Westlife Konser di Jakarta 2027, Ini Harga Tiket & Jadwal Presale
Westlife bakal konser di GBK Jakarta 2027. Simak jadwal presale, harga tiket lengkap, dan cara beli tiketnya di sini.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Suparmono saat memeriksa kondisi salah satu sapi di Sleman, Senin (17/4/2023) ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Upaya pengendalian dan pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Sleman sudah dilakukan. Mulai dari KIE, pengobatan, pengawasan lalulintas ternak dan vaksinasi PMK. Pasalnya, hingga kini kasus kejadian PMK masih ditemukan walaupun kejadiannya tidak banyak.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Suparmono mengatakan masih ditemukannya kasus PMK dikarenakan mutasi dan mobilitas ternak dari luar wilayah Sleman tetap ada. "Selain itu, budaya karantina bagi ternak baru belum berjalan dengan baik, dan karena cakupan vaksinasi PMK belum memenuhi pembentukan immun herd berkisar 80 – 90 persen," katanya, Senin (17/4/2023).
BACA JUGA: Bantuan PMK Tahap II, Pemkab Sleman Gelontorkan Rp2 Miliar
Pram sapaan akrab Suparmono menjelaskan, dampak kerugian kejadian PMK di Sleman masih menyisakan duka bagi peternak dan pengusaha ternak. Selain ternak mati ataupun terpaksa harus dipotong, ternak yang terpapar PMK juga tidak dapat disembuhkan 100%. Bahkan ada yang terpaksa harus menjual ternaknya dengan harga sangat murah.
"Maka peternak perlu mendapat dukungan dari pemerintah untuk memotivasi mereka kembali berupaya meningkatkan usaha peternakannya. Sebab, akibat kerugian yang ditimbulkan dari PMK ini menyebabkan turunnya populasi dan produksi ternak baik berupa daging maupun susu," ujar dia.
BACA JUGA: Atasi PMK, Miliaran Rupiah Digelontorkan untuk Ratusan Peternak di Sleman
Upaya pemulihan usaha peternakan akibat PMK ini, lanjut Pram, peternak di Sleman telah menerima bantuan dalam keadaan tertentu darurat PMK yang merupakan stimulan untuk mengembangkan skala usaha peternakan dari Kementerian Pertanian RI bagi 551 orang peternak.
"Nilai bantuan yang disalurkan sebesar Rp6,36 miliar atas kematian dan potong bersyarat sapi sejumlah 633 ekor dan kambing/domba 21 ekor. Bantuan tersebut diserahkan dalam 3 tahap pada Oktober 2022, Januari dan Februari 2023," katanya.
BACA JUGA: Atasi PMK, Miliaran Rupiah Digelontorkan untuk Ratusan Peternak di Sleman
Dijelaskan Pram, bantuan tahap pertama sudah direalisasikan oleh peternak untuk membeli bibit ternak berupa sapi, sebagaimana halnya para peternak di kelompok Huntap Karangkendal Umbulharjo, Cangkringan. Terdapat 13 orang peternak yang memperoleh bantuan, dan telah dibelikan delapan ekor pedet (anak sapi) dan tiga ekor sapi dara.
"Bantuan yang diterimakan kepada peternak tersebut cukup membuat para peternak bahagia, setidaknya mereka dapat membeli bibit ternak lagi dan akan dikembangbiakkan agar usaha peternakan pulih seperti sediakala," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Westlife bakal konser di GBK Jakarta 2027. Simak jadwal presale, harga tiket lengkap, dan cara beli tiketnya di sini.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Patuk. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga layanan Satpas terbaru.
Bantul siapkan guru SD hadapi Bahasa Inggris wajib 2027. Pelatihan dan komunitas belajar mulai dibentuk.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.