IHSG Melemah di Awal Perdagangan, Tertekan Sentimen Global
IHSG melemah ke 5.984 dipicu sentimen global, geopolitik, dan sikap hati-hati investor jelang keputusan The Fed.
Gunung Merapi memuntahkan awan panas guguran, Sabtu (11/3/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Api diam terdeteksi di area kubah lava barat daya Gunung Merapi. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut hal tersebut merupakan fenomena yang wajar pada kubah lava gunung api yang sedang aktif.
Api diam itu diketahui berdasarkan pengamatan BPPTKG pada Senin, 13 Maret 2023, pukul 18.00 WIB sampai dengan 24.00 WIB.
"Api diam itu berupa penampakan rona merah, biasanya akibat lava yang panas," kata Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso, Selasa (14/3/2023).
Selama periode pengamatan itu, BPPTKG tidak mencatat adanya awan panas guguran maupun lava pijar yang keluar dari Merapi. Awan panas guguran kembali terpantau keluar dari Merapi sebanyak dua kali berdasarkan pengamatan BPPTKG pada Selasa (14/3/2023) pukul 00.00-06.00 WIB.
Jarak luncur awan panas guguran mencapai 1.600 meter sampai 2.000 meter mengarah ke barat daya. Teramati pula sebanyak 15 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter ke arah barat daya.
BACA JUGA: Merapi Luncuran Awan Panas Selasa Pagi, Sebagian Dusun di Cangkringan Sleman Hujan Abu Tipis
Sementara itu, gempa awan panas guguran tercatat dua kali, gempa guguran 55 kali, gempa fase banyak 10 kali, dan gempa vulkanik dangkal dua kali.
BPPTKG masih mempertahankan status Siaga atau Level III pada Gunung Merapi sejak November 2020 silam. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas guguran yakni di Kali Woro sejauh 3 kilometer (km) dari puncak, Kali Gendol sejauh 5 km dari puncak.
Selain itu, potensi bahaya juga di Kali Boyong sejauh 5 km dari puncak, serta Kali Bedog, Krasak, Bebeng sejauh 7 km dari puncak. Sementara itu, lontaran material vulkanik jika terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
BPPTKG juga mengimbau masyarakat mewaspadai bahaya lahar di alur sungai berhulu Merapi, terutama saat terjadi hujan di puncak gunung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
IHSG melemah ke 5.984 dipicu sentimen global, geopolitik, dan sikap hati-hati investor jelang keputusan The Fed.
Said Iqbal mengusulkan penghapusan pajak JHT, THR, dana pensiun, dan pesangon kepada Menteri Keuangan demi meningkatkan kesejahteraan buruh.
PM India Narendra Modi berjanji kembali ke Indonesia sebelum 2029 untuk meresmikan Candi Prambanan setelah restorasi bersama rampung.
Pemkab Kulonprogo menggabungkan Disdag dan DisperinkopUKM mulai Januari 2027 demi meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan.
Menikmati malam akhir pekan dengan panorama Kota Yogyakarta dari ketinggian menjadi pengalaman yang semakin istimewa di 1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro.
DPRD DIY merampungkan Raperda Perlindungan Kawasan Karst yang diklaim pertama di Indonesia. Regulasi mengedepankan konservasi dan ekonomi hijau.