Cak Imin Sebut Penguatan UMKM Jadi Strategi Jaga Kelas Menengah
Cak Imin menegaskan penguatan UMKM menjadi fokus pemerintah untuk menjaga dan memperluas kelas menengah Indonesia.
Anggota DPRD DIY Tustiyani (berdiri) saat sosialisasi beasiswa Kartu Cerdas di Dusun Selo, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Senin (19/6)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
BANTUL—Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY menganggarkan sebesar Rp21,75 miliar untuk beasiswa Kartu Cerdas bagi siswa sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK).
Program beasiswa yang dikhususkan bagi siswa dari kalangan keluarga tidak mampu tersebut disosialisasikan kepada masyarakat melalui Disdikpora DIY bersama Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY di Dusun Selo, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Senin (19/6/2023).
Dalam sosialisasi itu, dihadirkan sejumlah narasumber. Masing-masing adalah anggota Komisi D DPRD DIY, Tustiyani dan Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Bantul, Dwi Pudyaningsih.
Sosialisasi yang diikuti puluhan warga tersebut dihadiri pula oleh Lurah Sidomulyo, Susanta dan Kepala Dusun Selo, Agung Pangestu.
Anggota Komisi D DPRD DIY yang membidangi pendidikan, Tustiyani mengatakan beasiswa yang sudah dianggarkan Disdikpora DIY tersebut patut diapresiasi sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mencerdaskan masyarakat.
Diakuinya, hal itu tidak lepas dari dorongan para anggota Komisi D di DPRD DIY. Anggaran Rp21,75 miliar tersebut ditujukan kepada 14.500 siswa SMA dan SMK se-DIY.
“Beasiswa dalam program Karu Cerdas ini detail nominalnya Rp21,75 miliar. Sasarannya adalah untuk 14.500 siswa dengan besaran per siswa sebesar Rp1,5 juta selama setahun,” katanya.
Selain beasiswa Kartu Cerdas, Disdikpora DIY juga menganggarkan anggaran jaminan kelangsungan pendidikan untuk lulusan SMA dan SMK yang masih memiliki tunggakan administrasi di sekolah.
“Anggarannya sebesar Rp2,4 miliar dengan sasaran 600 orang. Maksimal yang ditanggung Rp4 juta,” ujarnya.
Kemudian ada juga beasiswa retrieval bagi siswa SMA dan SMK yang mengalami drop out (DO) atau lulusan SMP yang tidak melanjutkan sekolah ke jenjang menengah. “Anggarannya sebesar Rp1,2 miliar dengan sasaran 100 siswa SMA dan 300 siswa SMK. Maksimal per orang Rp3 juta,” ucap dia.
Keberlangsungan Pendidikan
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdikpora DIY, Basuki membenarkan apa yang disampaikan oleh Tustiyani. Menurutnya penganggaran beasiswa tersebut landasannya adalah Peraturan Gubernur (Pergub) DIY No 68/2022 tentang Perubahan Pergub DIY No 14/2022 tentang Pedoman Pemberian Beasiswa dan Peraturan Kepala Disdikpora DIY No 0441 tanggal 15 Februari 2023.
“Tujuannya adalah menjamin keberlangsungan belajar bagi peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu atau keluarga miskin dalam rangka meningkatkan angka partisipasi pendidikan khusus dan pendidikan menengah,” katanya.
Wakil Ketua TP PKK Bantul Dwi Pudyaningsih menyampaikan khusus untuk beasiswa SMP di Bantu banyak jalurnya.
Selain dari Pemkab Bantul ada juga dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dengan kriteria warga miskin dan juga berprestasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cak Imin menegaskan penguatan UMKM menjadi fokus pemerintah untuk menjaga dan memperluas kelas menengah Indonesia.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.