Pasar Prambanan Disiapkan Jadi Pusat Oleh-Oleh Wisatawan
Pasar Prambanan didorong menjadi pasar wisata dan pusat oleh-oleh. Disperindag Sleman kini bernegosiasi dengan calon investor.
Ilustrasi terminal keberangkatan YIA./Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Rencana pendirian terminal tipe C di sekitar kawasan Yogyakarta International Airport (YIA) masih mengambang. Hal itu lantaran adanya pembangunan jalan tol Jogja-Solo.
Padahal keberadaan terminal tersebut dibutuhkan untuk memudahkan akses masyarakat menuju bandara.
Kepala Bidang Angkutan dan Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kulonprogo, Arif Martono mengatakan rencana pendirian terminal tipe C tersebut utamanya digunakan untuk mengakomodasi kebutuhan moda transportasi menuju YIA.
Sebenarnya, kata dia, pihaknya sudah menutup Terminal Jangkaran. Selain perjanjian sewa tanah sudah selesai, keberadaan terminal Jangkaran dinilai tidak efisien dan ekonomis. "Dari situ kami memikirkan terminal pengganti untuk mengakomodir penumpang yang mau ke YIA,” kata Arif, Kamis (8/6/2023).
BACA JUGA: Catat! Ini Rute Trans Jogja dari Terminal Jombor dan Terminal Condongcatur
Pada 2020 lalu, Dishub melaksanakan studi titik simpul untuk menentukan calon lokasi terminal. Titik lokasi pun sudah didapat, hanya saja belum ada persetujuan terkait kepemilikan lahan. Tegasnya titik tersebut harus paling dekat dengan bandara.
“Tapi kemudian muncul masalah lagi ketika titik pembangunan tol juga belum pasti. Exit tolnya dulu itu belum kelihatan. Waktu itu masih ribet dengan exit toll menuju bandara. Sampai saat ini juga belum ada gambar pastinya. Kami masih menunggu gambar pastinya dari exit toll ke bandara,” katanya.
Dengan begitu, Dishub akan mengkaji ulang terhadap calon lokasi terminal tipe C tersebut. Nantinya, masyarakat turun di terminal tersebut dan akan melanjutkan perjalanan masuk ke bandara menggunakan shuttle.
Arif mengatakan lokasi calon terminal tersebut akan berdiri di wilayah administratif Kalurahan Kebonrejo. “Dengan begitu kami belum sampai ke tahap pendanaan. Setelah itu kan berhitung lagi perencanaan anggarannya dan sumbernya,” ucapnya.
Lebih jauh, Arif mengatakan terminal tipe C di Kulonprogo sampai saat ini tersebar di empat lokasi yaitu di Jagalan, Kalibawang; Ngeplang, Sentolo; Kenteng, Nanggulan; dan Brosot, Galur. Katanya, pembangunan terminal tipe C baru pun masih sebatas rencana.
“Masih ada kemungkinan untuk berubah. Maksud saya, bisa saja nanti sekadar shelter untuk menurunkan penumpang dengan aman sebelum diangkut shuttle,” lanjutnya.
Sementara itu, Manager Humas PT Jogjasolo Marga Makmur (JMM), Rachmat Jesiman Putra mengatakan bahwa exit toll Jogja-YIA akan dibangun di utara bandara, tepatnya di Kalurahan Kebonrejo, Kapanewon Temon.
“Exit toll-nya akan dibangun dekat Jalan Nasional di depan bandara. Rencananya ada dua jalur, jalur umum dan khusus [menuju YIA]," kata Rachmat, belum lama ini.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian Pertanahan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY, Ajie Mardana menjelaskan tol Jogja-YIA akan melintasi SDN Kebonrejo, TK PKK Mardi Siwi, dan Kantor Kalurahan Kebonrejo, sebelum berujung pada exit toll di utara bandara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar Prambanan didorong menjadi pasar wisata dan pusat oleh-oleh. Disperindag Sleman kini bernegosiasi dengan calon investor.
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 7 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jadwal lengkap tiap stasiun hingga Jogja.
Barcelona pesta gol dengan kemenangan 0-5 atas Valencia di Mestalla. Lamine Yamal mencetak dua gol dalam laga La Liga.
Erupsi Anak Krakatau berdampak pada 1.039 penerbangan di Bandara Soetta. Sebanyak 166.351 penumpang terdampak dan bus gratis disiapkan.
Dedi Mulyadi memerintahkan pemeriksaan dugaan pungli Rp700 juta di SMK 15 Bekasi. Pemprov Jabar mengambil alih pembangunan pagar sekolah.
Prabowo meminta warga Jakarta, Banten, dan Lampung waspada erupsi Anak Krakatau, mematuhi zona bahaya, serta menggunakan masker.