Kekeringan Landa 17 Kapanewon di Gunungkidul, 14 Juta Liter Air Bersih Disalurkan
Kekeringan melanda 17 kapanewon di Gunungkidul. Sebanyak 2.811 tangki atau 14,05 juta liter air bersih telah disalurkan.
Ilustrasi telur ayam./Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Harga komoditas telur ayam mengalami kenaikan sejak tiga minggu yang lalu. Diduga kenaikan terjadi karena harga pakan yang mahal dan produktivitas mengalami penurunan.
Kepala Seksi Distribusi, Dinas Perdagangan Gunungkidul, Retno Utami mengatakan, pemantauan harga di pasaran terus dilakukan. Hingga sekarang, komoditas telur menjadi bahan pokok yang mengalami kenaikan tertinggi.
Ia tidak menampik, kenaikan sudah terjadi sejak tiga minggu lalu. Adapun harga pasaran sempat menyentuh Rp32.000 per kilonya.
Meski demikian, Retno mengakui harga sudah mulai menurun karena di pemantauan terakhir di kisaran Rp30.000 per kilonya. “Memang turun, tapi masih tetap tinggi. Jika mengacu pada harga normal, telur paling mahal dijual Rp27.000 per kilo,” katanya, Minggu (21/5/2023).
Baca juga: Industri Tekstil dan Alas Kaki Rontok, Ini Deretan Pabrik yang PHK Ribuan Karyawannya
Dia mengungkapkan, upaya pengawasan ke produsen telur di Gunungkidul telah dilakukan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan harga jual tinggi dan salah satunya disebabkan karena harga pakan yang mahal.
“Tentunya akan berpengaruh terhadap biaya produksi sehingga pada saat dijual harus dilakukan penyesuaian,” katanya.
Selain itu, kenaikan harga juga terjadi karena indukan ayam yang sudah memasuki fase afkir. Kondisi ini berdampak terhadap tingkat produktifitas karena indukan afkir proses tidak bisa bertelur.
Ia mengakui pada saat pengawasan ke produsen, sudah dilakukan pergantian dengan indukan baru. Meski demikian, lanjut Retno, untuk bisa berproduksi secara maksimal membutuhkan waktu.
“Makanya berdampak terhadap produksi yang berkurang. Dua faktor inilah yang menyebabkan harga telur jadi naik,” katanya.
Tidak turunkan harga
Salah seorang pedagang di Pasar Candirejo, Semin, Sudarti mengakui, masih menjual dengan harga Rp32.000 per kilonya. Ia belum berani menurunkan karena dari distributor sudah mematok harga yang tinggi.
“Kalau belum turun, maka tidak berani menurunkan agar tidak rugi,” katanya.
Menurut dia, kenaikan harga telur hampir setara dengan harga daging ayam potong. Kondisi ini sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. “Harapan saya bisa turun dan harganya dapat normal. Masak harga telur dengan ayam hampir sama. Kalau lihat dari kebiasaan [di waktu normal] harusnya telur lebih murah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan melanda 17 kapanewon di Gunungkidul. Sebanyak 2.811 tangki atau 14,05 juta liter air bersih telah disalurkan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.