Bawaslu Bantul Berharap Pemilihan Lurah Tak Diwarnai Politik Uang
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Para penerima medali Popda DIY 2023 berfoto bersama./Istimewa
JOGJA — Penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) DIY 2023 tengah berlangsung hingga 18 Maret 2023. Popda menjadi ajang untuk mencari atlet unggulan di DIY.
Kepala Seksi Olahraga Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Disdikpora DIY, Danang Agus Yuniarto menyampaikan Popda diselenggarakan untuk menyiapkan atlet yang akan berkompetisi di tingkat nasional. Menurutnya, untuk dapat menyiapkan atlet ke kejuaraan nasional, atlet perlu memiliki pengalaman berkompetisi di tingkat daerah terlebih dahulu. “Tujuan Popda ini bahwa kami butuh kompetensi berjenjang dari tingkat kabupaten, provinsi bahkan nasional,” ucapnya, Jumat (17/’3/2023).
Menurutnya banyak atlet muda potensial di DIY. “Kalau yang di Jogja cukup bagus, ada beberapa dari Taekwondo sudah sampai kelas internasional,” ucapnya.
Sejauh ini, kata dia, DIY telah melakukan pembinaan yang tepat bagi para atlet pelajarnya. Saat ini ada pembinaan atlet melalui Pembinaan Atlet Berbakat (PAB), atau Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLB). Menurut Danang, melalui program tersebut, atlet pelajar mendapatkan pembinaan khusus yang diperlukannya.
BACA JUGA: Popda 2023, Kontingen Gunungkidul Tak Ingin Jadi Juru Kunci
Anggota Komisi D DPRD DIY, Anggota Komisi Syukron Arif Muttaqin menyampaikan sebagai kegiatan rutin yang digelar Disdikpora DIY tersebut, dapat mencetak atlet pelajar yang akan dipersiapkan untuk ajang nasional. pesertanya kontingen pelajar di DIY. “Tujuannya dalam rangka mencari bibit atlet berbakat di daerah, untuk kita gembleng agar berprestasi di tingkat selanjutnya,” ucapnya.
Per Jumat (17/3/2023) sebagian cabang olahraga telah dipertandingkan, sebagian lainnya akan dipertandingkan pada Sabtu (18/3/2023). Saat ini klasemen sementara untuk peringkat satu diduduki Kabupaten Bantul dengan 68 emas, 38 perak, dan 60 perunggu.
Kemudian di posisi kedua diduduki Kota Jogja dengan perolehan 44 emas, 55 perak, dan 62 perunggu. Sedangkan posisi ketiga diduduki Kabupaten Sleman dengan perolehan 34 emas, 46 perak dan 61 perunggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Korban pengeroyokan Kebon Bawang, EY (28), sempat diculik dan dianiaya di dua lokasi sebelum meninggal setelah tiga hari dirawat.
Budidaya louhan masih punya potensi ekonomi. Harga ikan berkualitas bisa mencapai Rp25 juta-Rp30 juta, tergantung kualitas dan hasil kontes.
Prabowo membahas tiga bantuan Kuartal IV 2026, mulai beras 10 kg, pembukaan rekening hingga subsidi upah Rp300.000 per bulan.
Danantara mengungkap rencana kepemilikan 5%-10% saham BEI dalam proses demutualisasi. Porsi konsorsium bisa mencapai 30%-40%.
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.