78 Titik Blankspot Internet Tersebar di Gunungkidul, Ini Lokasinya
Sebanyak 78 titik blankspot internet ditemukan di Gunungkidul. Diskominfo menyiapkan perluasan jaringan telekomunikasi pada 2028.
Ilustrasi pos pengamanan Lebaran 2023. - Antara
Harianjogja.com, Gunungkidul – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Gunungkidul, Sya’ban Nuroni mengatakan ada potensi perbedaan dalam perayaan Idulfitri.
Menurutnya, perberdaan perayaan Idulfitri bukan menjadi hal yang harus dipersoalkan karena yang terpenting masyarakat bisa saling menghormati sehingga persatuan dan kesatuan tetap terjaga.
“Meski puasanya bersama, tapi potensi perbedaan perayaan Idulfitri memang ada,” kata Sya’ban kepada wartawan, Jumat (14/4/2023).
Menurut dia, perbedaan terjadi dikarenakan belum ada kesepakatan bersama berkaitan dengan metode penghitungan dalam penanggalan. Oleh karenanya, pada saat ada perbedaan menjadi hal yang wajar karena setiap organisasi memiliki cara tersendiri dalam penghitungan.
“Yang jelas Idulfitri tetap sama di 1 Syawal, tapi untuk harinya [mengacu kalender masehi] bisa beda,” katanya.
Ia menambahkan, Kemenag menghormati perbedaan tersebut dan sebisa mungkin akan memberikan fasilitas pelayanan. Selain itu, masyarakat dipersilahkan mengikuti keyakinannya masing-masing berkaitan dengan perayaan Idulfitri.
“Tentu kami akan lakukan pendataan. Tapi, ini bukan untuk mengetahui basis massa organisasi mana yang lebih banyak, tapi untuk pelayanan. Misalnya, untuk penyediaan Imam dan Khatib pada saat ceramah Idulfitri,” katanya.
Kepala Bimbingan Masyarakat Islam, Kemenag Gunungkidul, Zuhdan Aris mengatakan, Muhammadiyah sudah menetapkan 1 Syawal pada Jumat (21/4/2023). Adapun Pemerintah Pusat baru melaksanakan sidang isbat pada Kamis (20/4/2023).
Meski demikian, ia mengaku ada potensi perbedaan karena metode penghitungan yang berbeda. Menurut Zuhdan, penetapan Pemerintah mengacu pada kesepakatan Menteri Agama Brunei Darusalam; Indonesia, Malaysia dan Singapura (MABIMS).
Berdasarkan keputusan ini maka disepakati untuk hilal penentuan bulan baru harus memiliki ketinggian minimal tiga derajat. Diperkirakan pada 21 April mendatang, ketinggian belum mencapai persyaratan tersebut sehingga ada kemungkinan perbedaan perayaan Idulfitri.
Dia menambahkan, penentuan Idulfitri berbeda dengan saat penetuan awal puasa. Menurut Zuhdan, saat dilaksanakan sidang isbat ketinggian hilal sudah lebih dari enam derajat sehingga telah memenuhi persyaratan yang ditentukan MABIMS.
“Makanya puasa bisa bersama, meski ada kemungkinan Lebaran berbeda. Untuk kepastian perayaan, kami juga masih menunggu hasil sidang isbat dari Pemerintah Pusat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 78 titik blankspot internet ditemukan di Gunungkidul. Diskominfo menyiapkan perluasan jaringan telekomunikasi pada 2028.
Rakernas SPS 2026 menghasilkan enam rekomendasi strategis, termasuk penetapan Lampung sebagai tuan rumah Kongres SPS pada Juni 2027.
BPS DIY mencatat pekerja informal mencapai 55,14% pada Agustus 2026, naik 1,17 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.
Kozo Tashima resmi maju sebagai calon Presiden FIFA 2027. Didukung JFA, ia mengusung integritas dan harus memenuhi syarat nominasi.
Taj Yasin menyampaikan apresiasi kepada Stikom Semarang yang turut memberikan kesempatan kepada mahasiswa asal Jawa Tengah untuk menempuh pendidikan tinggi.
Jalur Gedang Klutuk menuju Pantai Wediombo rawan kecelakaan. Warga Jepitu berharap pemerintah melakukan pelebaran jalan.