Lansia di Jogja Jadi Tantangan Penerapan Identitas Digital
Dukcapil Kota Jogja memperkirakan 30% warga masih kesulitan menggunakan IKD, terutama lansia yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
Proses pembangunan jembatan yang menghubungkan ruas JJLS perbukitan Rowari di Kalurahan Tepus, Tepus. Foto diambil beberapa waktu lalu./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Penandatanganan Kontrak Proyek Pembangunan Kelok 18 Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) masih menunggu dana dari Islamic Development Bank (IDB) turun. Padahal, pemenang tender pembangunan proyek dengan nama tender Pembangunan Jalan Baru Kretek-Girijati di sistem LPSE itu telah diperoleh.
BACA JUGA: Proyek Kelok 18 Segera Dilelang, Begini Desainnya
Asisten Pelaksanaan dan Pengawasan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) DIY, Wahyu Widyantoro menyampaikan PT Waskita Karya (Persero) telah memenangi tender atas proyek tersebut dengan nilai Rp.241.031.298.950,80. Meski begitu, proses selanjutnya berupa penandatanganan kontrak masih menunggu pendanaan dari IDB.
“Ini proyek pinjaman [menggunakan dana pinjaman dari IDB], jadi nanti dari IDB [sumber dana]. Jadi menunggu ketersediaan [dana] dari vendor IDB. Jadi nunggu ketersediaan [dana] dari IDB, baru nanti sudah pasti turun, baru kita tanda tangan kontrak,” katanya, Kamis (11/5/2023).
Wahyu mengungkapkan pendanaan untuk proyek tersebut seluruhnya akan menggunakan dana pinjaman IDB. Dia pun tak dapat memastikan kapan pendanaan tersebut akan cair, pihaknya masih menunggu arahan dari Kementerian PUPR. Setelah ada arahan dari Kementerian PUPR terkait pendanaan tersebut dan penandatanganan kontrak, barulah pekerjaan fisik proyek tersebut dapat dilakukan. Wahyu juga tidak dapat memastikan kapan pekerjaan fisik proyek tersebut mulai dapat dilakukan.
“Tergantung tanggal kontraknya, tanggal mulai kerjanya, nanti berakhirnya dihitung dari tanggal pelaksanaannya. Harapannya semakin cepat diselesaikan,” imbuhnya.
Wahyu pun memperkirakan pekerjaan fisik Kelok 18 JJLS akan rampung tahun depan.
“Sepertinya tahun depan [selesai pembangunan fisik Kelok 18], tahun ini kan tinggal beberapa bulan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dukcapil Kota Jogja memperkirakan 30% warga masih kesulitan menggunakan IKD, terutama lansia yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
DPUPRKP Gunungkidul mencopot bando Selamat Datang Wonosari di Logandeng, Playen karena dinilai membahayakan setelah berusia lebih dari 10 tahun.
Pemprov DIY menetapkan empat kalurahan sebagai percontohan revitalisasi Lumbung Mataraman untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.