Kopdes Merah Putih di Kota Jogja Tetap Beroperasi Meski Belum Punya Gerai
Sebanyak 12 dari 16 KKMP di Kota Jogja telah beroperasi meski belum memiliki gerai permanen. Keterbatasan lahan dan modal masih menjadi kendala.
Ilustrasi terminal keberangkatan YIA./Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Rencana pendirian terminal tipe C di sekitar kawasan Yogyakarta International Airport (YIA) masih mengambang. Hal itu lantaran adanya pembangunan jalan tol Jogja-Solo.
Padahal keberadaan terminal tersebut dibutuhkan untuk memudahkan akses masyarakat menuju bandara.
Kepala Bidang Angkutan dan Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo, Arif Martono mengatakan rencana pendirian terminal tipe C tersebut utamanya digunakan untuk mengakomodasi kebutuhan moda transportasi menuju YIA.
Sebenarnya, kata dia, pihaknya sudah menutup Terminal Jangkaran. Selain perjanjian sewa tanah sudah selesai, keberadaan terminal Jangkaran dinilai tidak efisien dan ekonomis. "Dari situ kami memikirkan terminal pengganti untuk mengakomodir penumpang yang mau ke YIA,” kata Arif, Kamis (8/6/2023).
BACA JUGA: Catat! Ini Rute Trans Jogja dari Terminal Jombor dan Terminal Condongcatur
Pada 2020 lalu, Dishub melaksanakan studi titik simpul untuk menentukan calon lokasi terminal. Titik lokasi pun sudah didapat, hanya saja belum ada persetujuan terkait kepemilikan lahan. Tegasnya titik tersebut harus paling dekat dengan bandara.
“Tapi kemudian muncul masalah lagi ketika titik pembangunan tol juga belum pasti. Exit tolnya dulu itu belum kelihatan. Waktu itu masih ribet dengan exit toll menuju bandara. Sampai saat ini juga belum ada gambar pastinya. Kami masih menunggu gambar pastinya dari exit toll ke bandara,” katanya.
Dengan begitu, Dishub akan mengkaji ulang terhadap calon lokasi terminal tipe C tersebut. Nantinya, masyarakat turun di terminal tersebut dan akan melanjutkan perjalanan masuk ke bandara menggunakan shuttle.
Arif mengatakan lokasi calon terminal tersebut akan berdiri di wilayah administratif Kalurahan Kebonrejo. “Dengan begitu kami belum sampai ke tahap pendanaan. Setelah itu kan berhitung lagi perencanaan anggarannya dan sumbernya,” ucapnya.
Lebih jauh, Arif mengatakan terminal tipe C di Kulonprogo sampai saat ini tersebar di empat lokasi yaitu di Jagalan, Kalibawang; Ngeplang, Sentolo; Kenteng, Nanggulan; dan Brosot, Galur. Katanya, pembangunan terminal tipe C baru pun masih sebatas rencana.
“Masih ada kemungkinan untuk berubah. Maksud saya, bisa saja nanti sekadar shelter untuk menurunkan penumpang dengan aman sebelum diangkut shuttle,” lanjutnya.
Sementara itu, Manager Humas PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM), Rachmat Jesiman Putra mengatakan bahwa exit toll Jogja-YIA akan dibangun di utara bandara, tepatnya di Kalurahan Kebonrejo, Kapanewon Temon.
“Exit toll-nya akan dibangun dekat Jalan Nasional di depan bandara. Rencananya ada dua jalur, jalur umum dan khusus [menuju YIA]," kata Rachmat, belum lama ini.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian Pertanahan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY, Ajie Mardana menjelaskan tol Jogja-YIA akan melintasi SDN Kebonrejo, TK PKK Mardi Siwi, dan Kantor Kalurahan Kebonrejo, sebelum berujung pada exit toll di utara bandara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 12 dari 16 KKMP di Kota Jogja telah beroperasi meski belum memiliki gerai permanen. Keterbatasan lahan dan modal masih menjadi kendala.
Kemenkes mencatat 109,3 juta peserta Cek Kesehatan Gratis, 21 RSUD baru beroperasi, dan estimasi insiden TB turun pada 2026.
Arab Saudi mencegat rudal Houthi yang menyasar Mekkah dan Madinah. Kemenhaj menyebut ibadah umrah WNI masih berjalan lancar dan aman.
DPRD Sleman memprioritaskan perbaikan sekolah rusak berat untuk melindungi siswa dan guru melalui anggaran APBD serta dukungan CSR
Kimi Antonelli merebut pole position GP Amerika Serikat 2026 di Austin dengan waktu 1 menit 34,035 detik, mengungguli Max Verstappen dan Isack Hadjar.
Jusuf Kalla di Harvard menyoroti empat tantangan ekonomi Indonesia, mulai dari perang global, bencana alam, korupsi hingga kebijakan anggaran.