Harga Beras Naik, Inflasi Jogja hingga September 3,31 Persen
Harga beras Jogja naik pada September 2026 akibat pasokan berkurang. BPS juga mewaspadai kenaikan harga pangan menjelang Nataru.
Ilustrasi wisatawan berlibur di Pantai Gua Cemara, Bantul./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pariwisata (Dispar) DIY mengevaluasi penyebab kunjungan wisatawan DIY selama Lebaran 2023 lebih rendah daripada tahun lalu.
Dispar DIY mencatat jumlah wisatawan yang mengunjungi destinasi wisata di DIY dari Januari hingga 1 Mei 2023 ada 81% lebih tinggi daripada tahun lalu. Meski begitu, Perhimpunan Hotel dan Resto Indonesia (PHRI) DIY menyampaikan okupansi selama Lebaran tahun ini lebih rendah daripada tahun lalu.
Sebelumnya, Ketua DPD PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono menilai okupansi di DIY turun karena adanya beberapa hotel yang baru di Kulonprogo, Sleman, Gunungkidul sehingga menyebabkan terjadinya persebaran tinggal wisatawan. Selain itu, menurutnya ada pula imbas larangan buka bersama aparatur sipil negara (ASN), sehingga membuat penurunan daya beli.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dispar DIY, Singgih Raharjo menyambut baik adanya pemerataan persebaran wisatawan DIY ke tiap kabupaten dan kota.
“Ini menjadi hal yang cukup menggembirakan, artinya tidak menumpuk di satu kabupaten atau destinasi, tapi merata di hampir empat kabupaten dan satu kota,” katanya.
Selama ini, menurut Singgih pihaknya terus berupaya untuk mendorong pemerataan wisatawan tersebut dengan pengembangan desa wisata dan destinasi wisata di setiap wilayah. Adanya pemerataan tersebut, menurut Singgih upaya tersebut dinilai mulai membuahkan hasil.
BACA JUGA: Tahun Ini Sektor Pariwisata di Gunungkidul Akan Semakin Moncer, Benarkah?
Terkait dengan penurunan okupansi hotel selama Lebaran kali ini, menurut Singgih data tersebut menggambarkan sebagian dari kondisi wisata di DIY.
Menurutnya, masih ada hotel dan akomodasi lain bukan anggota Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY yang digunakan wisatawan selama liburan kemarin.
Adanya pertumbuhan wisata di sekitar DIY, seperti Solo, menurutnya juga berpengaruh terhadap wisata di DIY. Meski begitu, menurut Singgih daya tarik wisata DIY menurut Singgih masih tetap menjadi pilihan bagi masyarakat.
“Akan sama-sama berpengaruh antara [wisata] Solo maupun Jogja. Keduanya akan saling mendukung, melengkapi. Sebagai bagian dari destinasi superprioritas [DSP] Borobudur, keduanya saling terintegrasi satu sama lain dan saling melengkapi,” katanya.
Selama ini, untuk menghitung wisatawan di DIY, pihaknya menggunakan dua sumber data yakni data dari Badan Pusat Statistik (BPS) terkait okupansi di hotel bintang dan nonbintang, selain pihaknya juga menggunakan data dari retribusi di destinasi wisata, data pengunjung yang dihimpun dari pengelola wisata swasta dan data pengunjung dari beberapa restoran yang memiliki rating yang tinggi.
Selama ini untuk momen tertentu, seperti libur Lebaran lalu, Dispar DIY menggunakan data pergerakan wisatawan. Dari data tersebut, Singgih memaparkan wisatawan yang terdata dalam pergerakan wisatawan dapat terhitung beberapa kali apabila wisatawan tersebut mengunjungi sejumlah destinasi wisata, sedangkan untuk perhitungan wisatawan yang menginap di hotel bintang dan non bintang hanya akan terdata sekali.
Singgih menyampaikan pihaknya masih menghimpun data realisasi kunjungan wisata selama libur lebaran ini. Pada Jumat (5/5/2023), pihaknya juga akan melakukan evaluasi dengan kabupaten/kota serta industri pariwisata di DIY terkait kunjungan wisata di DIY selama libur lebaran ini.
“Besok pagi [Jumat] baru akan kami evaluasi secara menyeluruh. Besok saya menghubungkan teman-teman kabupaten juga industri, setelah itu nanti baru kami sampaikan secara detail,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga beras Jogja naik pada September 2026 akibat pasokan berkurang. BPS juga mewaspadai kenaikan harga pangan menjelang Nataru.
Prabowo menyerahkan urusan bonus Timnas Indonesia usai juara FIFA ASEAN Cup 2026 kepada PSSI dan memuji perjuangan skuad Garuda.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis tersedia enam kali sehari dengan tarif Rp12.000. Simak jadwal pergi dan pulang selengkapnya.
Gempa M 4,6 mengguncang Sumba Barat Daya, NTT, Selasa dini hari. BMKG menyebut gempa tidak berpotensi tsunami dan mengingatkan mitigasi.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Selasa 6 Oktober 2026 tersedia di Masjid Temon, lengkap dengan lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Prakiraan cuaca DIY Selasa 6 Oktober 2026 menunjukkan potensi udara kabur di Sleman dan suhu maksimum 35°C di Kota Jogja.