Kemarau Panjang 2026, Sleman Siapkan 14 Sumur Bor, Cegah Gagal Panen
Sleman bangun 14 sumur bor untuk antisipasi kemarau panjang 2026 dan cegah gagal panen akibat krisis air.
Ilustrasi terminal keberangkatan YIA./Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Rencana pendirian terminal tipe C di sekitar kawasan Yogyakarta International Airport (YIA) masih mengambang. Hal itu lantaran adanya pembangunan jalan tol Jogja-Solo.
Padahal keberadaan terminal tersebut dibutuhkan untuk memudahkan akses masyarakat menuju bandara.
Kepala Bidang Angkutan dan Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo, Arif Martono mengatakan rencana pendirian terminal tipe C tersebut utamanya digunakan untuk mengakomodasi kebutuhan moda transportasi menuju YIA.
Sebenarnya, kata dia, pihaknya sudah menutup Terminal Jangkaran. Selain perjanjian sewa tanah sudah selesai, keberadaan terminal Jangkaran dinilai tidak efisien dan ekonomis. "Dari situ kami memikirkan terminal pengganti untuk mengakomodir penumpang yang mau ke YIA,” kata Arif, Kamis (8/6/2023).
BACA JUGA: Catat! Ini Rute Trans Jogja dari Terminal Jombor dan Terminal Condongcatur
Pada 2020 lalu, Dishub melaksanakan studi titik simpul untuk menentukan calon lokasi terminal. Titik lokasi pun sudah didapat, hanya saja belum ada persetujuan terkait kepemilikan lahan. Tegasnya titik tersebut harus paling dekat dengan bandara.
“Tapi kemudian muncul masalah lagi ketika titik pembangunan tol juga belum pasti. Exit tolnya dulu itu belum kelihatan. Waktu itu masih ribet dengan exit toll menuju bandara. Sampai saat ini juga belum ada gambar pastinya. Kami masih menunggu gambar pastinya dari exit toll ke bandara,” katanya.
Dengan begitu, Dishub akan mengkaji ulang terhadap calon lokasi terminal tipe C tersebut. Nantinya, masyarakat turun di terminal tersebut dan akan melanjutkan perjalanan masuk ke bandara menggunakan shuttle.
Arif mengatakan lokasi calon terminal tersebut akan berdiri di wilayah administratif Kalurahan Kebonrejo. “Dengan begitu kami belum sampai ke tahap pendanaan. Setelah itu kan berhitung lagi perencanaan anggarannya dan sumbernya,” ucapnya.
Lebih jauh, Arif mengatakan terminal tipe C di Kulonprogo sampai saat ini tersebar di empat lokasi yaitu di Jagalan, Kalibawang; Ngeplang, Sentolo; Kenteng, Nanggulan; dan Brosot, Galur. Katanya, pembangunan terminal tipe C baru pun masih sebatas rencana.
“Masih ada kemungkinan untuk berubah. Maksud saya, bisa saja nanti sekadar shelter untuk menurunkan penumpang dengan aman sebelum diangkut shuttle,” lanjutnya.
Sementara itu, Manager Humas PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM), Rachmat Jesiman Putra mengatakan bahwa exit toll Jogja-YIA akan dibangun di utara bandara, tepatnya di Kalurahan Kebonrejo, Kapanewon Temon.
“Exit toll-nya akan dibangun dekat Jalan Nasional di depan bandara. Rencananya ada dua jalur, jalur umum dan khusus [menuju YIA]," kata Rachmat, belum lama ini.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian Pertanahan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY, Ajie Mardana menjelaskan tol Jogja-YIA akan melintasi SDN Kebonrejo, TK PKK Mardi Siwi, dan Kantor Kalurahan Kebonrejo, sebelum berujung pada exit toll di utara bandara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sleman bangun 14 sumur bor untuk antisipasi kemarau panjang 2026 dan cegah gagal panen akibat krisis air.
Maroko menyingkirkan Belanda lewat adu penalti 3-2 setelah bermain imbang 1-1 dan melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Hotel di Bantul membidik pasar komunitas untuk mendongkrak okupansi saat libur sekolah. PHRI menargetkan tingkat hunian mencapai 70 persen.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp57.050 per kg. Simak daftar lengkap harga pangan nasional terbaru berdasarkan data PIHPS Nasional
Stemawa Moto Contest 2026 di SMK Ma’arif 1 Wates diikuti 130 peserta dengan delapan kategori modifikasi motor dari DIY dan sekitarnya.
Daftar rute Trans Jogja 2026 terbaru beserta tarif lengkap. Simak jalur bus Trans Jogja yang menghubungkan pusat kota hingga kawasan pinggiran DIY