ramadan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau disebut tak mengarah ke DIY. Sultan dan Dinkes DIY mengimbau masyarakat tetap memakai masker.
DPAD DIY kembali menggelar workshop perbaikan buku rusak karena minat masyarakat membaca buku fisik masih tinggi.
Menkeu Purbaya siapkan sekitar Rp31,1 triliun untuk mengalihkan pembayaran gaji PPPK daerah ke pemerintah pusat mulai Januari 2027.
DPRD Kota Jogja mulai mengarahkan tamu kunjungan kerja ke kampung wisata untuk mengenalkan produk lokal dan mendorong ekonomi masyarakat.
YIA menyalurkan Rp100 juta untuk penanganan stunting 115 balita di Kulonprogo melalui PMT, multivitamin, edukasi, dan ayam petelur.
BPBD Kota Jogja menyiapkan sistem notifikasi banjir langsung ke HP warga melalui jaringan seluler untuk mempercepat peringatan dini.