Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Suasana konfrensi pers Polda DIY terkait penangkapan pelaku mutilasi di Pakem, Sleman pada Rabu (22/3/2023). - Harian Jogja/Triyo Handoko
Harianjogja.com, SLEMAN—Penyidikan kasus mutilasi di sebuah hotel di Pakem terus berlanjut. Polda DIY hari ini, Selasa (28/3/2023), bersama psikolog memeriksa psikologi pelaku mutilasi, Heru Prasetyo, 23.
Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Nuredy Irwansyah Putra menjelaskan pemeriksaan dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung selama lima sampai enam jam. "Menyesuaikan kebutuhan dari tim ahli untuk menganalisa atau meneliti terkait psikologi tersangka," ujarnya Selasa.
BACA JUGA : Pelaku Mutilasi Sleman Ditangkap Saat Sembunyi di Rumah
Pemeriksaan psikologi ini untuk mengetahui kondisi kejiwaan tersangka dalam melakukan tindak pidana yang begitu sadis, sehingga nanti akan menjadi bahan pertimbangan hakim dalam memutus kasus tersebut.
Ada dua psikolog yang dilibatkan dalam pemeriksaan ini, dari Surya Anggraeni Center, yang biasa melakukan pemeriksaan psikologi di Polda DIY. "Psikolog independen, yang biasa melakukan tes psikologi di Polda DIY," katanya.
Adapun perkembangan kasus tersebut masih dalam penyidikan. "Untuk perkembangan sampai saat ini masih kami lakukan penyidikan dan bilamana penting nanti akan sampaikan," kata dia.
Seperti diketahui, Heru Prasetyo telah ditangkap polisi pada 21 Maret lalu, di Temanggung, Jawa Tengah. HP disangkakan dengan pembunuhan berencana Pasal 340 KUHP, subsider pasal 338 KUHP dan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup hingga hukuman mati.
BACA JUGA : Polisi Temukan 62 Potongan Tubuh Korban Mutilasi di Sleman
Adapun korban Heru Prasetyo yakni AI, 34, dibunuh dan dimutilasi pada Sabtu dan Minggu (18-19/3/2023) di sebuah hotel di Kapanewon Pakem. Pelaku berencana memutilasi korban untuk membuangnya, namun urung dilakukan karena waktu yang terlalu lama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Regrouping SDN Hargomulyo ditolak warga. DPRD Kulonprogo meminta Disdikpora, sekolah, dan wali murid duduk bersama mencari solusi.
Dinsos Sleman mengimbau warga memperbarui data desil melalui Perlinsos sebelum 31 Agustus 2026. Ada 2.940 agen di 86 kalurahan.
Event 21–23 Agustus 2026 di Sleman dan DIY dinilai mendorong hotel, kuliner, transportasi, dan UMKM lokal.
DTSEN dinilai bermasalah karena desil warga berubah drastis. DPRD Jogja meminta bansos tetap mempertimbangkan verifikasi kondisi warga.
Pesawat Cassa TNI AU tergelincir di runway 03-21 Bandara Sultan Hasanuddin pada Selasa, 25 Agustus 2026.