Kasus Pembunuhan Pengusaha Morgan Onggowijoyo, Terdakwa Bantah Merencanakan

Sunartono
Sunartono Jum'at, 09 Juni 2023 11:47 WIB
Kasus Pembunuhan Pengusaha Morgan Onggowijoyo, Terdakwa Bantah Merencanakan

Foto ilustrasi pelaksanaan sidang kasus pembunuhan. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Proses hukum kasus pembunuhan seorang pengusaha Jogja, Morgan Onggowijoyo terus bergulir di pengadilan. Terbaru digelar sidang lanjutan pada Rabu (8/6/2023). Terdakwa RO, 19 yang tak lain adalah cucu korban membantah menjadi pelaku utama dalam kasus tersebut.

RO di persidangan justru mengaku dirinya bersama korban hanya diajak bertemu dengan terdakwa GK di parkiran salah satu restoran di Jalan Sudirman Jogja hingga terjadi peristiwa pembunuhan itu pada 23 November 2022 silam.

BACA JUGA : Kasus Pembunuhan Morgan, Pengacara Terdakwa Ungkap

"Saya tidak tahu [terdakwa] GK berencana melakukan pembunuhan. Setahu saya hendak menyelesaikan masalah hutang, tetapi dia langsung menjerat leher dari belakang kursi mobil depan,” kata RO di persidangan.

Di hadapan majelis hakim, terdakwa RO mengaku takut terhadap terdakwa GK karena diancam akan menyebarkan video mesum. Ia mengaku ada luka di tangannya saat peristiwa tersebut karena dipaksa GK memegangi korban. Adapun RO mengungkap bahwa terdakwa GK memiliki hutang sekitar Rp80 juta lewat dirinya yang diambilkan melalui yang di toko.

“Waktu itu [hutang] katanya untuk investasi digital, saya ada chatnya,” ujar dia.

Penasehat Hukum RO Iwan Kuswardi pun turut memberikan pertanyaan di persidangan tersebut. Ia mengakui keterlibatan terdakwa RO dalam kasus pembunuhan itu memang tak bisa dibantah, akan tetapi menurutnya tidak di posisi merencanakan. “Kita bisa melihat mengapa peristiwa ini terjadi, RO tidak merencanakannya [melakukan pembunuhan],” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online