DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Prosesi pemakaman korban tertembak senapan polisi di Dusun Wuni, Nglindur, Girisubo. Senin (15/5/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul, Sunaryanta melayat ke rumah duka warga yang meninggal karena tertembak senapan polisi di Dusun Wuni, Nglindur, Girisubo, Senin (15/5/2023) siang. Dia berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran bersama sehingga kasus yang sama tidak terulang.
“Saya ikut berduka cita kepada keluarga korban,” katanya kepada wartawan, Senin siang.
Menurut dia, peristiwa ini tidak ada unsur kesengajaan. Adapun kasusnya diserahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib.
Sunaryanta menilai kasus tertembaknya salah seorang warga terjadi karena diawali terjadinya keributan. Ia berharap tidak ada lagi kejadian yang sama terulang. “Sudah bukan jamannya ribut-ribut saat pertunjukan,” ungkapnya.
BACA JUGA: Dangdutan Ricuh, Pemuda Gunungkidul Tewas Tertembak Senapan Polisi
Menurut dia, kegiatan pertunjukan di masyarakat sudah tidak ada larangannya. Kendati demikian, ia meminta agar pelaksanaan dapat berjalan tertib, aman dan lancar dari mulai awal hingga selesai acara.
“Kalau bisa berbaik-baik apalagi jalan bareng kan lebih enak. Tapi, memang ini sulit karena melibatkan banyak orang,” katanya.
Meski demikian, Sunaryanta berharap agar penonton pertunjukan belajar untuk bersikap dewasa dan mengindari aksi-aksi kekerasan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. “Kejadian ini merupakan insiden yang tidak disengaja. Jadi, harus ada edukasi ke masyarakat tentang keamanan maupun lainnya,” katanya.
Acara bersih telaga di Dusun Wuni, Nglindur, Girisubo pada Minggu (14/5/2023) malam berujung ricuh hingga menyebabkan seorang pemuda Aldi Apriyanto,19, meninggal dunia. Korban tewas diduga tertembak senapan milik petugas kepolisian yang mengamankan acara.
Kepala Dusun Wuni, David Nurvianto mengatakan, kejadian sekitar pukul 23.00 WIB. Sebelum kejadian, sempat terjadi kericuhan dalam acara pentas musik dangdut dalam rangka bersih telaga.
Korban pada saat itu berada di duduk di atas panggung menghadap penonton. “Korban juga ikut menjadi panitia acara," kata David.
Dia menjelaskan, pada saat pengamanan tiba-tiba terdengar suara letusan senapan yang diduga berasal dari senjata milik anggota polisi di sekitar lokasi. “Entah sengaja atau tidak, senjata Laras panjang milik petugas kepolisian pelatuknya tertarik hingga mengenai korban,” katanya.
Menurutnya, korban langsung tergeletak dengan luka pada lengan atas hingga tembus bagian tulang rusuk. Sesaat kejadian langsung ada upaya pertolongan untuk dibawa ke rumah sakit. Namun demikian, upaya tersebut tak membuahkan hasil karena korban meninggal di Tengah perjalanan.
“Kondisinya setelah tertembak, memang sudah tak sadarkan diri,” kata David.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.