Kisah Hermanto Tanoko Akuisisi Taman Dayu Usai Istri Dilarang Foto
Hermanto Tanoko mengakuisisi Taman Dayu melalui Tancorp dan Tanrise Property. Simak kisah istri ditegur satpam hingga strategi bisnisnya.
Kejati DIY saat menahan Lurah Caturtunggal, Depok, Sleman, Agus Santoso dalam kasus mafia tanah, Rabu (17/5/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY akan terus menuntaskan perkara dugaan penyalahgunaan tanah kas desa atau lazim disebut mafia tanah kas di desa di DIY. Saat ini kasus yang ditangaiu adalah penggunaan tanah kas desa untuk membangun perumahan di Caturtunggal, Depok, Sleman.
Kejati DIY telah menangkap dan menahan dua orang yaitu Direktur PT Dezatama Putri Santosa (DPS) Robinson Saalino dan Lurah Caturtunggal, Agus Santoso. Kejati secara resmi telah menahan Lurah Caturtunggal pada Rabu (17/5/2023) di Rutan Kelas II Jogja.
Agus dinilai melakukan pembiaran terhadap praktik ilegal pembangunan perumahan di lahan tanah kas desa hingga menimbulkan kerugian mencapai Rp2,9 miliar. Sebagaimana diketahui terungkapnya kasus mafia tanah kas desa ini bergulir setelah Satpol PP DIY menyegel sebuah proyek pembangunan perumahan di atas tanah kas desa tepatnya di Jalan Melon, Mundusaren Caturtunggal, Depok, Sleman pada Agustus 2022 silam.
BACA JUGA : Lurah Caturtunggal Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa
Kurun waktu September hingga November 2022, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melalui Biro Hukum sempat mengirimkan somasi kepada pengembang hingga lebih dari satu kali. Akan tetapi pihak pengembang dalam hal ini PT DPStidak menggubris dan tetap melanjutkan pembangunan.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengeluarkan Surat Gubernur DIY No.700/1277 terkait dengan laporan hasil pemeriksaan (LHP) pemanfaatan tanah kas desa di Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman, yang dilakukan oleh PT Dezatama Putri Santosa (DPS).
Surat itu pun ditindaklanjuti Kejati DIY dengan melakukan penyelidikan dan menaikkan status ke penyidikan. Kejati DIY lalu menangkap dan menahan pengembang properti yang juga Direktur PT Deztama Putri Sentosa yaitu Robinson Saalino. Pengembang ini melakukan penguasaan terhadap tanah kas desa seluas 16.000 meter persegi tanpa mendapatkan izin. Kini kasus itu pun berkembang dengan adanya tersangka baru yaitu Lurah Caturtunggal.
“Dengan adanya penetapan tersangka ini menunjukkan bahwa Keajti DIY serius dalam memberantas mafia tanah di DIY,” kata Asisten Pidana Khusus Kejati DIY Muhammad Anshar, Rabu (17/5/2023).
BACA JUGA : Kasus Tanah Kas Desa, 43 Saksi Dipanggil Salah Satunya
Terkait tersangka Lurah Caturtunggal, lanjutnya, pasal yang dikenakan yaitu melakukan pembiaran terhadap praktil ilegal tersebut. “Untuk sementara memang kami sangkakan dengan pasal melakukan pembiaran, tidak menjalankan tugasnya sebagai lurah melakukan pengawasan,” ujarnya.
Akan tetapi Kejati DIY terus mendalami peran Lurah tersebut termasuk kemungkinan menerima gratifikasi dalam kasus tersebut. Anshar mengaku belum dapat menyampaikan lebih detail terkait kemungkinan adanya gratifikasi yang mengaluir ke Lurah.
“Terkait kemungkinan gratifikasi ini akan jadi pengembangan selanjutnya, untuk sementara saat ini ranah hukumnya melalui pembiaran lebih dahulu,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hermanto Tanoko mengakuisisi Taman Dayu melalui Tancorp dan Tanrise Property. Simak kisah istri ditegur satpam hingga strategi bisnisnya.
Windows 11 26H2 resmi tersedia. Simak syarat perangkat, cara update lewat Windows Update, fitur baru, dan masa dukungan dari Microsoft.
Jadwal bola malam ini, Selasa 13 Oktober hingga Rabu dini hari WIB, menyajikan Liga Champions Asia Elite serta Atletico Madrid vs Manchester United.
DPMPTSP Sleman menggelar Forum Konsultasi Publik untuk menyempurnakan standar pelayanan inklusif dan meningkatkan aksesibilitas bagi kelompok rentan serta penya
Serangan rudal di Riyadh memicu kekhawatiran menjelang Piala Asia 2027. FIFPRO menekankan keselamatan pemain, suporter, dan staf.
MotoGP mulai mendenda pembalap yang tidak mengikuti Hero Walk minimal 10 menit. Denda awal mencapai 5.000 euro dan meningkat jika pelanggaran berulang.